Menangis Quotes

Quotes tagged as "menangis" Showing 1-10 of 10
“Bisakah kau memberikan apa yang tak mampu aku berikan? Beri ia rumah untuk menangis.”
Devania Annesya, X: Kenangan yang Berpulang

Rohmatikal Maskur
“Jarum jam seakan akan berputar kekiri, lalu tiba tiba aku menangis, kemudian tertawa. Nyatanya ini cuma imajinasi. Masa masa itu tetap tak kembali.”
Rohmatikal Maskur

Lucia Priandarini
“Lagipula, apa benar cowok itu tidak boleh nangis? Bolehnya apa? Marah saja? Bukankah marah itu tanda orang tidak bisa menguasai diri sendiri?”
Lucia Priandarini, Dua Garis Biru

“Biasanya, orang-orang membenci anak kecil yang menangis keras-keras. Mereka berisik, dan biasanya mereka menangis karena hal tolol, padahal orang-orang yang mendengar anak kecil menangis pasti punya lebih banyak hal untuk ditangisi.”
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Kusumastuti
“Nada rendah dan nada tinggi bergantian menggetarkan tempat tidurnya. Tinggi, menangis, meratap, mendayu-dayu, sampai matanya ikut basah mendengarnya. Matanya terbuka, ia tidak bermimpi. Suara itu benar ada.”
Kusumastuti, Denting Lara

“Diriku yang pemarah, bisa lembut seketika hanya karena ketika dirimu menangis dihadapanku.”
Julita Mnrg

“Manusia tak mungkin bisa memakan ice cream sambil menangis.”
nomdeplume

Nailal Fahmi
“Ia benci menangis, apalagi menangis di depan orang, karena tidak ada gunanya, tidak menyelesaikan masalah. Namun dalam tangisan yang diam-diam, ia menemukan satu rasa yang menenangkan. Ia menikmati rasa lega yang timbul setelah isaknya.”
Nailal Fahmi, Mutiara: Suatu Ketika Pada Sebuah Cinta

“Sewaktu menatap kepergianmu aku menangis saat hujan mulai jatuh dari atas langit.
Aku menatap air mataku sendiri yang jatuh lalu bersembunyi di bawah tanah berumput.
Aku dan hujan tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang lebih dulu membasahi rerumputan,
aku dan rerumputan tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang lebih dulu kehujanan.”
Ammi Mayus

“tejo duduk di bawah langit
bergumam lirih tentang tumini

Sayangku,
Jangan biarkan cinta kita berhenti pada kata-kata
Sekarang kita jaga untuk kita wujudkan kelak
Supaya kamu bisa membangunkan tidurku dengan ciumanmu
Menggantikan sinar matahari yang membunuh mataku

Sayangku,
Kalau hari ini aku menangis
Kamu hanya bisa mendengar isak ku
Membayangkan sedih dalam hatiku
Namun kamu tidak mengijinkan kakimu mendekati dan memelukku damai
Bahkan larimu masih tertahan

Namun sayangku,
Suatu hari nanti, setiap saat kamu bisa mendekapku, meluapkan rasa hatimu hingga bahkan ujung hidung kita saling beradu menghembuskan nafas yang menyentuh pori-pori
Dan kita menjadi tidak terpisahkan

Sayangku,
Jangan meresahkan hari nanti akan seperti apa
Sebab saat kuucapkan doa ini, Allah sedang menuliskan ijin-Nya buat kita
Dan menunggu balasan Amin dari kita

Kekasihku,
Keluarlah sebentar
Pandanglah rembulan di langit malam ini
Dan kamu harus tau
Redupnya sinar bulan tampak menghilang karena aku curi dan aku simpan buatmu kelak
Bahwa ketika kamu sedang gelisah
Sinar rembulan itu aku akan tembuskan ke hatimu

_9277464
_wasiman waz”
waz