Mahasiswa Quotes

Quotes tagged as "mahasiswa" Showing 1-29 of 29
Pidi Baiq
“Dulu, nama besar kampus disebabkan oleh karena kehebatan mahasiswanya. Sekarang, mahasiswa ingin hebat karena nama besar kampusnya.”
Pidi Baiq, at-Twitter: Google Menjawab Semuanya Pidi Baiq Menjawab Semaunya

Pramoedya Ananta Toer
“Nilai yang diwariskan oleh kemanusiaan hanya untuk mereka yang mengerti dan membutuhkan. Humaniora memang indah bila diucapkan para mahaguru—indah pula didengar oleh mahasiswa berbakat dan toh menyebalkan bagi mahasiswa-mahasiswa bebal. Berbahagialah kalian, mahasiswa bebal, karena kalian dibenarkan berbuat segala-galanya.”
Pramoedya Ananta Toer, House of Glass

Lenang Manggala
“Aku menulis puisi: karena kesedihan tidak bisa menuliskan dirinya sendiri; karena petaka tidak bisa mengabarkan gaduhnya sendiri.”
Lenang Manggala

Lenang Manggala
“Hanya ada dua pilihan untuk memenangkan kehidupan: keberanian, atau keihlasan. Jika tidak berani, ikhlaslah menerimanya. Jika tidak ikhlas, beranilah mengubahnya.”
Lenang Manggala

Lenang Manggala
“Masih teralu banyak mahasiswa yang sibuk berbicara soal kesuksesan dan tercapainya pekerjaan yang diharapkan. Pengabdian, seolah hanya tugas bagi para veteran.”
Lenang Manggala, Perempuan Dalam Hujan

Lenang Manggala
“Kita semua bisa melakukannya, jika Isra' Mi'raj didefinisikan sebagai perjalanan menuju ruang pemaknaan. Buroqnya? Kesabaran dan pikiran yang terbuka.”
Lenang Manggala

Lenang Manggala
“Bersemangat dan bersyukurlah jika ada banyak pekerjaan yang harus Anda selesaikan. Seseorang dengan penyakit kanker otak, lumpuh karena kecelakaan lalu lintas, atau seseorang yang tengah pusing menyusun lamaran pekerjaannya, pasti sangat mengharapkan untuk ada di posisi Anda sekarang. Jika demikian, bukankah memalukan apabila ada keluhan yang terposting di media sosial Anda?”
Lenang Manggala

Lenang Manggala
“Tentang menciptakan perubahan untuk Indonesia, Saya percaya, bahwa Indonesia adalah kapal yang sangat besar. Untuk membelokkan kapal yang besar, kita butuh kebersamaan untuk mencipta tenaga yang besar, dalam waktu yang tidak sebentar. Memang tidak mudah. Namun, bukan berarti tidak usah.”
Lenang Manggala

Lenang Manggala
“Dibenci, adalah sesuatu yang harus Anda persiapkan sejak dini. Kadang-kadang, kebaikan menimbulkan kebencian. Dan begitupula, sebaliknya.
Tugas Anda untuk bermanfaat bagi sesama, memang iya. Tapi, untuk menyenangkan seluruh orang di sekitar Anda, jangan bercanda!”
Lenang Manggala

Lenang Manggala
“Aku tidak ingin menjadi lilin yang berbinar. Aku adalah kobar: api yang membakar!”
Lenang Manggala

Lenang Manggala
“Pendidikan, adalah ujung tombak peradaban; juri kunci kesejahteraan.”
Lenang Manggala

Lenang Manggala
“Perasaan mencintai adalah angin kepada api. Kadang-kadang menyalakan, kadang-kadang melenyapkan.”
Lenang Manggala

Tomi Wibisono
“anak-anak komunikasi kan pada jago menulis, tapi mereka hanya terjebak pada tugas-tugas kuliah. Kurang banyak manfaatnya ketika kamu jago menulis, tapi akhirnya hanya buat dosen. Padahal tulisanmu bisa buat publik.”
Tomi Wibisono

Lenang Manggala
“Ada banyak cara untuk bertumbuh: minum susu dan tarik selimutmu, atau berdiskusilah hingga habis jam tidurmu.”
Lenang Manggala

Lenang Manggala
“Kebenaran mungkin memang bisa disembunyi-belok-salahkan. Tapi kebenaran, selamanya tak kan pernah bisa dikalahkan.”
Lenang Manggala, Negara 100 Kata

Lenang Manggala
“Hidup cuma sebentar. Berhenti menanam gusar, dan jadilah besar!”
Lenang Manggala

