Kenangan Quotes

Quotes tagged as "kenangan" (showing 1-30 of 47)
Dee Lestari
“Kenangan itu cuma hantu di sudut pikiran. Selama kita cuma diam dan nggak berbuat apa-apa, selamanya dia akan tetap jadi hantu. Nggak akan pernah jadi kenyataan.”
Dee Lestari, Perahu Kertas

“Senja tak pernah salah. Hanya kenangan yang kadang membuatnya basah. Dan pada senja, akhirnya kita mengaku kalah.”
nom de plume

“Sebab aku tahu cinta terbaik akan selalu pulang.
Jika kau tak kunjung datang,
barangkali kau memang ditakdirkan sebatas kisah yang hanya layak tersimpan sebagai kenangan”
Boy Candra, Sebuah Usaha Melupakan

Helvy Tiana Rosa
“Dahulu aku sering bertanya sendiri; kalau puisi itu berwujud
akan seperti apakah dia? Matahari? Bulan? Bintang? Gunung?
Laut? Bertahun lalu aku temukan puisi memancar mancar dari matamu,
masuk ke dalam tubuhku. Seperti yang kau duga pada akhirnya
aku tahu puisi tak pernah punya rupa. Ia rasa yang menggenang,
meluap di jemari kenangan. Kenangan bernama engkau”
Helvy Tiana Rosa

Norhayati Berahim
“Kenangan perlu ada dalam hidup untuk dikenang, ditertawakan dan menjadi warisan ingatan kepada anak keturunam”
Norhayati Berahim, Roti Canai Salad Taco

Helvy Tiana Rosa
“Aku telah membuka semua pintu dan melepas merpati-merpati itu pergi. Tanpa pesan, tanpa persinggahan. Melintasi taman paling rindu tempat kau bunuh kenangan kita berkali-kali. Dan sungguh aku tak akan pernah memberinya denyut nadi lagi agar hidup kembali, seperti tokoh-tokoh kartun, yang dulu kau tonton di televisi....”
Helvy Tiana Rosa

“Jika kelak kau punya waktu luang, kukirimkan kau sekotak kenangan.
Juga beberapa pertanyaan ringan.
Apa kabar kamu disana?”
Boy Candra, Sebuah Usaha Melupakan

“Seperti mata yang tenang menunggu sesuatu yang seharusnya pulang.
Akan sesak dadamu jika yang datang hanyalah aku sebagai kenangan”
Boy Candra, Sebuah Usaha Melupakan

Devania Annesya
“... di dunia ini ada beberapa hal yang tidak bisa diubah: manusia-manusia yang hidup di masa lalu. Manusia-manusia yang memilih untuk tinggal dalam kenangan dan menutup mata pada kenyataan.”
Devania Annesya, Muara Rasa

Alfin Rizal
“Aku masih menyapamu setiap senja sebagaimana kau menyapaku dulu; kekasih. Namun kepergianmu membuat senja tak lagi sama. Bahkan puisiku jua.”
Alfin Rizal

Ibnu Din Assingkiri
“Ada banyak tentang senja yang ingin kutulis kerana telah banyak juga senja yang kulalui dalam hidup ini...Entah jika dapat kutulis tentang semua senja-senja yang terlewati – entah berapa ribu kata, entah berapa ratus saga, sedang senja itu hadir hanya seketika sebelum dibungkus gelap malam....”
Ibnu Din Assingkiri, Kumpulan Cerpen: FRAGMEN SENJA

Puthut EA
“Kereta datang. Melompat malas. Mencari kursi dalam gerbong yang nyaris kosong. Senja mulai tua, mendung menambah tua cuaca. Gerimis turun di luar. Dari jendela muram itu bayang-bayang berkelebat. Kota-kota mulai bersolek dengan lampu. Hujan menderas di luar. Kereta semakin cepat. Naik kereta api untuk bisa menangis sendirian. Tangisan sepi.”
Puthut EA

Sam Haidy
“Butiran gula larut dalam kopi hitam
Taburan bintang larut dalam kelam malam

Pahit manis kenangan teraduk
Kuhirup semalam suntuk”
Sam Haidy, Nocturnal Journal

“Ruang di kolong langit itu,
kenangan yang aku tak inginkan lagi ia datang melintas sepi.
Tapi ketika pun kaki ini melangkah menemukannya, kenapa hati ini lantas tersenyum?”
Isyana G.

