Lili Pribadi > Lili's Quotes

Showing 1-27 of 27
sort by

  • #1
    Donny Dhirgantoro
    “Sebuah cinta memang harus diungkapkan karena tidak pernah ada cinta yang disembunyikan, kecuali oleh seseorang yang terlalu mencintai dirinya sendiri.”
    Donny Dhirgantoro 5 cm
    tags: 5, cm

  • #2
    Donny Dhirgantoro
    “Mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar, biarkan ia menggantung, mengambang 5 centimeter di depan kening kamu. Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa.
    Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri..
    Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa..
    Keep our dreams alive, and we will survive..
    [5cm]”
    Donny Dhirgantoro

  • #3
    Donny Dhirgantoro
    “Setiap kamu punya mimpi atau keinginan atau cita-cita,
    kamu taruh di sini, di depan kening kamu
    jangan menempel, biarkan dia
    MENGGANTUNG, MENGAMBANG
    5 cm di depan kening kamu
    jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu”
    Donny Dhirgantoro

  • #4
    Dee Lestari
    “Gy, jalan kita mungkin berputar, tetapi satu saat, entah kapan, kita pasti punya kesempatan jadi diri kita sendiri. Satu saat kamu akan jadi penulis dongeng yang hebat. Saya yakin”
    Dee, Perahu Kertas

  • #5
    Dee Lestari
    “Kau hadir dalam ketiadaan,
    Sederhana dalam ketidakmengertian.
    Gerakmu tiada pasti,
    Namun aku selalu disini,
    Menantimu..
    Entah mengapa..

    [Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh]”
    Dee, Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh

  • #6
    Dee Lestari
    “aku gak mau sepuluh, dua puluh tahun dari hari ini, aku masih terus-terusan memikirkan orang yg sama. bingung di antara penyesalan dan penerimaan.”
    Dee, Perahu Kertas

  • #7
    Tere Liye
    “..ajarkan aku untuk selalu memiliki hati yang cantik, hati yang cantik… Tidak peduli meski orang-orang tidak pernah sekali pun menyadari kecantikan hati tersebut.”
    Tere Liye, Berjuta Rasanya

  • #8
    Mark Twain
    “If you tell the truth, you don't have to remember anything.”
    Mark Twain

  • #9
    Helvy Tiana Rosa

    Seperti apakah Anda? Menurut saya, paling tidak Anda adalah apa yang Anda tulis.”
    Helvy Tiana Rosa

  • #10
    Sapardi Djoko Damono
    “tak ada yang lebih tabah
    dari hujan bulan Juni
    dirahasiakannya rintik rindunya
    kepada pohon berbunga itu

    tak ada yang lebih bijak
    dari hujan bulan Juni
    dihapusnya jejak-jejak kakinya
    yang ragu-ragu di jalan itu

    tak ada yang lebih arif
    dari hujan bulan Juni
    dibiarkannya yang tak terucapkan
    diserap akar pohon bunga itu”
    Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni

  • #11
    Radhar Panca Dahana
    PERCAKAPAN DUA RANTING

    kalau pernah kamu bertemu dulu, apa yang
    kau inginkan nanti? sepi. kalau nanti kau
    dapatkan cinta, bagaimana kau tempatkan
    waktu? sendiri. bila hari tak lagi berani
    munculkan diri, dan kau tinggal untuk
    menanti? cari. andai bumi sembunyi saat
    kau berlari? mimpi. lalu malam menyer-
    gapmu dalam pandang tiada tepi? hati.
    baik...aku tak lagi memberimu mungkin?
    kecuali. baik..baik, aku hanya akan menya-
    pamu tanpa kecuali? mungkin. dan jika
    tetap seperti itu, embun takkan jatuh dari
    kalbumu? sampai. akankah kau patahkan
    tubuhmu hingga musim tiada berganti?
    mari. lalu kau tumbuhkan bunga tanpa
    kelopak tanpa daun berhelai-helai? kemari.
    juga kau benamkan yang lain dalam jurang
    di matamu? aku. katakan bahwa kau mene-
    rimamu seperti aku memberimu?...
    kau? ya. kau?...aku.


