Buku Latihan Tidur Quotes

Rate this book
Clear rating
Buku Latihan Tidur: Kumpulan Puisi Buku Latihan Tidur: Kumpulan Puisi by Joko Pinurbo
843 ratings, 4.07 average rating, 153 reviews
Buku Latihan Tidur Quotes Showing 1-9 of 9
“Suatu saat kau akan jadi kenangan
bagi tukang bencimu. Ia membencimu
dengan lebih untuk menunjukkan
bahwa ia mencintai dirinya sendiri dengan kurang.”
Joko Pinurbo, Buku Latihan Tidur: Kumpulan Puisi
“Eh agamamu apa?" Kepala saya tuing tuing.
Saya berpikir apakah kopi tokcer dan kue enak
yang membahagiakan itu mengandung agama.
Sambil buru-buru undur diri, saya menimpal,
"Tuhan saja tidak pernah bertanya apa agamaku.”
Joko Pinurbo, Buku Latihan Tidur: Kumpulan Puisi
“Jika nanti air mataku terbit di matamu
dan air matamu terbenam di mataku,
maaf selesai dan cinta kembali mulai.”
Joko Pinurbo, Buku Latihan Tidur: Kumpulan Puisi
“Misal Aku datang ke rumahmu
dan kau sedang khusyuk berdoa,
akankah kau keluar dari doamu
dan membukakan pintu untukKu?”
Joko Pinurbo, Buku Latihan Tidur: Kumpulan Puisi
“bahwa sumber segala kisah adalah kasih;
bahwa ingin berawal dari angan;
bahwa ibu tak pernah kehilangan iba;
bahwa segala yang baik akan berbiak;
bahwa orang ramah tidak mudah marah;
bahwa seorang bintang harus tahan banting;
bahwa untuk menjadi gagah kau harus gigih;
bahwa terlampau paham bisa berakibat hampa;
bahwa orang lebih takut kepada hantu
ketimbang kepada tuhan;
bahwa pemurung tidak pernah merasa
gembira, sedangkan pemulung
tidak pelnah melasa gembila;
bahwa lidah memang pandai berdalih;
bahwa cinta membuat dera berangsur reda;
bahwa orang putus asa suka memanggil asu;
bahwa amin yang terbuat dari iman
menjadikan kau merasa aman.”
Joko Pinurbo, Buku Latihan Tidur: Kumpulan Puisi
“Tuhan memelukku dan berkata,
"Pergilah dan wartakanlah pelukanKu.
Agama sedang kedinginan dan kesepian.
Dia merindukan pelukanmu”
Joko Pinurbo, Buku Latihan Tidur: Kumpulan Puisi
“Tidur: alamat pulang paling pasti
ketika kata-kata kehabisan isi dan tak tahu lagi
ke mana akan membawamu pergi.”
Joko Pinurbo, Buku Latihan Tidur: Kumpulan Puisi
“Hujan melahirkan pelukan-pelukan yang berbahaya.”
Joko Pinurbo, Buku Latihan Tidur: Kumpulan Puisi
“Bahasa Indonesiaku yang gundah membawaku
ke sebuah paragraf yang menguarkan
bau tubuhmu. Malam merangkai kita
menjadi kalimat majemuk bertingkat
yang hangat di mana kau induk kalimat dan aku
anak kalimat. Ketika induk kalimat bilang pulang,
anak kalimat paham bahwa pulang adalah masuk
ke dalam palung. Ruang penuh raung.
Segala kenang tertidur di dalam kening.
Ketika akhirnya matamu mati, kita sudah
menjadi kalimat tunggal yang ingin tetap
tinggal dan berharap tak ada yang bakal tanggal.”
Joko Pinurbo, Buku Latihan Tidur: Kumpulan Puisi