Agama Quotes

Quotes tagged as "agama" Showing 1-30 of 81
Friedrich Nietzsche
“I cannot believe in a God who wants to be praised all the time.”
Friedrich Nietzsche

Soe Hok Gie
“Tapi sekarang aku berpikir sampai di mana seseorang masih tetap wajar, walau ia sendiri tidak mendapatkan apa-apa. seseorang mau berkorban buat sesuatu, katakanlah, ide-ide, agama, politik atau pacarnya. Tapi dapatkah ia berkorban buat tidak apa-apa.”
Soe Hok Gie, Catatan Seorang Demonstran

Goenawan Mohamad
“Lebih baik agama ibarat garam: meresap, menyebar, dan memberikan manfaat di mana-mana, tanpa kelihatan.”
Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 7
tags: agama

Seno Gumira Ajidarma
“Manusia bertarung memperebutkan kekuasaan atas nama agama dan bukan sebaliknya. Agama apa pun tidak membenarkan pertarungan antar agama dan tidak akan pernah ada kecuali manusia yang begitu bodoh sehingga menafsirkan yang sebaliknya.”
Seno Gumira Ajidarma, Nagabumi I: Jurus Tanpa Bentuk

Goenawan Mohamad
“Agama, sebaliknya tidak mengklaim untuk jadi petunjuk praktis pengubah dunia. Semangat agama yang paling dasar menimbang hidup sebagai yang masih terdiri dari misteri, memang ada orang agama yang seperti kaum Marxis, menyombong bahwa “segala hal sudah ada jawabnya pada kami”; tapi pernyataan itu menantang makna doa—dan mematikan ruh religius itu sendiri. Sebab dalam doa, kita tahu, kita hanya debu”
Goenawan Mohamad

Goenawan Mohamad
“Ada sesuatu yang bukan hasil "pikiran", "perasaan", dan "ajaran agama" yang membuat orang berbuat baik untuk orang lain di dunia.”
Goenawan Mohamad, Pagi dan Hal-Hal yang Dipungut Kembali

Goenawan Mohamad
“Kemurnian barangkali memang tak ditakdirkan untuk dunia yang tak kekal, tak tunggal, ini.”
Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 2

Syed Muhammad Naquib al-Attas
“Seeing that he owns absolutely nothing to ‘repay’ his debt, ‘his own consciousness’ of the fact ‘that he is himself the very substance’ of debt, so must he ‘repay’ with himself, so must he ‘return’ himself to Him Who owns him absolutely.”
Syed Muhammad Naquib al-Attas, Islam: The Concept of Religion and The Foundation of Ethics and Morality

Khalif Muammar
“Pada prinsipnya kita bersetuju bahawa pandangan manusia, dan oleh kerananya ilmu-ilmu yang dibangunkan olehnya, dalam bidang apapun tidak boleh dikultuskan dan dianggap absolut. Hanya ilmu Tuhan yang mutlak (absolute). Menyedari keterbatasan ilmu manusia ini maka kita harus bersifat terbuka dalam menerima kepelbagaian pandangan, dan pada tahap ini kita bersetuju dengan idea pluralisme. Namun apabila kita berbicara mengenai konteks yang lebih besar iaitu tentang kebenaran dan realiti, dan bukan sebatas kebenaran dan realiti yang ditayangkan oleh akal fikiran manusia semata, tetapi suatu yang ditayangkan oleh pandangan alam Islam maka kita harus berhati-hari kerana ia melibatkan bukan hanya ilmu manusia tetapi juga ilmu Tuhan yang telah disampaikan kepada manusia melalui para nabi dan rasulNya. Oleh kerana itu dalam konteks Islam tiada pluralisme agama kerana di sini kita berbicara tentang wahyu dan makna-makna yang dibangun oleh al-Qur’an itu sendiri, dan bukan semata-mata hasil budaya dan produk sejarah manusia.”
Khalif Muammar, Islam dan Pluralisme Agama: Memperkukuh Tawhid di Zaman Kekeliruan

“Rasionalitas politik dan ekonomi, dapat merasionalisasi apa saja, termasuk iman. Ketulusan dan keluguan umat beragama, sangat mudah dikapitalisasi demi kepentingan kalkulasi rasional. Adakah yang lebih memuaskan daripada gila kuasa dan perayaan keserakahan?”
Ilham Gunawan

“Bagaimana tandanya iman kita menurun?