Lenang Manggala
“Tidak ada yang tidak mungkin, sampai kata 'tidak mungkin' itu Anda proyeksikan pada pikiran Anda sendiri. Kata-kata adalah doa. Sekaligus rencana yang kita ajukan pada semesta.”
Lenang Manggala

Lenang Manggala
“Mencintai ialah mencintai. Bukan semata upaya pemenuhan hasrat untuk memiliki. Pelukan ialah jembatan. Bukan lilit tali yang saling membelit gerakan.”
Lenang Manggala

Lenang Manggala
“Kamu, ialah mimpi buruk di antara tidur lelapku: yang membangunkanku lebih dini; yang menghebatkanku lebih pagi.”
Lenang Manggala

“Siapa yang terbaik dalam menawarkan khidmatnya serta terhimpun pada dirinya ciri-ciri al-Qawiyul Amin, maka dialah yang layak untuk menang walau dari kelompok mana sekalipun dia datang.”
Amir 'Izzuddin Muhammad

Yoza Fitriadi
“Kami memang belum mampu bicara banyak di sepakbola. Namun atlit kami kami berhasil meraih podium tertinggi di event bulutangkis tertua di dunia,” sahutku bangga menahan air mata yang tinggal menunggu waktu untuk pecah.
Merah putih pun berkibar dengan gagahnya beriring kumandang Indonesia Raya.

(I am an Indonesian and I am proud, Dunia Tanpa Huruf R)”
Yoza Fitriadi, Dunia Tanpa Huruf R

Lenang Manggala
“Teruslah belajar dan jangan pernah takut untuk berubah. Bukan untuk menjadi sempurna (karena bahkan Tuhan pun masih kerap dituduh kurang baik dalam melaksanakan tugas-Nya), tapi untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Ingat! Untuk perkembangan. Bukan kesempurnaan.”
Lenang Manggala

Lenang Manggala
“Tidak ada pohon perjuangan yang berbuah kesia-siaan.”
Lenang Manggala, Negara 100 Kata

“Jika pendidikan tidak mendorong manusia untuk berjuang mewujudkan impiannya, berbagi dan berkarya untuk berkontribusi pada lingkungannya, serta mengokohkan keimanan pada Sang Pencipta, maka untuk apa pendidikan itu ada?”
Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia

Yoza Fitriadi
“Inilah rupa kami, berdandan seakan-akan bukan generasi intelek yang melekat pada jiwa mahasiswa. Rambut 1 cm untuk laki-laki dan kepang jalin 17 untuk perempuan, dasi kantor warna mencolok, celana dasar hitam yang ujungnya dimasukkan ke dalam kaos kaki belang. Menyandang tas karung gandum bertali sumbu kompor dengan berbagai macam isi, plus papan nama dari karton dengan inisial masing-masing. Ini rupanya pakaian mahasiswa.

(Agustus 10 Tahun Silam, Dunia Tanpa Huruf R)”
Yoza Fitriadi, Dunia Tanpa Huruf R

“mengapakah ibadah yang dilakukan seringkali bersifat egosentrik dan pentingkan diri sendiri? Sedarkah kita wahai Mahasiswa? Kita mahu ke syurga tetapi seorang diri. Hairan. Bukankah sepatutnya kesolehan ritual melahirkan kesolehan sosial?”
Amir 'Izzuddin Muhammad

Tomi Wibisono
“Buku ini (Questioning Everything) hadir sebagai wujud resistensi pribadi kami selaku mahasiswa terhadap sistem perkuliahan. Sebuah sistem di mana para pembelajar seolah diambil paksa ruang kreatifnya dengan tekanan-tekanan yang memuakkan. daya cipta terenggut lantaran tak ad alagi waktu untuk menempa sesuatu yang lebih mengandung arti dan menyenangkan”
Tomi Wibisono, Questioning Everything! kreativitas di dunia yang tidak baik-baik saja

“Ketika sebuah perjuangan menghasilkan satu komitmen, ketika sebuah proses menghasilkan satu tujuan, ingat kawan! Hasil tidak akan mengkhianati sebuah proses!”
Arief Subagja

“Guru yang buruk, adalah guru yang berbicara. Sedang guru yang baik, adalah guru yang dapat mentransformasikan ilmunya. Akan tetapi, seorang guru yang luar biasa dan dapat dijadikan harapan untuk menumbuh-kembangkan negeri ini, adalah guru yang berhasil menginspirasi. Dengan karyanya, dengan keteladanannya.”
Lenang Manggala, Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia