Teman Quotes

Quotes tagged as "teman" (showing 1-17 of 17)
Windhy Puspitadewi
“Orang nggak bisa milih siapa bapaknya, ibunya, sukunya, warna kulitnya, jenis kelaminnya, bahkan kadang-kadang agamanya. Jadi konyol, kalau aku ngejauhi orang-orang gara-gara hal yang nggak bisa mereka pilih sendiri. Kayak orang bego aja.”
Windhy Puspitadewi, Let Go

Nukila Amal
“Ada ruang kosong di sela-sela sebuah kata. Ada banyak omong kosong di sela-sela bicara--tapi perlu. Adalah percakapan dengan teman yang selalu bisa menjaga kewarasan, menyelamatkanku dari jemu sempurna. Di tengah carut-marut fungsi mekanistik otomatik hampir robotik sebuah industri yang menyelubungi diri dengan judul keramah-tamahan manusia, ada teman-teman--manusia yang hidup dan dekat.”
Nukila Amal, Cala Ibi

Alicia Lidwina
“Ada sesuatu yang hilang setiap kali kau bertemu dengan teman lamamu. Kata lama dalam istilah tersebut seolah menjadi pengekang yang membekukan lidah. Kau akan kehabisan kata-kata, bahkan meski kau menyimpang kenangan manis bersamanya. Kau tahu kau tak akan bisa kembali ke masa-masa itu, dan itulah yang membuatmu membujur kaku—mengutuk kelalaianmu sendiri untuk mengklaim balik posisi yang seharusnya sudah menjadi milikmu: seorang teman.

Tapi kau tahu kau tidak bisa melakukannya.

Kau bukanlah temannya lagi.”
Alicia Lidwina

Annisa Ihsani
“Semua orang aneh dengan caranya sendiri. Terkadang keanehanmu tidak cocok dengan keanehan orang lain, jadi mereka menyebutmu aneh. Tetapi terkadang keanehanmu cocok dengan keanehan seseorang, dan kalian bisa berteman.”
Annisa Ihsani, Teka-Teki Terakhir

“Teruntuk kamu "teman"ku

Awalnya…
Aku yang tak pernah berencana mengenalmu

Namun…
Aku tak pernah menyesal mendengar kisahmu bersama yang bukan aku
Bahkan menatap kesedihan dan kebahagiaan lewat matamu
Adalah hal yang kini tengah kurindu

Aku berbohong jika hatiku berkata
“Aku telah tau konsekuensi terlalu dalam memasuki hidupmu, jadi aku tidak akan jatuh”
Karena nyatanya berada didekatmu sama halnya dengan menggali sebuah lobang
Dan menatapmu adalah caraku menjatuhkan diri dari lobang yang telah kugali

Kuakui, aku yang terlalu bertingkah seakan aku kuat akan segalanya
Sehingga ada hal yang membuatku sadar kuatku hanya bualan kata
Jatuhku…
Dan
Pergimu…”
ninanind

“True Friends look at you with no judgment in their eyes, they know you've made mistakes but they accept you for being human and help you right the wrongs”
vergi crush

“Persahabatan tak pernah diajarkan dibangku sekolah”
nom de plume

Dian Nafi
“Dia membutuhkanku sebagai teman dalam kesepian dan pemberi pelukan di antara kepenatan kerjanya”
Dian Nafi, Just in Love

Tere Liye
“Percayalah, hal yang paling menyakitkan di dunia bukan saat kita lagi sedih banget tapi nggak ada satu pun teman untuk berbagi. Hal yang paling menyakitkan adalah saat kita lagi happy banget tapi justru nggak ada satu pun teman untuk membagi kebahagiaan tersebut. Tapi, ada yang lebih celaka lagi, yaitu ketika kita justru seneng banget pas lihat teman susah, dan sebaliknya terasa susah banget di hati pas lihat teman lagi senang. Hiks! (156)”
Tere Liye, Berjuta Rasanya

Devania Annesya
“Dia hanya temanku,”| “Kau berciuman dengan semua teman laki-lakimu?”| “Hanya pada beberapa yang kurasa menguntungkan.”
Devania Annesya, X: Kenangan yang Berpulang

“Selalu kelilingi diri Anda dengan teman-teman yang memiliki banyak cahaya di dalamnya. Dengan begitu, Anda akan selalu memiliki lilin di sekitar Anda saat hari gelap.”
Suzy Kassem, Rise Up and Salute the Sun: The Writings of Suzy Kassem

“orang yg ada karna bete/nofriend sama orang yg bener-bener care itu beda|
Level perbandingannya sampah sama makanan favorite lo!”
Vergi Crush

“Matahari mengajarkan kita bahwa pada setiap pertemuan yang hangat terdapat sebuah perpisahan yang indah.”
Arief Subagja

“Mempersulit orang adalah alasan kenapa Anda dipersulit di masa depan”
Arief Subagja

“Teman tetaplah teman, yang membedakan adalah teman pada masanya dan teman selamanya”
Arief Subagja

“Saat naik ke puncak gunung ada masanya kita turun, saat pergi ada masanya kita pulang, saat bertemu ada masanya kita berpisah. Pada akhirnya kita sadar bahwa semua ada masanya. Tapi saya harap tidak untuk pertemanan, tidak ada teman pada masanya, hanya teman untuk selamanya.”
Arief Subagja

“Orang-orang hanya melihat kamu dari waktu untuknya, sedangkan mereka tidak melihat apa kesibukanmu, apa prioritasmu dan apa yang sedang kamu perjuangkan”
Arief Subagja