Hujan Quotes

Quotes tagged as "hujan" Showing 1-30 of 69
Sapardi Djoko Damono
“tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu”
Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni

Yoana Dianika
“Ada yang percaya bahwa di dalam hujan terdapat lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu sesuatu. Senandung rindu yang bisa meresonansi ingatan masa lalu.”
Yoana Dianika, Hujan Punya Cerita tentang Kita
tags: hujan

Yoana Dianika
“...Aku ingin kau tahu, diam-diam, aku selalu menitipkan harapan yang sama ke dalam beribu-ribu rintik hujan: aku ingin hari depanku selalu bersamamu...”
Yoana Dianika, Hujan Punya Cerita tentang Kita

Goenawan Mohamad
“Di setiap masa nampaknya selalu ada saat yang tak mudah untuk berbicara, tapi tidak gampang untuk diam. Kita tidak tahu pasti bagaimana persisnya kata-kata akan diberi harga, dan apakah sebuah isyarat akan sampai. Di luar pintu, pada saat seperti ini, hanya ada mendung, atau hujan, atau kebisuan, mungkin ketidakacuhan. Semuanya teka-teki.”
Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 1

Yoana Dianika
“Bagiku, hujan menyimpan senandung liar yang membisikan 1001 kisah.
Tiap tetesnya yang merdu berbisik lembut, menyuarakan nyanyian alam yang membuatku rindu mengendus bau tanah basah.
Bulir-bulir yang jatuh menapak diatas daun, mengalir lurus menyisakan sebaris air di dedaunan.
Sejuk, mirip embun.

Hidup seperti ini.
Aku bisa merasakan senja yang bercampur bau tanah basah sepeninggal hujan.
Seperti kanvas putih yang tersapu warna-warna homogen indah.
Dentingan sisa-sisa titik hujan di atas atap terasa seperti seruling alam yang bisa membuatku memejamkan mata.
Melodi hidup, aku menyebutnya seperti itu.
Saat semua ketenangan bisa kudapatkan tanpa harus memikirkan apa pun.”
Yoana Dianika, Hujan Punya Cerita tentang Kita
tags: hujan

Windry Ramadhina
“Pelangi yang muncul setelah hujan adalah janji alam bahwa masa buruk telah berlalu dan masa depan akan baik-baik saja.”
Windry Ramadhina, Walking After You

Windry Ramadhina
“Hujan tahu kapan harus membasahi kota ini. Hujan juga tahu kapan harus berhenti.”
Windry Ramadhina, London: Angel
tags: hujan

Windry Ramadhina
“Hujan turun membawa serta malaikat surga.”
Windry Ramadhina, London: Angel

“Terkadang bunga tak pernah mau peduli saat hujan berkata, "Jangan menyimpan rindu dengan cara seperti itu, karena kau takkan pernah tau kapan rerintikan itu tiba-tiba berubah menjadi badai.”
nom de plume

“cintaku setabah hujan di malam hari, tetap turun ke bumi meski tidak menjanjikan pelangi”
firman nofeki

Sam Haidy
“Aku tak ingin seperti hujan
Hanya dirindukan pada waktu tertentu
Dan selebihnya mengganggu

Aku tak ingin seperti matahari
Hanya disukai saat datang dan pergi
Sedang tengah hari disumpah-serapahi

Aku ingin seperti bulan
Penuh atau separuh tetap dicintai”
Sam Haidy, Malaikat Cacat

Mochtar Lubis
“Jalan dalam malam hujan gerimis gelap, jalan berliku tidak habis-habisnya. Jalan tak ada ujung.”
Mochtar Lubis

“Apa yang bisa dipelajari dari hujan? Dari hujan kita ketahui bahwa air hujan berkali-kali jatuh tanpa mengeluh pada takdirnya.”
Arief Subagja

Seno Gumira Ajidarma
“Kamu kira aku senang dicintai kamu? Nggak usah cinta-cintaan lagilah. Tarik hujanmu ini.”
Seno Gumira Ajidarma, Sepotong Senja untuk Pacarku
tags: hujan

“PastI, kita akan bertemu kan, dengan apa adanya, dengan canda yang kita pendam lama, dengan gemuruh angin yang lama tak kita hembuskan

