Kemanusiaan Quotes

Quotes tagged as "kemanusiaan" Showing 1-30 of 39
Pramoedya Ananta Toer
“Barang siapa mempunyai sumbangan pada kemanusian dia tetap terhormat sepanjang jaman, bukan kehormatan sementara. Mungkin orang itu tidak mendapatkan sesuatu sukses dalam hidupnya, mungkin dia tidak mempunyai sahabat, mungkin tak mempunyai kekuasaan barang secuwil pun. Namun umat manusia akan menghormati karena jasa-jasanya.”
Pramoedya Ananta Toer, Nyanyi Sunyi Seorang Bisu 2

Sukarno
“l'exploitation de l'home par 'ihomme”
Soekarno

Helvy Tiana Rosa

Ia akan pergi ke jalan yang paling cinta. Jalan yang tak pernah membedakan bau darah seseorang.”
Helvy Tiana Rosa, Lelaki Kabut dan Boneka

Subagio Sastrowardoyo
“berilah kekuatan sekuat baja, untuk menghadapi dunia ini,
untuk melayani dunia ini
berilah kesabaran seluas angkasa, untuk mengatasi siksaan ini,
untuk melupakan derita ini
berilah kemauan sekuat garuda, untuk melawan kekejaman ini,
untuk menolak penindasan ini
berilah perasaan selembut sutera, untuk menjaga peradaban ini,
untuk mempertahankan kemanusiaan ini”
Subagio Sastrowardoyo

Rosli K. Matari
“Kalau kukenang, dulu
tidak mudah untuk bertiarap,
mengengsot, merangkak,
berlunjur.

Alangkah payah
untuk bangun
berdiri menjadi manusia.

Tetapi betapa mudah pula
untuk menjadi tua.

(Sajak 2014, Mengenang Hari Lahir)”
Rosli K. Matari, Hanya Langit Meratap

Goenawan Mohamad
“Saya tak membenci orang-orang itu. Tapi saya membenci tindakan orang-orang itu.”
Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 2

Rahmat Abdullah
“Seonggok kemanusiaan terkapar. Siapa yang mengaku bertanggung jawab? Bila semua pihak menghindar, biarlah saya yang menanggungnya, semua atau sebagiannya…”
Rahmat Abdullah

Ahmad Tohari
“Bahwa rasa dendam mampu membinasakan martabat kemanusiaan. Juga di antara dua orang dusun yang masih terikat pada keserbaluguannya.”
Ahmad Tohari, Ronggeng Dukuh Paruk

Pramoedya Ananta Toer
“Lenyapnya perikemanusiaan dalam kegalauan sosial yang busuk, berarti pula tipisnya kepribadian, bukan saja sebagai bangsa, tetapi juga sebagai individu.
Dan bangsa atau nasion yang begitu mudah menanggalkan perikemanusiaan dengan sendirinya mudah pula tersasar dalam perkembangan sejarah.”
Pramoedya Ananta Toer, Hoa Kiau di Indonesia

Goenawan Mohamad
“Ada seorang pandai yang membedakan rasa hormat dari pujian. Ia bermimpi bahwa manusia mungkin dapat menciptakan suatu masyarakat tempat semua orang berhak atas rasa hormat, dan harga diri, meskipun tak semuanya berhak atas pujian”
Goenawan Mohamad

Titon Rahmawan
“Tanpa kesadaran atas batas kemanusiaan, manusia hanya akan memandang penderitaan dengan hati dan pikiran yang diliputi oleh amarah, pengingkaran dan penolakan atas kuasa Ilahi. Tetapi bukankah justru di saat saat seperti itu, Tuhan jadi terasa begitu dekat?”
Titon Rahmawan

Rosli K. Matari
“Di sekeliling kami, langit yang sudah semakin gelap. Di celah-celahnya, tersembunyi maut yang sedang menyeringai taring, berkuku panjang tajam.

(Arah Yang Tidak Pernah Ada)”
Rosli K. Matari, Tidakkah Kita Berada Di Sana?

Rosli K. Matari
“usia cepat pergi, hilang seperti bayang
meninggalkan kenangan, sayup-sayup di belakang.

(Tangga dan Keladi)”
Rosli K. Matari, Anak Dusun

Rosli K. Matari
“Kalau kau berdua
- Angin dan awan, bercantum dijadikan manusia
Percayalah,
Langit tentu sudah lama terbelah.

