Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Buku Latihan Tidur: Kumpulan Puisi” as Want to Read:
Buku Latihan Tidur: Kumpulan Puisi
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Buku Latihan Tidur: Kumpulan Puisi

4.09  ·  Rating details ·  341 ratings  ·  73 reviews
Bahasa Indonesiaku yang gundah membawaku ke sebuah paragraf yang menguarkan bau tubuhmu. Malam merangkai kita menjadi kalimat majemuk bertingkat yang hangat di mana kau induk kalimat dan aku anak kalimat. Ketika induk kalimat bilang pulang, anak kalimat paham bahwa pulang adalah masuk ke dalam palung. Ruang penuh raung. Segala kenang tertidur di dalam kening. Ketika ...more
Paperback, 82 pages
Published July 31st 2017 by Gramedia Pustaka Utama
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Buku Latihan Tidur, please sign up.

Be the first to ask a question about Buku Latihan Tidur

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 4.09  · 
Rating details
 ·  341 ratings  ·  73 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Buku Latihan Tidur: Kumpulan Puisi
Biondy
Aug 14, 2017 rated it it was amazing
Kumpulan puisi Joko Pinurbo. Beberapa puisinya sudah pernah saya dengar di Makassar International Writers Festival. Akhirnya mereka dituangkan juga ke dalam satu buku. Temanya banyak tentang permainan kata,

bahwa sumber segala kisah adalah kasih;
bahwa ingin berasal dari angan;
bahwa ibu tak pernah kehilangan iba;
bahwa segala yang baik akan berbiak;

Dongeng Puisi


kopi,

Jam 3 pagi Waktu Indonesia Bagian Kopi
lampu tidur di matanya menyala kembali.
Hujan tinggal bekas dan kopi sudah jadi miras.

Lubang Kopi
...more
Raafi
Apr 28, 2018 rated it really liked it
Shelves: 2018, indonesia
Aku harus terus bersyukur karena waktu luang yang kupakai kugunakan untuk membaca. Seperti ketika berjalan pulang setelah menghadiri pesta pernikahan lebih-dari-teman di Citayam, Kabupaten Bogor. Aku lantas membaca buku ini yang sudah berada di urutan paling bawah platform baca buku digital, Gramedia Digital.

Tanpa waktu luang yang diberikan itu, aku mungkin tiada serius membaca buku ini. Buku pertama penyair satire kenamaan yang kubaca. Dan, entahlah, aku suka sekali dengan puisi-puisinya yang
...more
mei
Aug 07, 2017 rated it really liked it
Shelves: kesukaan
Misal Aku datang ke rumahmu
dan kau sedang khusyuk berdoa,
akankah kau keluar dari doamu
dan membukakan pintu untukKu?




brengseeeeeeeeekk T______T

#rekomen
Teguh Affandi
Jul 28, 2017 rated it liked it
Saya akui Jokpin selalu pandai dan 'asu' kalau sudah urusan mengotak-atik kata. Terbukti dalam buku sajak terbarunya ini. Seolah menulis sajak begitu mudah, menyenangkan, tidak butuh diksi yang meliuk-liuk.

Tapi dalam buku ini saya menyukai bagian ketika Jokpin bermain-main dengan bahasa Indonesia. Dan sajak favorit saja adalah Kamus Kecil

.......
bahwa sumber segala kisah adalah kasih
bahwa ingin berawal dari angan
bahwa ibu tak pernah kehilangan iba
bahwa segala yang baik akan berbiak
bahwa orang
...more
Pauline Destinugrainy
Saya sedang mencari-cari alternatif bacaan, ketika mataku terantuk pada buku digital bersampul hitam ini. Buku Latihan Tidur, katanya. Mungkin cocok dijadikan pengantar tidur.

Nyatanya tidak. Saya malah terpukau, membaca baris demi baris, halaman demi halaman. Favorit saya ada dua, Kamus Kecil dan Pemeluk Agama . Apik sekaligus menohok.

