Sakit Quotes

Quotes tagged as "sakit" Showing 1-30 of 34
Pramoedya Ananta Toer
“Kehidupan ini seimbang, Tuan. Barangsiapa hanya memandang pada keceriaannya saja, dia orang gila. Barangsiapa memandang pada penderitaannya saja, dia sakit.”
Pramoedya Ananta Toer, Child of All Nations

Goenawan Mohamad
“Cinta, sebuah kata yang tak persis pengertiannya, kecuali ketika kita merasakan sakitnya.”
Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 5

“butuh berapa sayatan untuk memusnahkan cinta dari jiwa? butuh berapa tusukan untuk membunuh rindu yg memenjara dalam dada? sekalian kau kuliti saja namamu dari kulit jantung ini, agar terlepas semua tentangmu, dan aku tak mengenangmu lagi suatu waktu”
firman nofeki

Alfin Rizal
“selama daun pagi itu masih mengembun,
aku mengemban tetimbunan rindu
di paru-paru dan seluruh pori-pori kulit,
kurakit doa-doa selamatmu dari sakit
dan sebab rindu-rindu ini sulit kuredam,
padamu, doaku tak pernah padam.”
Alfin Rizal, Mengunjungi Hujan yang Berteduh di Matamu

Rohmatikal Maskur
“Kadang kita hanyalah jiwa yang bisu. Tak mampu berkata kemudian menipu. Berharap baik baik saja, padahal sakit di jiwa. Bilang tak apa apa, tapi berharap tatapan mengapa.”
Rohmatikal Maskur

Dian Nafi
“Segala sakit, keluh, tangis, dendam, amarah, entah di mana. Aku tidak yakin telah meninggalkannya di suatu tempat. Tapi meski aku juga tidak mau membawanya lagi, aku tak bisa memastikan bahwa semua rasa itu pergi begitu saja. Aku antara kosong dan tiada.”
Dian Nafi, Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku

Asma Nadia
“Namun, rasa sakit akan menguatkan seseorang menapaki hidup. Penderitaan akan menumbuhkan kebijaksanaan. Kesengsaraan yang melewati batas akan melahirkan kekuatan yang tak bisa diduga. (77)”
Asma Nadia, Assalamualaikum, Beijing!

“Mengapa engkau menitipkan segenggam rasa jika Cinta itu tidak pernah ada?
Lalu engkau mengambilnya dan pergi, seketika lalu engkau tanam rasa itu pada yang lain
... membuatku tersiksa...
Tidakkah engkau tahu betapa sakitnya itu?
Kemudian lebih sakit ketika engkau melihatku tersiksa oleh rasa namun dikau tersenyum bersama dia...

kau membuatku bimbang, padahal
aku Cinta”
Manhalawa

Dian Nafi
“Aku melihatnya kesakitan, dan itu membuatku tambah sakit. Merutuki ketidakberdayaanku”
Dian Nafi, Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku

Dian Nafi
“Aku menyimpannya sendiri. Karena belum punya keberanian untuk menanyakannya pula. Kuatir kalau jawabannya malah membuatku sakit dan terluka.”
Dian Nafi, Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku

Dian Nafi
“Aku ingin mengabu saja, menyublim, bahkan kalau mungkin moksa, menghilang tanpa jejak. Sehingga tidak perlu mengalami seluruh kesakitan dan kelukaan ini.”
Dian Nafi, Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku

Ricky Lee
“Lahat ng bagay, maski mahirap, natatanggap. Pinoproseso lang.”
Ricky Lee, Si Amapola sa 65 na Kabanata

“Kenapa penyesalan selalu ada di belakang? Sebab dengan demikian manusia belajar dari kesalahan yang telah diperbuatnya. Belajar bahwa kehilangan akan sedemikian sakit. Manusia kadang baru bisa menghargai sesuatu setelah terlepas dari genggamanannya.”
Devania Annesya, Queen: Ingin Sekali Aku Berkata Tidak

Kusumastuti
“Pada akhirnya, dengan alasan ingin melindungi orang-orang yang paling kucintai, aku malah menyakiti mereka.”
Kusumastuti, Berlabuh di Lindoeya

“Kau tak berhak berjanji apa-apa pada ranting yang ditinggalkan daug saat sedang rindu-rindunya.”
Taufiq Wicahyono

“Aku.
Yang berulang kali kau hindari, tapi tetap hadir kembali.
Yang coba kau tinggal pergi, tapi tetap pergi mencari.
Yang coba kau bunuh, tapi tak pernah mati terbunuh.
Aku.
Si tak tahu malu, yang tak pernah ragu untuk merindu dan terus merindumu selalu.”
Khams

Asma Nadia
“Laki-laki baik pasti ada. Hanya tak semua beruntung menemukan seseorang yang siap mendampingi dalam susah dan senang, dalam sehat dan sakit, dalam rentang hidup hingga kematian menjemput. (160)”
Asma Nadia, Assalamualaikum, Beijing!

