Diri Quotes

Quotes tagged as "diri" (showing 1-15 of 15)
“kalau suatu hari kamu bersedih dan hatimu merasa bagai terluka, mungkin aku belum bisa menjadi penghibur sempurna bagimu. kesedihan pasti akan tetap berada di hati dan bergerak mempengaruhi otakmu. dan kalau kamu mengungkapkan bahwa diriku penyebab kesedihanmu, entah bagaimana aku akan meminta maaf padamu. barangkali aku akan memarahi diriku sendiri hingga separuh diriku ikut membenciku. dengan begitu aku berharap kamu bisa melihat betapa penyesalanku telah melukaimu harus kubayar dengan membenci diri sendiri. seandainya hatimu belum menerima penawar itu, aku tahu harus melakukan apa untuk berusaha menyembuhkan hatimu dan mengembalikannya seutuh selayaknya hati bahagia. mintalah apa yang tak bisa aku lakukan, itu akan aku lakukan dengan segala nurani. malam akan aku tantang untuk berhenti mengutari bumi dan matahari aku tahan dari edarannya.
kalau kamu sedang sendiri, katakan di mana kamu ingin aku menjemputmu supaya kita bisa berjalan berdua dan menggiring jarum jam melaju lebih kencang. tunjuklah titik kecil di langit malam, aku akan mendekati malaikat dan merayunya agar rela mengantarku mengambilnya dan memberikannya padamu agar menemanimu dan kesepian menjauhimu. kalau kamu sedang sendirian di dekat jendela kamarmu sambil menungguku, lihatlah ke arah utara, angin gunung mengantarkan rinduku buatmu. kalau hari ini kamu adalah diriku, cintailah dengan hatimu”
wasiman waz

Goenawan Mohamad
“Bicaralah tentang diriku sebagaimana diriku / tak ada yang diperlunak ataupun dengan rasa dengki diinjak-injak.”
Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 3

Rohmatikal Maskur
“Menatap langit sering kali sama seperti menatap diri sendiri.Karenanya bagi kami langit adalah metafora. Cara menyampaikan apa yang kadang terasa begitu aneh untuk di ungkapkan secara gamblang”
Rohmatikal Maskur

Rohmatikal Maskur
“Ada yang bilang menatap langit sering kali sama seperti menatap diri sendiri.”
Rohmatikal Maskur

“Seseorang yang ada di depan matamu, adalah cerminanmu.”
yora

Wan Mohd Nor Wan Daud
“Saifuddin al-Amidi (1233 Masihi) dalam kitabnya yang terkenal Abkar al-Afkar telah mengumpul dan menganalisis semua takrif ilmu yang terdapat pada zamannya secara terperinci. Beliau mendapati bahawa takrif yang dikemukakan oleh Fakhruddin al-Razi (meninggal dunia 1209 Masihi) adalah yang terbaik. Takrif itu, yang diketengahkan semula dan diperbaiki lagi oleh Profesor Syed Muhammad Naquib al-Attas ialah seperti yang berikut:

Merujuk kepada Allah sebagai asal segala ilmu, ia (ilmu) adalah ketibaan makna sesuatu ke dalam diri seseorang. Apabila merujuk kepada diri sebagai pentafsir, ilmu adalah ketibaan diri seseorang kepada makna tentang sesuatu.
Wan Mohd Nor Wan Daud, Budaya Ilmu: Satu Penjelasan

“Rasul Islam itu sekarang ini dianggap di dalam minda sekular moden sebagai seorang manusia, tidak lebih dari seorang manusia luaran sahaja, seorang yang bersifat bashari, seperti manusia lain juga oleh kerana bagi minda moden seseorang tidak akan lebih daripada realiti fizikal seperti yang direkai oleh konsep manusia menurut aliran pemikiran sains moden yang palsu. Jika dia digambarkan di dalam tradisi pemikiran lampau sebagai lebih daripada hakikat fizikal ini maka ini segera dianggap sebagai hakikat psiki, sebahagian pemikiran dan minda yang negatif, sebuah mimpi, dirinya yagn tersirat yang bersifat bayang-bayang belaka, penakkulan yang salah tentang sifat dan ciri dari diri akalnya di mana diri luarannya yang satu-satunya dianggap 'diri'.”
Baharudin Ahmad, Al-Qasidah Al-Maymunah

Kusumastuti
“Di lantai, ibunya menggeliat, memutar, menggelinding, mengangkat tangan meraih sesuatu di udara, mengangkat kaki sampai seluruh isi roknya terlihat, menarikan tarian yang hanya dapat dicerna oleh dirinya sendiri.”
Kusumastuti, Denting Lara

Dian Nafi
“Ada sebuah panggilan yang seperti datang dari dalam dirinya. Inikah yang selama ini dia cari?”
Dian Nafi, Matahari Mata Hati

Kusumastuti
“Ia mencintai Erik, bukan hanya karena kepribadian Erik menarik hatinya. Tapi ia mencintai Erik, karena bersama Erik, ia lebih menyukai dirinya sendiri.”
Kusumastuti, Denting Lara

Dian Nafi
“mbokyao mengukur diri”
Dian Nafi, Matahari Mata Hati
tags: diri, ukur

Dian Nafi
“ada yang patah arang karena alami pelecehan dst sehingga ingin bunuh diri. karena tak kuat menanggung malu&rasa berdosa.”
Dian Nafi, Muslimah Kudu Happy

“Memang sulit menjadi lebih baik,
Lebih sulit lagi kalau itu hanya berakhir di pikiranmu.”
yora

“Jangan terlalu jauh mencari keindahan. Keindahan berada dalam diri seluruh jagat raya terbentang dalam dirimu. Jadikan dirimu cinta. Maka kau akan dapat memahami dunia”
Sunan Bonang

“Berjamaah lagi kita.
Kuliti daging di pagi buta.
Besok si jagal dengan parangnya
Mata pisau di bawah mata kosongnya

Bapak bersorban di atas mimbar.
Berdiri tegap sunyi lalu berkelakar.

Nak, nikmatilah daging halal mu di antara 365 hari yang kau sia siakan; karena sodara mu , terlalu kenyang pada bangkai mu

Pada detik detik candaan nama ayah mu, ibu mu, ludahi wajah mu sepulang sholat, sepulang kau bermaksiat, menurut perhitungan bola mata mereka



#andradobing”
andra dobing