Bumi Quotes

Quotes tagged as "bumi" (showing 1-13 of 13)
Radhar Panca Dahana
PERCAKAPAN DUA RANTING

kalau pernah kamu bertemu dulu, apa yang
kau inginkan nanti? sepi. kalau nanti kau
dapatkan cinta, bagaimana kau tempatkan
waktu? sendiri. bila hari tak lagi berani
munculkan diri, dan kau tinggal untuk
menanti? cari. andai bumi sembunyi saat
kau berlari? mimpi. lalu malam menyer-
gapmu dalam pandang tiada tepi? hati.
baik...aku tak lagi memberimu mungkin?
kecuali. baik..baik, aku hanya akan menya-
pamu tanpa kecuali? mungkin. dan jika
tetap seperti itu, embun takkan jatuh dari
kalbumu? sampai. akankah kau patahkan
tubuhmu hingga musim tiada berganti?
mari. lalu kau tumbuhkan bunga tanpa
kelopak tanpa daun berhelai-helai? kemari.
juga kau benamkan yang lain dalam jurang
di matamu? aku. katakan bahwa kau mene-
rimamu seperti aku memberimu?...
kau? ya. kau?...aku.


Besancon, oktober sebelas 1997.
Radhar Panca Dahana, Lalu Batu: Antologi Puisi

Pramoedya Ananta Toer
“..dan modern adalah juga kesunyian manusia yatim-piatu dikutuk untuk membebaskan diri dari segala ikatan yang tidak diperlukan: adat, darah, bahkan juga bumi, kalau perlu juga sesamanya.”
Pramoedya Ananta Toer, Jejak Langkah

“cintaku setabah hujan di malam hari, tetap turun ke bumi meski tidak menjanjikan pelangi”
firman nofeki

Rohmatikal Maskur
“Bahkan langit sore seakan mengejek dalam bisunya. Lewat hening seakan berkata :
"Hei kau manusia bumi, belajarlah menikmati sunyi!”
Rohmatikal Maskur

Asma Nadia
“Sejarah tak mencatat para pecundang bahkan, walaupun bumi melahirkannya. (53)”
Asma Nadia, Assalamualaikum, Beijing!

“Akal pikiran Maharaja Dunia, Allah Maharaja Bumi dan Langitnya.”
Gatot Soedarto

Devania Annesya
“Di dunia ini, manusia terlahir dalam dua spesies, yang pertama adalah manusia bersayap dan yang kedua manusia tanpa sayap. Manusia yang bersayap ditakdirkan untuk terbang tinggi menggapai langit tak terbatas. Sementara spesies yang kedua, kebalikannya, ia ditakdirkan untuk tetap menjejak bumi dan menjalani hidupnya dengan terus menyentuh tanah. Nggak ada yang buruk dengan spesies yang kedua, mereka hanya menjalani takdirnya. Begitu saja.”
Devania Annesya, Maya Maia

Yoza Fitriadi
“Sunset? Lupakan. Karena matahari tak pernah tenggelam. Bumi saja yang sedang berputar.”
Yoza Fitriadi, Rahasia Selembar Kertas

Devania Annesya
“Kau terhenti.
Tergagu kau bertanya.
Mungkin pada diri sendiri, mungkin kepadaku.
“Siapa… kamu?”
Namaku Bumi, ketika langitmu perlu wadah untuk menangis.
Namaku Bulan, saat kau terlelap, kujaga duniamu dalam gelap.
Namaku Telaga, kan kubasuh lusuh di sekujur tubuhmu itu.
“Untuk apa?”
Untuk partikel udara yang kau hirup dengan cuma-cuma.
Untuk desau angin yang bisiknya kau halau dengan daun pintu.
Untuk kepul terakhir secangkir kopi yang kau hirup sebelum mendingin.
Kau kembali berjalan.
Aku kembali diam.
Kita tak lagi berbincang.
Aku tetap menjadi bumi, bulan, dan telagamu.
Kau masih menghirup udara, menghalau angin, dan menyeduh kopi.
Kita masih melakukan hal yang sama, masih di tempat yang terpisah.
Dan tak pernah kau pertanyakan lagi keberadaanku.
Sebab bagimu aku selalu ada.”
Devania Annesya, Elipsis

“Alam ini ada sejak manusia blm bertebaran dibumi, namun manusia memperlakukan alam seolah merekalah yg membuatnya.”
silviamnque

“Aku salalu merasakan kehadiranmu, meski dirimu jauh, bukan karena ada jarak, tapi karena kamu yang diluar orbit lintasanku, tak mungkin aku keluar dari garis edarku. mendekatlah dalam jangkauan gravitasiku, hingga cukup bagiku untuk menjagamu agar selalu ada disisiku”
virga anwarektino

“bumi itu bundar bukan hanya sekedar hamparan datar, jadi keluarlah dan temukan sensasi dari petualangan sampai batas kita melangkah..”
Setyo Setiaji

Dian Nafi
“bercita-cita boleh tinggi asal tetap menginjak bumi. meski jika berdoa dan meminta, tak ada yang tak mungkin bagiNya”
Dian Nafi, Matahari Mata Hati