Buruk Quotes

Quotes tagged as "buruk" Showing 1-9 of 9
Pramoedya Ananta Toer
“Setiap pengalaman yang tidak dinilai baik oleh dirinya sendiri ataupun orang lain akan tinggal menjadi sesobek kertas dari buku hidup yang tidak punya makna. Padahal setiap pengalaman tak lain daripada fondasi kehidupan”
Pramoedya Ananta Toer, Nyanyi Sunyi Seorang Bisu 2

Goenawan Mohamad
“Sejarah terbentuk dari siklus. Riwayat berputar seperti roda gerobak sapi. Masa baik datang, tapi nanti masa buruk menggantikan. Bila itu terjadi, bagaimana pun baiknya manusia, malapetaka tak akan terelakkan .”
Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 1

Devania Annesya
“Bagaimana mungkin kamu pergi begitu saja setelah semua hal yang terjadi? Kamulah yang terburuk! Karena kamu datang serupa angin, mengisi yang hampa, untuk kemudian pergi begitu saja, seakan tidak terjadi apa-apa.”
Devania Annesya, Maya Maia

Dian Nafi
“Aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Bagaimana menamakannya. Kurasa ini bukan cinta. Tapi tentu saja juga bukan nafsu, aku tidak seburuk itu. Katakan padaku, adakah kau tahu apakah ini, Yudhistira?(Kemala)”
Dian Nafi, Just in Love

“Iya, hidup itu memang pilihan.

Lurus ataupun berliku.
Baik ataupun buruk.
Berdiri ataupun duduk.
Hitam ataupun putih.
Merangkak ataupun berlari.
Diam atau beraksi.

Semua berhak memilih jalan hidupnya yang dianggap benar ataupun sekedar pantas.

Namun seberliku apapun itu, bagaimanapun itu, selalu berharap langkahku mengarah kepada kebenaran.”
Isyana G.

Kusumastuti
“Mata itu, bunga ini, mungkin ia tidak seburuk yang aku kira.”
Kusumastuti, Blue Vino

“Setan-setan kecil itu bisa saja tumbuh menjadi malaikat, dan juga sebaliknya. Tapi kita bisa jadi keduanya.”
nom de plume

Kusumastuti
“Ia harus berhati-hati. Ia sudah mengalami hal terburuk yang mungkin dilakukan seseorang padanya dan ia bersumpah untuk melakukan apa saja agar hal itu tidak terulang.”
Kusumastuti, Berlabuh di Lindoeya

Devania Annesya
“Kamu nggak seburuk itu, Atran. Kamu nggak seburuk yang orang-orang bilang. Jangan dengarkan mereka. Kamu cuma perlu dengar kataku saja. Percaya padaku saja.”
Devania Annesya, Elipsis