Februari Quotes

Rate this book
Clear rating
Februari: Ecstasy Februari: Ecstasy by Devania Annesya
41 ratings, 3.71 average rating, 14 reviews
Februari Quotes Showing 1-7 of 7
“Ada hal-hal yang ingin aku lupakan — saat -saat di mana aku merasa dunia tidak adil dan tak ada seorang pun yang menuntut keadilan untukku.”
Devania Annesya, Februari: Ecstasy
“Kalau aku boleh meminta, aku ingin melupa semuanya dan membiarkannya berlalu bersama asap ini. Sejenak, aku ingin tenang. Aku menang.”
Ayu Welirang, Februari: Ecstasy
“Di rumah susun ini ada begitu banyak jenis pecandu. Mereka tidak bisa hidup tanpa benda yang dicandunya. Sebenarnya, mereka tidak pernah benar-benar hidup. Manusia memang sebodoh itu. Selemah itu.”
Devania Annesya, Februari: Ecstasy
“Mayang, apa kamu akan membunuhku detik ini juga? Kamu siap ke hilangan aku sekarang? Bukankah kita masih punya waktu untuk bersenang-senang? Kenapa tidak dinikmati dulu?”
Devania Annesya, Februari: Ecstasy
“Aku cuma baru sadar, dalam hidup, yang abadi itu cinta… dan luka.”
Devania Annesya, Februari: Ecstasy
“Aku cuma baru sadar, dalam hidup, yang
abadi itu cinta… dan luka.”
Devania Annesya, Februari: Ecstasy
“Kenapa Nugie selalu lebih memperhatikan Joya ketimbang aku? Kenapa ia harus mencintai saudara kembarku yang menyedihkan itu? Apa aku harus menjadi sama menyedihkannya seperti Joya agar membuat Nugie mencintaiku? Apa yang tidak kumiliki dari Joya? Apa?”
Devania Annesya, Februari: Ecstasy