“Setidaknya ada sisi positif dari leher tengeng. Leher tengeng membuat kita tidak bisa melihat kebelakang.”
bagasunggul

Alfin Rizal
“Mengapa orang lebih percaya rindu mengandung sakit tertahan, padahal kita salingg menenangkan rindu unntuk kita simpan, untuk kita pertemukan”
Alfin Rizal, Kesengsem

“Perjalanan hidup kita kian semakin berat
hingga suatu saat kita tak berdaya oleh rasa sakit itu
Namun, inilah hidup inilah rasa yang harus kita lalui
Walau terkadang waktu tak berpihak
tapi biarlah kelam terbit menjadi pagi.”
Manhalawa

Lee Risar
“Kita berada di suatu masa ketika saling membagikan senyum namun dalam hati ada kepahitan yang mengalahkan racun. Saat itulah kita begitu ramah dan hampir saling membunuh. Adakah ruang untuk cinta, sebelum semuanya menjadi duka…?”
Lee Risar

“Sakit itu nikmat jika sesekali mendapat bilik wad yang selesa, fast lane di farmasi, doktor yang tepat dan jururawat yang mudah senyum.”
Ruhana Zaki
tags: sakit

“Yang aku pelajari saat ini, memberi sakit kepada orang yang kau cintai bukanlah hal yang mudah. Sakit itu akan balik menamparmu.”
Devania Annesya, Queen: Ingin Sekali Aku Berkata Tidak

Kusumastuti
“Aku tahu sekarang, apa yang terparah dari patah hati. Aku tidak mati. Walau sakitnya membuat semua tulangku lantak, walau sakitnya membuat semua luka menganga, tapi aku terus hidup. Aku akan terus hidup dengan semua sakit di dada.”
Kusumastuti, Denting Lara

Kusumastuti
“Ia tidak merasakan sakit. Yang ia rasakan, seseorang menangkapnya dan menggendongnya pergi. Entah ke mana.”
Kusumastuti, Berlabuh di Lindoeya

“cinta itu menyakitkan. apalagi kalau orang yang kamu sukai tidak balas menyukaimu.”
Devania Annesya, Muara Rasa

Lee Risar
“Peluk, peluklah aku
Kuingin rasakan lukamu
Peluk, peluklah aku
Kuingin rasakan sakitmu”
Lee Risar

“Aku terjatuh dalam lubang yang curam,
Disana ku habiskan seluruh sepenuh
Aku mati di duri yang menikam
Ku lepas nafas jiwa pergi jauh...

Aku kau dan kita
Sejauh tak bersua menikam di dada
Sedekat tak memandang sinis lirikan
Sudah...
Sudahlah menghilang
Kabur tak terlihat
Hampa...
Dingin, Diam, Hening dan Sunyi ?
Kita,
... bertemu lagi.!”
Manhalawa

“Jangan mempermainkanku dengan kata kata yang mempunyai banyak ilusi
Jangan mengecokkanku ribuan majas yang makin tak bertepi
Sejenuh, sejenak, mengapung menggantung,
Apakah kau menganggapku selirih sepandang seperjalanan menanti berlalu?

Jujur, kau seindah, semenarik, terpandang
Memang, kau sejernih, selugu, segala terpancar
Lalu mengapa kau, adapun mau, adapun membaur
Berdatang dan berlalu
Tiba-tiba kau tertarik dengan angin yang terasakan mengepoi-sepoi sore hari segala terlalu

Sungguh, kini kau sesulit ini dipahami?
Ber-entah kata jika ditata berbaris
Ber-jenaka di alun syair
Berujung ku me-nyudahi

Terbegitukah ku lakui...?
...

#medan, April 2020
Judul: MengapaKah”
Manhalawa

“Dari beberapa pilihan yang ku tawarkan
Kau memilih menjadikanku sepi, hening, dan ketidak adaan yang tak mungkin dirindukan”
Khams

« previous 1