Lupa Quotes

Quotes tagged as "lupa" Showing 1-11 of 11
Milan Kundera
“The struggle of man against power is the struggle of memory against forgetting”
Milan Kundera, The Book of Laughter and Forgetting

Soe Hok Gie
“Dan seorang pahlawan adalah seorang yang mengundurkan diri untuk dilupakan seperti kita melupakan yang mati untuk revolusi .”
Soe Hok Gie, Catatan Seorang Demonstran

Tasaro G.K.
“Jangan kau ajari cara melupakanmu. Aku lebih tahu itu. Hari-hariku lebih fasih mengeja rasa itu..”
Tasaro GK

Dian Nafi
“Sehingga aku kadang melupakan kebahagiaanku sendiri. Sama seperti berbelas tahun lalu saat aku mengorbankan diriku sendiri demi membuat bapak ibu kandungku senang dan ridlo.”
Dian Nafi, Ayah, Lelaki Itu Mengkhianatiku

“Kamu jangan pernah lupakan doamu, kamu tak akan tahu kapan Tuhan akan mengabulkannya.”
Devania Annesya, X: Kenangan yang Berpulang
tags: doa, lupa, tuhan

“Ada hal-hal yang ingin aku lupakan — saat -saat di mana aku merasa dunia tidak adil dan tak ada seorang pun yang menuntut keadilan untukku.”
Devania Annesya, Februari: Ecstasy

Zen RS
“Dan di hadapan kekuasaan, hal paling mudah yang mesti dilakukan, adalah merawat baik-baik ingatan.”
Zen RS

Ayu Welirang
“Kalau aku boleh meminta, aku ingin melupa semuanya dan membiarkannya berlalu bersama asap ini. Sejenak, aku ingin tenang. Aku menang.”
Ayu Welirang, Februari: Ecstasy

Ready Susanto
“Engkau, “Sedang apa gerangan?” Coba mengingat atau melupa, tak ada beda. Keduanya cuma sesayat luka, atau suka? Tak ada beda.”
Ready Susanto

“Teruslah menghilang sampai aku terbiasa, jangan engkau kembali lagi esok. Karna jika begitu, aku seperti mengulangnya lagi dari awal untuk melupakan. Itu akan sulit, karna aku tahu kau akan menghilang lagi lusa.”
Nurdin Ferdiansyah

“Lupa adalah salah satu nikmat yang diberikan-Nya, bayangkan saja apa yang akan terjadi ketika peristiwa buruk atau pun kenangan yang melalaikan itu tak dapat dilupakan. Hidupmu tidak lebih dari sebuah penjara yang kamu ciptakan sendiri, lubang hitam yang menyerap detik-detik bermanfaatmu, menyeretmu dalam gelap lagi menyesatkan.”
Achmad Aditya Avery