Ini pertama.kali saya membaca kumpulan puisi Jokpin. Dan membuat saya ingin mencari puisi-puisii lainnya.
Rose Gold Unicorn
Oct 13, 2017 rated it really liked it
Personifikasinya kuat sekali.
Memanusiakan hal-hal abstrak
Memanusiakan benda-benda mati
Bahkan memanusiakan kata-kata

Beberapa puisi kampretnya kebangetan. Jenaka sekaligus satire. Kampret lah pokoknya!
Sulin
Oct 21, 2017 rated it really liked it
Buku yang ditulis dengan diksi sederhana, dengan permainan kata sedemikian rupa hebatnya.
Puisi dengan pemilihan kata yang tidak muluk. Isinya sinkron dengan kepayahan dan riuhnya Indonesia saat ini.

Beberapa puisi membuat saya kepikiran beli-tidak-beli-tidak sebagian pendek, sebagian seperti rel kereta. Harganya cukup mahal. Enam Puluh Tiga Ribu Rupiah, Enam Puluh Delapan Lembar, rata-rata Seribu Rupiah harga untuk tiap sajaknya. Tapi kita semua tahu, bahwa toh kata yang dicomot dari Kamus Bahasa
...more
Marina
Aug 15, 2017 rated it really liked it
Recommended to Marina by: Biondy
** Books 245 - 2017 **

3,7 dari 5 bintang!

Saya melihat teman-teman saya antusias sekali membaca buku yang satu ini hingga pada akhirnya ada yang merekomendasikan buku ini di Goodreads untuk saya baca. Terimakasih Biondy Alfian

haha dan ternyata saya menyukai isi dari buku puisi terutama yang menohok ke saya mengenai kemacetan di Jakarta dan masalah agama! Buku ini rasanya memuat apa yang saya rasakan namun tidak berhasil saya ungkapkan

Kemacetan Tercinta

... Demi kemacetan tercinta ia rela
...more
Ariel Seraphino
May 14, 2018 rated it it was amazing
Kau tidak akan bisa tidak suka pada karya-karya Jokpin. Di sini dia bermain kata-kata dalam bahasa Indonesia yang memiliki susunan huruf sama dengan makna yang berbeda. Semua seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari ciri khas puisi Jokpin yang sederhana, lugu dan bisa jadi memang apa adanya.
Alvina
Aug 04, 2017 rated it it was amazing
"Kesehatanmu, lho, Mas"
Zulfasari
Aug 07, 2017 rated it it was amazing
Menikmati karya Jokpin sama seperti menikmati rajutan kata yang entah kapan rampungnya. Selalu ada cara untuk menyandingkan satu kata dengan kata lain.

Tipis memang, tapi sesuai dengan judulnya "Buku Latihan Tidur", mungkin nanti malam semua bunyi dan kata yang muncul dalam kumpulan puisi ini bisa menemani tidur saya sekaligus muncul di sela-sela mimpi.
ucha
Aug 31, 2017 rated it really liked it
kata-kata
kopi
agama
senja
hujan
puisi
Joko
ibu
Jogja
rahasia
kenangan
jendela
.
.
kopi,
ibu,
"Selamat malam, Bu, Semua kopi menyayangimu."
Audia Narayani
Oct 29, 2019 rated it really liked it
....

"bahwa lidah memang pandai berdalih;
bahwa cinta membuat dera berangsur reda;
bahwa orang putus asa suka memanggil asu;
bahwa amin yang terbuat dari iman
menjadikan kau merasa aman."



- Pertama tahu soal Joko Pinurbo waktu mas Tito bikin story buku srimenanti, langsung tertarik dan beli bukunya. baca - baca dan baca langsung dilahap. Dari situ semakin jatuh cinta sama eyang Sapardi dan pak Jokpin pribadi tentunya. Dari Srimenanti jadi pengen baca lagi karya beliau, dan pilihan pertama jatuh di
...more
Puri Kencana Putri
Sep 03, 2017 rated it it was amazing
Ini buku yang pas untuk dihabiskan sebelum akhir pekanmu selesai, dan kau akan berhadapan dengan para kolega yang membosankan, bos yang tak tahu arah, kemacetan yang sama seperti hari hari kerja pada umumnya.

Setidaknya selain kudapan rengginang di dalam kaleng Khong Guan, Jokpin mengingatkan kita bahwa ada 3 perkara untuk menjalani hidup yang pada umumnya ini: "tidur yang cukup, pikiran yang jernih, dan hati yang pasrah," (Yang, Pinurbo, 2017, hal. 7).

