Rasa Quotes

Quotes tagged as "rasa" (showing 1-30 of 66)
Goenawan Mohamad
“Keprihatinan, seperti halnya kebanggaan, juga kecemasan, seperti halnya optimisme—semua itu adalah pertanda rasa ikut memiliki. Atau rasa terpanggil. Barangkali karena tanah air memang bukan cuma sepotong geografi dan selintas sejarah. Barangkali karena tanah air adalah juga sebuah panggilan”
Goenawan Mohamad

“Perihal rasa, kadang kita tak tau bagaimana cara merubahnya menjadi kata per kata. Tapi langit berbeda, aku hanya perlu memandanginya tanpa berkata. Lalu pulang dengan perasaan lega.”
nom de plume

“jangan selalu berfikir jika ombaklah yang bersalah saat menghantam karang, kenapa tak menyalahkan karangnya saja? tak bisakah ia berlari menghindar? kenapa ia tetap diam dan terhantam?
mungkin saja sebenarnya mereka saling mencintai, ombak selalu menghantam karang dan karang tak pernah menghindarinya. mungkin seperti itulah cara mereka saling mencintai atau sekedar melepas rasa rindu.”
nom de plume

“kita adalah satu dalam dua yang tak menyatu.
kita tak terpisah dalam kebersamaan yang tak pernah bersama.
kita nyata dalam mimpi yang tak terjadi.”
nom de plume

“Pada akhirnya senja hanya semakin menjauh. Namun ia tak pernah sanggup melenyapkan cinta yang paling diam dari pandangan mata, apalagi hati. Lalu aku hanya menunggunya saat magrib tiba.”
nom de plume

Dian Nafi
“Rasa takut, rasa bersalah, tidak percaya diri, semua itu kan kita sendiri yang mengendalikannya.”
Dian Nafi, Matahari Mata Hati

“Tentang rasa, itu bukan seberapa bisa kita mengungkapkannya tapi seberapa mampu kita mengontrolnya.”
nom de plume
tags: rasa

“Kelak siapa pun kamu,
aku ingin mempuisikan mu dengan kata yang sederhana,
dan mencintaimu dengan rasa yang membahana


#andradobing”
andra dobing

“Kadang ada sesuatu yang diciptakan hanya untuk memandang, bukan saling pandang.”
nom de plume

“diantara apapun yang terjadi, entah menghijau, memerah, menghitam atau memutih. aku tak tau apa arti menunggu, aku hanya menyukai apa yang aku lakukan saat itu.”
nom de plume

“Mungkin kita hanyalah sekumpulan cangkir yang tak tau akan terisi apa.”
nom de plume

“Sekeras apapun menulis, penamu akan selalu tergesa-gesa menulisnya. Jika Ia juga memiliki hati, rasamu pasti akan terbaca tanpa kau menulisnya.”
nom de plume
tags: pena, rasa

“rasa, asar, sara, aars, sraa atau apalah.!!!”
nom de plume

“Aku selalu suka keganjilan, karena aku selalu menunggu seseorang menggenapkannya.”
nom de plume

“Sekali saja balik gelasmu, biar aku mengisinya dengan rasa rindu, lelah, cinta atau bahkan benci. Setidaknya biarlah aku memiliki rasa padamu, meski entah yang mana.”
nom de plume

“Hari ini, ia tumbuh dan berkembang menjadi apa saja
Jika putih, esok ia akan merah, atau mungkin jingga
Jika lurus, siapa tahu nanti akan berbelok, bahkan zig-zag
Namun adakalanya perasaan hanyalah perasaan
Tumbuh, untuk sekedar tumbuh
Putih, untuk sekedar putih
Lurus, untuk sekedar lurus
Hingga mati begitu saja. -Jodoh Tak Jadi”
Silviamnque

“Jika aku sedang memendam rasa, tiba-tiba semua wanita lainnya berubah menjadi pria.”
nom de plume
tags: rasa

“Jika kalian memang sangat sulit untuk mempercayai orang lain, setidaknya percayai lah perasaan kalian sendiri.”
nom de plume

“bagaimana aku harus menulisnya, menemukan kata per katanya saja aku tak bisa.”
nom de plume

“ada sesuatu yang tak nyata dalam dirinya, yang terus membuatku bermimpi dengan mata terbuka.”
nom de plume

“setiap kata yang kutulis adalah jiwa, jiwaku yang terlalu gila untuk menjadi sebuah hal lain selain sebuah tulisan.”
nom de plume

“tak ada akal dalam sebuah cinta, jika sebuah keajaiban itu masuk akal bukan Tuhan yang membuatnya.”
nom de plume

“Perihal "rasa", itu sesuatu diluar cakrawala kita.”
nom de plume

“Kau bisa saja (sama persis) duduk disini, ditempat yang sama dan waktu yang sama. Tapi tak sekalipun kau bisa merasakan hal (perasaan) yang sama (persis) seperti ini.”
nom de plume

“Sampai berapa kalikah engkau mengabaikan rasa yang pernah ada?
Yang engkau umpamakan tangan yang meraba namun tak merasa...

sia-sia...”
Manhalawa

“Mengapa engkau menitipkan segenggam rasa jika Cinta itu tidak pernah ada?
Lalu engkau mengambilnya dan pergi, seketika lalu engkau tanam rasa itu pada yang lain
... membuatku tersiksa...
Tidakkah engkau tahu betapa sakitnya itu?
Kemudian lebih sakit ketika engkau melihatku tersiksa oleh rasa namun dikau tersenyum bersama dia...

kau membuatku bimbang, padahal
aku Cinta”
Manhalawa

“Kenapa begitu sakit
ketika begitu sedih,
Saat hati teriris sedikit demi sedikit
dan rasa telah patah

Tak lagi seumpama hujan turun dan basah
tak seumpama siang panas dan kering.

Hampa...
Kenapa kita bertemu lagi?
Aku telah rapuh
jauh kedalam sunyi...
.”
Manhalawa

“Aku pernah berbicara tentang sedih, pernah juga merasa bersedih..
Yang seumpama hati yang hancur seperti kaca,
panas seperti api,
meleleh seperti lilin,
dan mengembun seperti air.

Sedih tidak berbicara satu rasa
sedih bercerita tentang rasa
menyiksa batin
melemahkan jiwa
dan mengalirkan sungai

Malang..
Ternyata sedihku berantakan”
Manhalawa

“Diam-diam, tanpa tanda.
Diam-diam, sembunyikan kata.
Diam-diam, memandang.
Diam-diam, cinta.”
nom de plume

“Rasa itu persis seperti lalat yang hinggap semaunya, terkadang hinggap di seorang yang bahkan kita tak mengenalnya atau malah sebaliknya.”
nom de plume

« previous 1 3