    Besancon, oktober sebelas 1997.
    Radhar Panca Dahana, Lalu Batu: Antologi Puisi

  • #12
    Hamka
    “Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Jika ia jatuh pada tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesucian hati, keikhlasan, setia, budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai terpuji.”
    HAMKA

  • #13
    Hamka
    “Kecantikan yang abadi terletak pada keelokan adab dan ketinggian ilmu seseorang. Bukan terletak pada wajah dan pakaiannya.”
    Hamka

  • #14
    Hamka
    “Kata-kata yang lemah dan beradab dapat melembutkan hati dan manusia yang keras.”
    Hamka

  • #15
    Bil Keane
    “Yesterday is history, tomorrow is a mystery, today is a gift of God, which is why we call it the present.”
    Bill Keane

  • #16
    Soe Hok Gie
    “Tapi sekarang aku berpikir sampai di mana seseorang masih tetap wajar, walau ia sendiri tidak mendapatkan apa-apa. seseorang mau berkorban buat sesuatu, katakanlah, ide-ide, agama, politik atau pacarnya. Tapi dapatkah ia berkorban buat tidak apa-apa.”
    Soe Hok Gie, Catatan Seorang Demonstran

  • #17
    Sapardi Djoko Damono
    “Secangkir kopi yang dengan tenang menunggu kau minum itu tidak pernah mengusut kenapa kau bisa membedakan aromanya dari asap yang setiap hari kau hirup ketika berangkat dan pulang kerja di kota yang semakin tidak bisa mengerti kenapa mesti ada secangkir kopi yang tersedia di atas meja setiap pagi”
    Sapardi Djoko Damono

  • #18
    Sapardi Djoko Damono
    “aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
    dengan kata yang tak sempat diucapkan
    kayu kepada api yang menjadikannya abu

    aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
    dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”
    Sapardi Djoko Damono

  • #19
    Pramoedya Ananta Toer
    “Biarlah hati ini patah karena sarat dengan beban, dan biarlah dia meledak karena ketegangan. Pada akhirnya perbuatan manusia menentukan, yang mengawali dan mengakhiri. Bagiku, kata-kata hiburan hanya sekedar membasuh kaki. Memang menyegarkan. Tapi tiada arti. Barangkali pada titik inilah kita berpisah...”
    Pramoedya Ananta Toer, Arus Balik

  • #21
    Soe Hok Gie
    “Dunia ini adalah dunia yang aneh. Dunia yang hijau tapi lucu. Dunia yang kotor tapi indah. Mungkin karena itulah saya telah jatuh cinta dengan kehidupan. Dan saya akan mengisinya, membuat mimpi-mimpi yang indah dan membius diri saya dalam segala-galanya. Semua dengan kesadaran. Setelah itu hati rasanya menjadi lega.”
    Soe Hok Gie
    tags: hidup

  • #22
    “Kun fayakun, maka awalnya awan impian, kini hidup yang nyata. Jadi jangan pernahkan remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar”.”
    A. Fuadi

  • #23
    Voltaire
    “Semakin aku banyak membaca, semakin aku banyak berpikir; semakin aku banyak belajar, semakin aku sadar bahwa aku tak mengetahui apa pun”
    Voltaire

  • #24
    Dian Nafi
    “Sebab Tuhan selalu punya cara yang indah untuk membuat hambaNya selalu tersenyum meski dalam tangis sekalipun. Bukankah kopi itu akan terasa pahit jika tak berkolaborasi dengan gula. Gula juga tak akan terasa nikmat jika tak bercampur dengan kopi. Maka pahit dan manis itu adalah karya alam yang sangat”
    Dian Nafi - Endang S, Lelaki: Kutunggu Lelakumu

  • #25
    Sapardi Djoko Damono
    Dalam Doaku

    Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening karena akan menerima suara-suara

    Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala, dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan muskil kepada angin yang mendesau entah dari mana

    Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis, yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan terbang lalu hinggap di dahan mangga itu

    Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya
    di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku

    Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku, yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia
    demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi bagi kehidupanku

    Aku mencintaimu..

    Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu

    (1989)”
    Sapardi Djoko Damono

  • #26
    “Kita hidup dalam sangkar yang terbuat dari tuntutan, rutinitas, dan kebiasaan, dan setelah begitu lama hidup dalam batas-batas ini, kita lupa bahwa sesungguhnya terperangkap”
    Peter O'Connor, When Tomorrow Comes & Seeking Daylight's End
    tags: wisdom

  • #27
    Gabriel García Márquez
    “What matters in life is not what happens to you but what you remember and how you remember it.”
    Gabriel Garcia Marquez

  • #28
    Karina Ayu Pradita
    “Terkadang, seseorang yang kita butuhkan adalah seseorang yang tidak hanya menemani kita saat kita bahagia, atau menunggui kita di saat kita tengah dirundung suatu kesedihan, tetapi seseorang yang juga mampu mengingatkan kita, bahkan mungkin menampar kita, kemudian mengembalikan kita pada jalur yang benar ketika salah. Seseorang yang terbungkus tak kasat mata dalam selimut yang kita sebut, sahabat.”
    Karina Ayu Pradita, Chiffon Cake



Rss