Gelap Quotes

Quotes tagged as "gelap" Showing 1-19 of 19
“Saya mengetahui malam selalu datang dengan gelap dan ketenangan, sayapun juga mengetahui adanya cahaya dan kebisingan disaat pagi hingga senja dan akhirnya kembali datang malam ditemani tiupan angin yang sunyi. Saat itu saya belajar tentang keseimbangan hidup. Belajar tentang banyak hal yang terjadi diantara kedua hal tersebut. Sunyi dan kebisingan, keduanya selalu mendampingi walau mereka berada hampir selalu berjauhan. Senja tahu tentang kepenatan dan rasa bosan yang diciptakan oleh kebisingan yang memuakan, senjapun juga sempat menyaksikan kebahagian yang diciptakan oleh sunyi walau sebentar tetapi itu sangat indah karna senja berwujud cantik selalu berwarna jingga berkilau emas diiringi sinari matahari yang tenggelam untuk tertidur.”
Randy Juliansyah Nuvus
tags: gelap

Rohmatikal Maskur
“Barangkali, siang hanyalah cara langit menghangatkan sepi. Selepas pagi, berlari dari gelap yang sunyi. Meski nanti akhirnya kembali lagi; pada sepi.”
Rohmatikal Maskur

Pramoedya Ananta Toer
“Dan bukankan satu ciri manusia modern adalah juga kemenangan individu atas lingkungannya dengan prestasi individual? Individu-individu kuat sepatutnya bergabung mengangkat sebangsanya yang lemah, memberinya lampu pada yang kegelapan dan memberi mata pada yang buta”
Pramoedya Ananta Toer

Rohmatikal Maskur
“Terkadang ada saat dimana gelap malam seakan mampu mengerti kamu lebih dari yang lain. Bersama bintang. Bersama bulan. Bersama langit malam. Cukup dengan melihat alam, kamu merasakan kedamaian.”
Rohmatikal Maskur

Rohmatikal Maskur
“Senja adalah rasa yang bertahan, ketika matahari memilih untuk tenggelam. Sebelum akhirnya ditinggal sendirian tanpa cahaya, dalam gelap.”
Rohmatikal Maskur

Mother Teresa
“Tidak jarang, mereka yang menghabiskan waktu untuk memberikan cahaya bagi orang lain justru tetap berada dalam kegelapan

(Come Be My Light, h. 335)”
Mother Teresa

Goenawan Mohamad
“Bagi saya, berdosa bukanlah inti rasa tragis. Intinya adalah kesadaran tentang 'tepi'. Tepi bukanlah batas. Tepi mengandung sesuatu yang sepi, juga menunjukkan keadaan yang genting sebab siapapun akan sendirian ketika ada pelbagai sisi yang dihadapi, ketika seorang tak berada di satu pusat yang mantap. Bukan saja karena terang dan gelap ada dimana mana, tapi juga karena kedua duanya mengandung bahaya”
Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 7

Rohmatikal Maskur
“Gelap tidak pernah mengutuk takdirnya. Meski selalu di hina, di benci bahkan dihindari. Entah karna tidak bisa atau memang ikhlas menerima jalannya.”
Rohmatikal Maskur

Rohmatikal Maskur
“Gelap kembali mengambang bersama awan. Genderang berbunyi sunyi, dan aku masih mentabukan diriku atas segala harap ini.”
Rohmatikal Maskur

“Orang yang datang kepadamu disaat mereka butuh, bahagia saja. Setidaknya, kamu serupa cahaya disaat gelap”
Taufiq Wicahyono

“Pada akhirnya senja hanya semakin menjauh. Namun ia tak pernah sanggup melenyapkan cinta yang paling diam dari pandangan mata, apalagi hati. Lalu aku hanya menunggunya saat magrib tiba.”
nom de plume

“Dibandingkan sesuatu yang cerah,
daku lebih menikmati gelap
yang ditaburi petir bersama rintiknya hujan,
juga gemuruhnya suara sambaran petir yang seketika memecah heningnya malam yang dingin
krutuk trughh...
ngantukku pun terbangun”
Manhalawa

“Haruskah kita melangkah kan kaki di antara nisan yang berbaris.
Dan badai musim ini, akan menjadi sesuatu yang janggal.

Bayang kan kita lebih tinggi dari gagak yang melambung..
Dan bernapas angkuh layaknya firaun...
Tragisnya kita jatuh melesat kebawah bagaikan anak panah.
Suara ini tetap bergema!!! .
.
.
.Kita adalah Hati....
Yang tak pernah di beli atau pun tergadaikan oleh dunia.
Kita adalah Hati...
Yang meredam manis ucapan....
Kita adalah Hati...
Yang tak sebanding dengan bangkai munafik...
Kita adalah hati.....
Dan masa depan mengalir di antara tulang ini

Dan kita adalah Hati..
Yang selamanya berdoa
.
.~andra dobing”
andra dobing

“Jadilah rumahku, ke manapun aku berkelana, selalu berpulang padamu.
Jadilah tanah tempatku berpijak, ke mana pun aku terbang, ku kan kembali pulang,
kala lelah kukepak sayap.
Bisakah kau menjadi udara, setiap hela nafas ini, kau ada.
Bisakah kau menjadi kerlip lilin, kala gelap, kau keindahan sejati.
Berlebihan jika kuminta semua itu?
Cemasku…
Kau menjadi persinggahan sesaat, yang kan terlupa?
Atau kau serupa percik air yang hilang melewati sela-sela jariku?
Bisa saja kau pendar, yang dalam sekejap mata, keindahannya memudar?”
Devania Annesya

“Hitam tak pasti kelam
Hitam tak berarti dendam
Hitam tak selalu muram
Hitam tak tentu karam
Tak jarang justru akan hadir keindahan di tengah gelapnya malam”
Isyana G.

“Seberapa jauh kita melangkah dalam terang? seberapa dalam kita menyelam dalam gelap? apa cahaya yang menuntunmu atau gelap yang mengajarimu?”
nom de plume

“Kamu mungkin adalah gelap tempatku sembunyi, aman terlindung dari pahit ini. Kamu adalah tembok besi tempatku berteduh, menjagaku tetap utuh. Kamu bisa jadi adalah semua itu... kini saatnya melangkah pergi. Tak bisa selamanya dalam gelap dan tembok ini.”
Devania Annesya, Queen: Ingin Sekali Aku Berkata Tidak

“bagai hujan lebat, kamu adalah sosok yang datang tiba-tiba membuat abu-abu”
Taufiq Wicahyono

“Jika kata cinta tak cukup

Oh, mungkin tindakanku yang kurang

Aku cemburu pada malam

Saat gelap ia tetap indah kau pandang

Saat ku datang dengan rasa bersalah

Masih saja tetap tak kau anggap”
Zakiyahdini Hanifah