Ketika kita tidak lagi takut untuk melakukan larangan-Nya dan juga tidak takut dengan kematian; menjadi acuh dengan kewajiban, maka di situlah iman kita sedang terkikis dengan perlahan; hati jadi karatan.”
Robi Aulia Abdi (@aksarataksa)

“Selagi masih ada masalah soal perbedaan agama dan kepercayaan di Negri ini, itu berarti Negri ini masih di huni oleh orang-orang yg tak ber Agama.”
rainy.ary

“Membahas perihal agama
itu sesederhana percaya
dan tidak percaya.”
Robi Aulia Abdi (@aksarataksa)

“Selagi masih ada masalah soal perbedaan agama dan kepercayaan di Negri ini, itu berarti Negri ini masih di huni oleh orang-orang yg tak ber Agama.”
rainy.art

“Takada yang salah
dengan halnya rumah ibadah,
atau apa saja
yang ada di dalamnya;
suara-suara

Takada yang salah
dengan halnya agama,
bahkan apa saja
yang ada di dalamnya;
kelompok atau individu

Yang salah hanyalah kepentingan.”
Robi Aulia Abdi (@aksarataksa)

“Kepada para pemeluk agama,
peluklah ia seerat mungkin!

Supaya engkau tak berselisih
dengan pemeluk agama lain.”
Robi Aulia Abdi (@aksarataksa)

Hamka
“Oleh agama perjalanan bahagia itu telah diberi batas. Puncaknya yang penghabisan ialah kenal akan Tuhan, baik ma'rifat kepada-Nya, baik taat kepada-nya dan baik sabar atas musibah-Nya. Tidak ada lagi hidup di atas itu.”
Hamka, Tasauf Modern
tags: agama

Hamka
“Tiap-tiap sesuatu di dalam alam ini ada batas perjalanannya. Tetapi akal tidak terbatas: adapun manusia bertingkat-tingkat di dalam derajat akalnya, laksana derajat wangi dari tiap-tiap bunga.”
Hamka, Tasauf Modern

Hamka
“Orang pengecut mati beribu kali, orang berani matinya hanya sekali.”
Hamka, Tasauf Modern

Hamka
“Yakin itu ialah sifat ilmu yang ketiga. Ilmu mempunyai tiga tingkatan atau sifat. Pertama, ma'rifat, artinya tahu. Kedua, dirayat, artinya dialami. Ketiga, yakin.”
hamka, Tasauf Modern

Hamka
“Pendirian menyingkirkan Tuhan dari suatu pemerintahan memberi bahaya bagi masyarakat”
hamka, Tasauf Modern

Hamka
“Bila terjadi peperangan di anatar akal dan hawa nafsu, akal mempertahankan barang yang pahit tetapi manis akibatnya; nafsu mempertahankan barang yang manis tetapi pahit bekasnya.”
Hamka, Tasauf Modern
tags: agama

“Asiyah, perempuan mulia yang tak silau oleh gemerlap kekuasaan dan nikmat dunia.”
Sibel Eraslan, Asiyah: Sultanah Nil

Hamka
“Orang yang paling kaya, ialah yang paling sedikit keperluannya, dan orang yang paling miskin, ialah yang paling banyak keperluannya.”
Hamka, Tasauf Modern

Hamka
“Kalau perut lapar, ibadah tak kuat, sebab itu makan dahulu, baru sembahyang.”
hamka, Tasauf Modern
tags: agama

Hamka
“Bekerjalah, karena manusia dikirim ke dunia buat bekerja, tetapi tenangkan hati, yakinlah bahwa di dalam pekerjaan itu ada kalah dan menang.”
Hamka, Tasauf Modern

“Jika ingin beribadah, beribadahlah dengan tulus hati. Bukan demi eksistensi sosial atau perolehan simpati. Bukan demi pengakuan orang atau tepuk tangan dalam perlombaan menuju surgawi. Beribadahlah dalam sunyi. Sendiri, namun tulus murni. Melebur menjadi satu eksistensi. Manunggal dengan keikhlasan total kepada ilahi.”
Moch Aldy MA & Anzal RF, Timbul Tenggelam Philo-Sophia Kehidupan

Hamka
“Surga itu adalah barang yang mata belum pernah melihat, telinga belum pernah mendengar, dan lebih tinggi dari pada apa yang terbetik di hati kita.”
Hamka, Falsafah Hidup

Hamka
“Siapa saja yang tidak lebih dulu merasakan surga dunia, tidaklah dia akan merasakan nikmat surga akhirat.”
Hamka, Falsafah Hidup
tags: agama

Hamka
“Hukum alam asli dan benar, orang yang melanggarnya terhukum kejam sekali. Kita harus berusaha senantiasa hidup di dalam garisnya.”
Hamka, Falsafah Hidup
tags: agama

« previous 1 3