Rahimidin Zahari
“para penghuni menjadi halimunan
lesap di balik gelombang awan -
yang tinggal hanya nama dan
bayang-bayang; juga sehelai
daun kenangan.

(Sehelai Daun Kenangan)”
Rahimidin Zahari, Kumpulan Puisi: Sehelai Daun Kenangan

“pada akhirnya yang pergi akan kembali,
entah pada pelukan, atau pada masing-masing kenangan”
Rian Prasetia, @sekadar_coretan

Ready Susanto
“betapa nyeri mengatakan
yang tak ingin dikatakan
betapa sakit mengenangkan
yang tak ingin dikenangkan”
Ready Susanto

“tentang pagi yang tak pernah bosan bersama dengan waktu, datang menggantikan sang malam. tentang pagi yang tak pernah lelah bersama dengan waktu, memulai hari menerangi bumi dan tentang pagi yang datang 'tuk sisakan kenangan..”
Setyo Setiaji

“Aku adalah kenangan yang tak mampu kaubuang.”
Ruhana Zaki

Alfin Rizal
“Diamku adalah gegap gempita pasar malam, kala rindu kita sedalam dilema masa silam”
Alfin Rizal, Februarindu

“Setidaknya ada sisi positif dari leher tengeng. Leher tengeng membuat kita tidak bisa melihat kebelakang.”
bagasunggul

“Kau tahu kenapa aku sering mengenangmu kala malam?
Malam selalu bisa menyihir hati untuk lebih jujur.”
Aldani Putri

Kusumastuti
“Pada akhirnya yang paling dikenang dari hidup seseorang bukan penampilannya, bukan barang apa yang ia punyai, bukan juga kalimat-kalimat yang dia ucapkan. Tapi bagaimana mereka membuat kita merasa nyaman atau tidak dengan mereka.”
Kusumastuti, Among the Pink Poppies

Rahimidin Zahari
“jauh di bucu halaman, sumur berumput panjang
dan tangan tuanya menganyam ingatan.

(Lewat Suatu Petang Menyusur Permatang Kenangan)”
Rahimidin Zahari, Piama

Rosli K. Matari
“Kutatap senja.
Untuk melihatmu,
Renunglah pula dinihari
Untuk mengenangku.

(Benarkah Matahari Tersangat Pijar?)”
Rosli K. Matari, Hanya Langit Meratap

“Inspirator kehidupan boleh saja pergi dengan meninggalkan berbagai kenangan. Namun kebaikan yang telah ditinggalkan harus tetap diabadikan. Diteruskan dengan melanjutkan segala perbuatan baik yang pernah mereka lakukan.”
Andy Sukma Lubis, Bait Cinta Sang Musafir

Ready Susanto
“kenyataan indah, sahabat
seperti kenangan yang dibicarakan
di hari-hari kemudian”
Ready Susanto, Surat-Surat dari Kota

Gabriel García Márquez
“...ia lalu mengakhiri pujiannya ke pada mereka semua, bahwa mereka sebaiknya meninggalkan Macondo, bahwa mereka telah melupakan semua yang diajarkan pada mereka tentang dunia dan hati manusia, bahwa mereka telah mengentuti Horatio dan bahwa ke mana saja mereka akan pergi harus selalu mengingat bahwa masa lalu itu adalah sebuah omong kosong, bahwa kenangan tidak akan kembali lagi, bahwa tiap musim gugur yang telah lalu tidak akan bisa dikejar dan bahwa cinta paling liar dan paling ngotot itu pada akhirnya hanyalah kebenaran yang sekejap, tidak berlangsung lama.”
Gabriel García Márquez, One Hundred Years of Solitude

Helvy Tiana Rosa
“Seseorang telah membangun sebuah museum hujan yang megah di kota kenangan, demi menyimpan airmatanya sendiri. Apakabar kamu?”
Helvy Tiana Rosa

Orhan Pamuk
“Kenangan-kenangan ini tidak berhubungan satu sama lain, kecuali bahwa semuanya memiliki keterkaitan dengan cinta. Ka tahu betul bahwa kehidupan adalah rangkaian tanpa arti dari berbagai kejadian acak.”
Orhan Pamuk, Snow

« previous 1
All Quotes | My Quotes | Add A Quote