#andradobing”
andra dobing

“Apapun itu jika terkena hujan pasti basah, tapi manusia tidak mau. Kita malah menciptakan payung, jas hujan, bahkan rumah. Mungkin saja, manusia memang diciptakan untuk melawan kenyataan.”
nom de plume

Sam Haidy
“Tak ada yang lebih getir
Dari hujan dini hari
Lirih tangis langit yang hanya bisa didengar
Oleh mereka yang sudah lupa rupa pelangi”
Sam Haidy, Nocturnal Journal

“Aku dan hujan siang ini ternyata sama-sama penakut,
datang harus bergerombol,
dekat merapat,
rintik membawa rintik lain,
hanya untuk membangun sebuah berani untukku,
mengucap - Takutku, sendiri tanpamu... -”
xN10b

Sam Haidy
“Kau dan aku mengalir
Sebagaimana air
Namun semakin mendekati hilir
Semakin aku tak ingin ada akhir

Maka mari jadilah saja hujan
Yang berulang jatuh di permulaan”
Sam Haidy, Nocturnal Journal

“Dibandingkan sesuatu yang cerah,
daku lebih menikmati gelap
yang ditaburi petir bersama rintiknya hujan,
juga gemuruhnya suara sambaran petir yang seketika memecah heningnya malam yang dingin
krutuk trughh...
ngantukku pun terbangun”
Manhalawa

Alfin Rizal
“seperti sungai-sungai merawat tenang
dan mengalirkan air kesedihan purba,
aku mata hujan yang mencari dirimu
sepanjang alirmu, sepanjang kemaraumu.”
Alfin Rizal, Mengunjungi Hujan yang Berteduh di Matamu

Sam Haidy
“Kebahagiaan adalah semerbak tanah basah
Campuran sisa hujan dan keringat petani
Di ujung siklus musim yang resah”
Sam Haidy, K(a)redo(k) Puisi Jaman Now

Alfin Rizal
“aku tak akan berhenti—
merajut benang-benang hujan,
meremas gemas gerigi gerimis
yang kelak menderas di jalanan,
ketika kau lupa menghangatkan tubuh
yang pernah hangat di pelukanku.”
Alfin Rizal, Mengunjungi Hujan yang Berteduh di Matamu

“Cukup diam disitu , tak usah saling memperhatikan. biarlah kita saling melupakan
karena hujan pasti akan berhenti”
Alfa Rizaldy

Alfin Rizal
“kesedihan selalu hinggap sebelum hujan turun.
setiap kutatap langit utara dan udara berayun,
kau sudah menetap, di masa laluku yang pikun,
runtuh hatiku yang bertahun-tahun kubangun.”
Alfin Rizal, Mengunjungi Hujan yang Berteduh di Matamu

Alfin Rizal
“aku air mata yang bergenang kesepian,
memantulkan warna malam usai hujan.
dan kau, kenangan paling keras kepala
sukar ditukar dan ditakar kadarnya.”
Alfin Rizal, Mengunjungi Hujan yang Berteduh di Matamu

Alfin Rizal
“selama daun pagi itu masih mengembun,
aku mengemban tetimbunan rindu
di paru-paru dan seluruh pori-pori kulit,
kurakit doa-doa selamatmu dari sakit
dan sebab rindu-rindu ini sulit kuredam,
padamu, doaku tak pernah padam.”
Alfin Rizal, Mengunjungi Hujan yang Berteduh di Matamu

Alfin Rizal
“segalanya jadi museum pertanyaan,
sejak kau menolak jadi segala jawaban”
Alfin Rizal, Mengunjungi Hujan yang Berteduh di Matamu

Alfin Rizal
“untukmu semata;
sengaja kulupa cara menutup pintu di dada
kubuka lebar dan sesuka hati bisa kau lewati
tak sukar kau keluar, tak kikuk kau masuk.”
Alfin Rizal, Mengunjungi Hujan yang Berteduh di Matamu

Alfin Rizal
“kau air,
dan akulah basahnya
kau api,
dan akulah suhunya
kau aku,
dan cintalah puncaknya”
Alfin Rizal, Mengunjungi Hujan yang Berteduh di Matamu
tags: air, api, hujan, kau

« previous 1 3