Kekuasaan Quotes

Quotes tagged as "kekuasaan" Showing 1-17 of 17
Milan Kundera
“The struggle of man against power is the struggle of memory against forgetting”
Milan Kundera, The Book of Laughter and Forgetting

Tan Malaka
“Kalau suatu negara seperti Amerika mau menguasai samudra dan dunia, dia mesti rebut Indonesia lebih dahulu buat sendi kekuasaan. (Pendahuluan - Melihat ke muka page 35-36)”
Tan Malaka, Madilog

Seno Gumira Ajidarma
“Manusia bertarung memperebutkan kekuasaan atas nama agama dan bukan sebaliknya. Agama apa pun tidak membenarkan pertarungan antar agama dan tidak akan pernah ada kecuali manusia yang begitu bodoh sehingga menafsirkan yang sebaliknya.”
Seno Gumira Ajidarma, Nagabumi I: Jurus Tanpa Bentuk

Pramoedya Ananta Toer
“Sejak jaman nabi sampai kini, tak ada manusia yang bisa terbebas dari kekuasaan sesamanya, kecuali mereka yang tersisihkan karena gila. Bahkan pertama-tama mereka yang membuang diri, seorang diri di tengah-tengah hutan atau samudera masih membawa padanya sisa-sisa kekuasaan sesamanya. Dan selama ada yang diperintah dan memerintah, dikuasai dan menguasai, orang berpolitik.”
Pramoedya Ananta Toer, House of Glass

Goenawan Mohamad
“Kekuasaan manusia adalah kekuasaan menghadapi diri sendiri yang tak sepenuhnya dipahaminya sendiri, manusia lain yang tak selamanya dapat dimengerti, masyarakat yang tak pernah selesai terbentuk, semesta hidup yang tak kunjung tertangkap oleh dalil.”
Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 7

Goenawan Mohamad
“Mereka yang terbiasa dengan kekuasaan dan aturan memang umumnya sulit memahami puisi.”
Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 3

Goenawan Mohamad
“Syahdan, Presiden Sarkozy menghadiahkan komik Asterix kepada anak Presiden Obama. Saya tak tahu apa pesannya. Tapi mungkin ini: di dunia ini, nak, humor dan ironi lebih menyelamatkan kita ketimbang impian tentang kekuasaan dan keagungan…

~Majalah Tempo Edisi Senin, 18 Oktober 2010”
Goenawan Mohamad

Goenawan Mohamad
“Korupsi bukanlah tanda bahwa Negara kuat dan serakah. Korupsi adalah sebuah privatisasi-- tapi yang selingkuh. Kekuasaan sebagai amanat publik telah diperdagangkan sebagai milik pribadi, dan akibatnya ia hanya merepotkan, tapi tanpa kewibawaan.”
Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 7

Goenawan Mohamad
“Untuk berkuasa hanya diperlukan tindakan, sedang untuk menjadi baik diperlukan kebiasaan -- proses yang tak putus-putusnya.”
Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 1

Ahmad Tohari
“Adalah semua orang Dukuh Paruk–termasuk Srintil–mereka tidak tahu apa-apa tentang sistem atau jalinan birokrasi kekuasaan. Dalam wawasan mereka semua priayi adalah sama, yakni tangan kekuasaan. Setiap priayi boleh datang atas nama kekuasaan, tak peduli mereka adalah hansip, mantri pasar, opas kacamatan, atau seorang pejabat dinas perkebunan negara esperti Marsusi. Dan ketika kekuasaan, menjadi aspek yang paling dominan dalam kehidupan masyarakat, orang Dukuh Paruk seperti Srintil tidak mungkin mengerti perbedaan antara polisi, tentara, dan pejabat perkebunan. Semuanya adalah tangan kekuasaan dan Srintil tidak mungkin bersikap lain kecuali tunduk dan pasrah.”
Ahmad Tohari, Ronggeng Dukuh Paruk

“Namun selalu ada hal-hal yang di luar kekuasaannya. Andra adalah salah satu yang berada di luar kekuasaannya.”
Devania Annesya, X: Kenangan yang Berpulang

“Baik dan buruk berada dalam satu garis lurus. Terkadang garis itu memudar dan hanya menyisakan sekelebat rona abu-abu. Membuat manusai yang hendak berpegangan padanya hilang arah seketika.”
Wenny Artha Lugina , The Blackside: Konspirasi Dua Sisi

Zen RS
“Dan di hadapan kekuasaan, hal paling mudah yang mesti dilakukan, adalah merawat baik-baik ingatan.”
Zen RS

“Baik dan buruk berada dalam satu garis lurus. Terkadang garis itu memudar dan hanya menyisakan sekelebat rona abu-abu. Membuat manusia yang hendak berpegangan padanya hilang arah seketika.”
Wenny Artha Lugina, The Blackside: Konspirasi Dua Sisi

Tere Liye
“Di negara-negara berkembang, partai politik, jabatan, dan kekuasaan tidak lebih adalah mata pencaharian kelompok tertentu. Politisi hanyalah serigala rakus yang memakai topeng seolah baik—mereka bukan patriot, juga jauh dari idealis, uang adalah segalanya bagi mereka.”
Tere Liye, Pergi

“Filsafat Cina, Tao Teh Ching, dalam The Book of Change mengajarkan, 'Dia yang mengenal orang lain adalah seorang bijak. Dia yang mengenal dirinya sendiri adalah orang yang tercerahkan. Dia yang menguasai orang lain memiliki kekuatan. Dia yang menguasai dirinya sendiri memiliki kekuasaan.' Menguasai diri sendiri membuat kita terus seimbang.”
Maisie Junardy, Man's Defender

“Jabatan bukanlah sekedar kekuasaan, tetapi sebuah pengabdian. Ketika jabatan telah berakhir, bukan berarti pengabdianmu harus berhenti.
Mengabdilah dimanapun kamu berada.”
Ulilamrir Rahman