Saya tahu saya banyak menggunakan
...more
Faizah Aulia R
Oct 29, 2017 rated it really liked it
SUKAAAK!

ngena banget kata2 sederhananya
Bunga Mawar
Apr 29, 2019 rated it really liked it
Bagaimana menulis review tentang buku ini tanpa perlu mengutip salah satu puisi di dalamnya?
Muhammad Rajab
May 16, 2018 rated it it was amazing
Hampir semua puisi dalam buku ini layak dicintai.
Ratih
Nov 01, 2018 rated it really liked it
4.5 bintang

puisi-puisi beliau selalu bisa bikin ketawa ngakak tapi ujung-ujungnya mikir XD
Jonas Vysma
Jul 08, 2018 rated it it was amazing
Jokpin benar-benar asu
asu benar-benar bukan jokpin
joko pin, joko pun pin, pun joko pinurbo
joko berkata, bahwa kata tidak berjoko
Stefani
Aug 20, 2017 rated it liked it
Shelves: 2017-read
"Urip iku mung mampir ngopi".
Ossy Firstan
Dec 09, 2017 rated it really liked it
Memutuskan membaca ini semalam, kalau-kalau dengan membacanya mata segera terpejam. Nyatanya, ngantuknya muncul setelah bukunya selesai. Jokpin selalu membuat jumpalitan
Dion Yulianto
Aug 21, 2017 rated it really liked it
Shelves: e-book
Apakah Agamamu?
Agamaku adalah air yang membersihkan pertanyaanmu.


Kira-kira siapa yang mampu menjawab pertanyaan pelik bernuansa SARA tersebut menjadi larik yang menyejukkan sebagaimana Jokpin melakukannya? Penyair yang satu ini memang dikenal sering menyelipkan tema-tema kekinian lewat puisi. Saat telepon genggam mulai menyandera generasi milenial sepuluh tahunan lalu, Jokpin sudah mengingatkan kita lewat puisi Telepon Genggam. Kemudian, di era ketika agama digunakan sebagai pemupuk kebencian
...more
Alfa
Apr 07, 2019 rated it liked it

Sudah lama penasaran dengan puisinya pak Joko Pinurbo, tambah penasaran karena novel pertama beliau baru saja rilis, jadi sebelum semakin penasaran dengan novelnya memuaskan diri dulu dengan puisi-puisinya, dan ternyata saya suka

salah satu puisi yang saya suka


Apakah kebahagiaan itu?

Ia tidak suka ditanya
apakah kebahagiaan itu
Kebahagiaan itu kancing yang rontok
dan jatuh bertenting di lantai
ketika malam dan hujan
menyusupkan demam ke balik bajunya.
Ketika kalimat "Apakah kebahagiaan itu?"
menyentuh
...more
Anita Retno Mulat
Jan 26, 2018 rated it really liked it
Kontras dengan judulnya, bukannya tidur malah melek. Dalam beberapa judul puisi kita bisa tertawa lepas, selebihnya kita cukup menyetujui apa yang diungkapkan penulis melalui diksinya. Overall, saya suka :)
Ageng Indra
Apr 05, 2019 rated it it was ok
Apa ya? Menghibur, tapi ya udah. Bagian awal buku ini berkutat di pergesekan bunyi dan lebih seperti tutorial buat muda-mudi yang pengin belajar bikin sajak bagus di instastory. Selain gutak-gatuk kata berima, cara lain, misalnya, tinggal utak-atik pasangan kata, seperti "sebatang hujan", alih-alih setetes hujan, atau "pada suatu cium" alih-alih pads suatu ketika. Teknik dasar puisi yang digarap dengan serius. Bagus, tapi apa ya? Yaudah, gitu aja. Indeks puisinya Jokpin, yang saya catat, paling: ...more
Rizki Ramadan
Aug 19, 2017 rated it it was amazing
Saya pertama kali tahu Jokpin akan mengeluarkan buku ini yaitu saat Asian Literary Festival 2016. Ia membacakan puisi "Kamus Kecil" di sela-sela talkshow bersama Sapardi. Katanya, "Di buku kumpulan puisi saya berikutnya, saya mau bermain-main dengan bahasa Indonesia."

