Radhar Panca Dahana


Born
in Jakarta, Indonesia
March 26, 1965

Genre


Radhar Panca Dahana (lahir di Jakarta, 26 Maret 1965; umur 45 tahun) adalah sastrawan Indonesia. Ia menyelesaikan Program S1 Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Indonesia (1993) dan studi Sosiologi di Ecole des Hautes Etudes en Science Sociales, Paris, Perancis (2001).

Radhar memulai debut sebagai sastrawan sejak usia 10 tahun lewat cerpennya di Harian Kompas, "Tamu Tak Diundang". Lalu, menapak karier jurnalistik sebagai redaktur tamu malalah Kawanku (1977), reporter lepas hingga pemimpin redaksi di berbagai media seperti Hai, Kompas, Jakarta Jakarta, Vista TV, dan Indline.com. Kini, penjaga rubrik Gagasan di Harian Kompas dan pengajar di Universitas Indonesia.

source: wikipedia

Average rating: 3.61 · 1,088 ratings · 137 reviews · 25 distinct worksSimilar authors
Lalu Batu: Antologi Puisi

3.50 avg rating — 38 ratings — published 2004
Rate this book
Clear rating
Menjadi Manusia Indonesia

3.76 avg rating — 25 ratings
Rate this book
Clear rating
Cerita-Cerita Negeri Asap: ...

3.12 avg rating — 26 ratings — published 2005
Rate this book
Clear rating
Lalu Aku

2.71 avg rating — 28 ratings — published 2011
Rate this book
Clear rating
Kabut Manusia

by
2.78 avg rating — 23 ratings — published 2009
Rate this book
Clear rating
Lalu Waktu: Sajak dalam Tig...

by
3.56 avg rating — 18 ratings — published 1994
Rate this book
Clear rating
Manusia Istana: Sekumpulan ...

3.88 avg rating — 16 ratings — published 2015
Rate this book
Clear rating
Ekonomi Cukup: Kritik Buday...

3.63 avg rating — 16 ratings — published 2015
Rate this book
Clear rating
Masa Depan Kesunyian

3.33 avg rating — 9 ratings — published 1997
Rate this book
Clear rating
Dalam Sebotol Coklat Cair d...

3.57 avg rating — 7 ratings — published 2008
Rate this book
Clear rating
More books by Radhar Panca Dahana…

Upcoming Events

No scheduled events. Add an event.

PERCAKAPAN DUA RANTING

kalau pernah kamu bertemu dulu, apa yang
kau inginkan nanti? sepi. kalau nanti kau
dapatkan cinta, bagaimana kau tempatkan
waktu? sendiri. bila hari tak lagi berani
munculkan diri, dan kau tinggal untuk
menanti? cari. andai bumi sembunyi saat
kau berlari? mimpi. lalu malam menyer-
gapmu dalam pandang tiada tepi? hati.
baik...aku tak lagi memberimu mungkin?
kecuali. baik..baik, aku hanya akan menya-
pamu tanpa kecuali? mungkin. dan jika
tetap seperti itu, embun takkan jatuh dari
kalbumu? sampai. akankah kau patahkan
tubuhmu hingga musim tiada berganti?
mari. lalu kau tumbuhkan bunga tanpa
kelopak tanpa daun berhelai-helai? kemari.
juga kau benamkan yang lain dalam jurang
di matamu? aku. katakan bahwa kau mene-
rimamu seperti aku memberimu?...
kau? ya. kau?...aku.


Besancon, oktober sebelas 1997.
Radhar Panca Dahana, Lalu Batu: Antologi Puisi

“Yang membelenggu kita bukan kekuatan-kekuatan luar, entah itu negara agresor, industrialis global, kapitalis tamak, merek ternama atau Hollywood, tapi justru jiwa yang sempit, pikiran yang kerdil, dan imajinasi yang pendek.”
Radhar Panca Dahana



Is this you? Let us know. If not, help out and invite Radhar to Goodreads.