(Awan, Angin, Dan Bumi)”
Rosli K. Matari, Tidakkah Kita Berada Di Sana?

Rosli K. Matari
“Mayat dan selangka adalah jawapan terakhir,
Sesudah moral, dulu, kita anggap
Hanya sebagai hujung ekor tamadun.

(Tidakkah Kita Berada Di Sana?)”
Rosli K. Matari, Tidakkah Kita Berada Di Sana?

Rosli K. Matari
“Perang membakar
rumah dan sekolah.

Huruf dan angka
menyala
hangus.

Yang akan ditinggalkan
untuk masa depan kami
bara dan arang.

(Ke Manakah Lagi?)”
Rosli K. Matari, Hanya Langit Meratap

Pramoedya Ananta Toer
“Tiap mata murah, saudara, dan jiwa tiga kali lebih murah. Dan bertambah banyak Amerika mendatangkan peluru, bertambah turun jiwa manusia.”
Pramoedya Ananta Toer, Subuh

Ayu Welirang
“Bukankah selalu ada ruang di mana manusia harus dimaafkan? Bagaimana pun, membunuh kemanusiaan bukanlah hal yang patut dirayakan dengan pesta.”
Ayu Welirang, Rumah Kremasi: Kumpulan Cerita Pendek

Yoza Fitriadi
“Tak perlu menjadi seorang muslim untuk membantu Suriah dan Pelestina. Cukup jadi manusia,” jawab Weigl menirukan presiden Turki yang ia dengar di berita.

(Gerbong Kemanusiaan, Dunia Tanpa Huruf R)”
Yoza Fitriadi, Dunia Tanpa Huruf R

Rosli K. Matari
“Begitulah manusia, sangat agung dalam sejarah
Dan sebahagian erti sejarah itu adalah darah

(Awan, Angin, Dan Bumi)”
Rosli K. Matari, Tidakkah Kita Berada Di Sana?

Rosli K. Matari
“Kini kau terduduk di tengah-tengah batas
antara sempadan kota dan desa.

Kecar dan gondang terapung di kakimu
ruak dan sitar bertengger di bahumu.

Sempatkah kaubangun menggenggam semaian
sebelum menjelang pagi?

(Baruh)”
Rosli K. Matari, Tidakkah Kita Berada Di Sana?

Rosli K. Matari
“Kita ratusan kaligrafi
tercatat merah
pada nisan-nisan berceracak tua.

(Broome)”
Rosli K. Matari, Tidakkah Kita Berada Di Sana?

Rosli K. Matari
“Mengapa alam yang hijau
Akan selalu berakhir
Dengan warna merah?

(Gunung Akan Menggelongsor)”
Rosli K. Matari, Matahari Itu Jauh

T. Alias Taib
“tak ada lagi ruang kosong
di rahim kota ini
kecuali kaki
gedung-gedung yang sombong
kecuali lidah
kita yang terjulur

(sebuah warung)”
T. Alias Taib, Seberkas Kunci

“Tujuan hukum secara normatif adalah keadilan. Inti dari demokrasi itu sendiri adalah perlindungan terhadap minoritas yang termarjinalkan. Tidak ada diskriminasi di depan hukum. Minoritas dan mayoritas adalah entitas yang sama.”
Ilham Gunawan

“Faktor-faktor yang melahirkan cinta adalah keimanan, keislaman, dan kemanusiaan serta berbagai mata rantai nurani yang kokoh dan benteng maknawi yang tangguh

(Badiuzzaman Said Nursi dalam Novel Api Tauhid)”
Habiburrahman El Shirazy

“Sudut pandang itu liar, persepsi itu juga liar. Gak akan ada yg bisa ngukur, sebagian bersembunyi dibalik kata ketersingungan yang sebenarnya juga hanya ingin melegalkan egonya saja untuk menyingung, bahkan kemanusiaan itu dari dulu hanya omong kosong.”
Rasarab

“Kemanusiaan itu dari dulu hanya omong kosong.”
rasarab

Titon Rahmawan
“Apa artinya manusia tanpa nilai nilai kemanusiaan?”
Titon Rahmawan

Titon Rahmawan
“Orang bisa saja mengingkari kebenaran. Mereka bahkan bisa saja menolak keberadaan Tuhan. Namun yang tak dapat aku mengerti adalah, bagaimana seorang manusia bisa mengingkari nilai nilai kemanusiaannya?”
Titon Rahmawan

« previous 1