Puisi "Kamus Kecil" adalah yang paling mantep memang. Jokpin bermain-main dengan kata, membolak-baliknya dan mencari kata-kata yang mirip untuk ditaruh di satu kalimat bermakna. Sepintas, saya melihat Jokpin seperti sedang becanda
...more
Elisma Herdinawati
Jan 02, 2020 rated it it was amazing
Shelves: poetry, favorites
Boleh saja namanya Buku Latihan Tidur, tapi justru saya dibikin tidak bisa tidur karena cengegas-cengenges, semalaman membaca puisi-puisi di dalam buku ini. Menyenangkan sekali membaca puisi yang jenaka, tapi sarat akan nilai moral yang dapat dijadikan cermin untuk refleksi diri.

Puisi yang bertajuk "Pemeluk Agama" adalah favorit saya, karena JokPin begitu tengil menggambarkan dialog antara Tuhan dengan hamba-Nya yang serius, yang justru sedang Ia bercandai. Belum lagi penggunaan kata-kata
...more
Tike Yuliana
"Langkah-langkah Menulis Puisi"


Langkah Pertama:
Duduklah

Langkah kedua:
Duduklah dengan tenang

Langkah ketiga:
Duduklah dengan tenang di atas batu

Langkah keempat:
Duduklah dengan tenang di atas batu
yang kelak akan jadi batu nisanmu

Langkah kelima:
Duduklah dengan tenang di atas batu yang kelak akan jadi batu nisanmu
sambil membaca

Langkah keenam:
Duduklah dengan tenang di atas batu yang kelak akan jadi batu nisanmu
sambil membaca Pramoedya:
"hidup sungguh sederhana.
Yang hebat-hebat hanya tafsirannya."*

...more
Ratih Latifah
Oct 28, 2019 rated it really liked it
Shelves: read-on-ipusnas
Bacanya sambil senyum-senyum sendiri karena ada beberapa bagian yang menggelitik jenaka, apalagi bagian a-s-u nya ... HAHAHAHA
Lebih related dan udah dicerna dan dirasa sih yang ini dibanding Malam Ini Aku Akan Tidur di Matamu. Bait-baitnya aja yang lebih nyantol ke otak saya :D

One of my fav:

"Minggu Biru"

Di minggu pagi yang biru
ia muncul di beranda,
meniup lampu yang masih menyala
dan menjamah kucing
yang tidur total di depan pintu.

"Semalam kudengar ngeongmu
dalam sajak gelap
yang diobrak-abrik
...more
Mark
Sep 15, 2017 rated it really liked it
Shelves: in-possessions
Surat untuk Ibu


Akhir tahun ini saya tak bisa pulang, Bu.
Saya lagi sibuk demo memperjuangkan nasib saya
yang keliru. Nantilah, jika pekerjaan demo
sudah kelar, saya sempatkan pulang sebentar.

Oh ya, Ibu masih ingat Bambung, 'kan?
Itu teman sekolah saya yang dulu sering numpang
makan dan tidur di rumah kita. Saya baru saja
bentrok dengannya gara-gara urusan politik
dan uang. Beginilah Jakarta, Bu, bisa mengubah
kawan menjadi lawan, lawan menjadi kawan.

Semoga Ibu selalu sehat bahagia bersama penyakit
yang
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Hujan Bulan Juni
  • Melihat Api Bekerja: Kumpulan Puisi
  • Nyanyian Akar Rumput: Kumpulan Lengkap Puisi
  • Cinta yang Marah
  • Laut Bercerita
  • Perihal Gendis
  • Hujan Bulan Juni
  • Corat Coret di Toilet
  • Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini
  • Kolam: Buku Puisi
  • Museum Masa Kecil
  • Cara-Cara Tidak Kreatif untuk Mencintai
  • Filosofi Teras
  • Perjalanan Lain Menuju Bulan
  • The Book of Forbidden Feelings
  • Puisi-Puisi Cinta
  • Tidak Ada New York Hari Ini
  • Pulang
See similar books…
251 followers
Joko Pinurbo (jokpin) lahir 11 Mei 1962. Lulus dari Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Sanata Dharma Yogyakarta (1987). Kemudian mengajar di alma maternya. Sejak 1992 bekerja di Kelompok Gramedia. Gemar mengarang puisi sejak di Sekolah Menengah Atas. Buku kumpulan puisi pertamanya, Celana (1999), memperoleh Hadiah Sastra Lontar 2001; buku puisi ini kemudian terbit dalam bahasa ...more