Forensik Books
Showing 1-50 of 66
Whispers of the Dead (David Hunter, #3)
by (shelved 4 times as forensik)
avg rating 4.17 — 19,615 ratings — published 2009
The Calling of the Grave (David Hunter, #4)
by (shelved 3 times as forensik)
avg rating 4.03 — 14,919 ratings — published 2010
The Chemistry of Death (David Hunter, #1)
by (shelved 3 times as forensik)
avg rating 4.18 — 40,613 ratings — published 2006
Totenfang (David Hunter, #5)
by (shelved 2 times as forensik)
avg rating 4.17 — 10,530 ratings — published 2016
Written in Bone (David Hunter, #2)
by (shelved 2 times as forensik)
avg rating 4.21 — 24,864 ratings — published 2007
The Little Book of Forensics (Paperback)
by (shelved 2 times as forensik)
avg rating 3.43 — 223 ratings — published 2007
Forensics: What Bugs, Burns, Prints, DNA and More Tell Us About Crime (Hardcover)
by (shelved 2 times as forensik)
avg rating 4.09 — 13,417 ratings — published 2014
Last to Die (Rizzoli & Isles, #10)
by (shelved 2 times as forensik)
avg rating 4.13 — 38,415 ratings — published 2012
The Silent Girl (Rizzoli & Isles, #9)
by (shelved 2 times as forensik)
avg rating 4.15 — 46,837 ratings — published 2011
The Science of Murder: The Forensics of Agatha Christie (Paperback)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 3.84 — 2,625 ratings — published 2021
Zerschunden (Fred Abel, #1)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 3.73 — 1,651 ratings — published 2015
30-Second Forensic Science: 50 Key Topics Revealing Criminal Investigation from Behind the Scenes, Each Explained in Half a Minute (Hardcover)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 3.64 — 113 ratings — published 2018
Hund, Wolf, Schakal (Hardcover)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 4.20 — 1,945 ratings — published 2022
Il libro dell'Es. Lettere di psicoanalisi a un'amica (Paperback)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 3.76 — 178 ratings — published 1923
Mord im Rückfall: 45 Fallgeschichten über das Töten (Kindle Edition)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 3.50 — 6 ratings — published
Unschuldig: True Crime Storys (German Edition)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 4.12 — 52 ratings — published
CSI Linux: Investigator's Starting Guide (Kindle Edition)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 5.00 — 5 ratings — published
206 Bones (Temperance Brennan, #12)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 3.94 — 29,426 ratings — published 2009
Bare Bones (Temperance Brennan, #6)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 3.97 — 41,843 ratings — published 2003
Déjà Dead (Temperance Brennan, #1)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 3.88 — 156,865 ratings — published 1997
トレース 科捜研法医研究員の追想 10 [Torēsu: Kasōken Hōi Kenkyūin no Tsuisō 10] (Trace: Recollections of a Forensic Researcher, #10)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 4.11 — 56 ratings — published
The Last Widow (Will Trent, #9)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 4.13 — 74,641 ratings — published 2019
Schneefall & Ein ganz normaler Tag (David Hunter #4.6)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 3.53 — 462 ratings — published
Forensics for Dummies (Paperback)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 4.07 — 580 ratings — published 2004
Verräterische Gene: Sternstunden der Kriminaltechnik. Ein Pionier der DNA-Analyse erzählt (German Edition)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 3.67 — 3 ratings — published
Like a Charm (Paperback)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 3.40 — 2,761 ratings — published 2004
The Kept Woman (Will Trent, #8)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 4.15 — 88,678 ratings — published 2016
Katz und Maus (David Hunter #4.5)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 3.41 — 1,015 ratings — published
Unseen (Will Trent, #7)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 4.17 — 64,712 ratings — published 2013
Criminal (Will Trent, #6)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 4.28 — 75,773 ratings — published 2012
Fallen (Will Trent, #5)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 4.22 — 80,734 ratings — published 2011
Broken (Will Trent, #4)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 4.17 — 85,837 ratings — published 2010
Faithless (Grant County, #5)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 4.10 — 55,531 ratings — published 2005
Undone (Will Trent, #3)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 4.23 — 88,430 ratings — published 2009
Blindsighted (Grant County, #1)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 4.10 — 126,373 ratings — published 2001
Triptych (Will Trent, #1)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 4.13 — 133,922 ratings — published 2006
Indelible (Grant County, #4)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 4.15 — 62,739 ratings — published 2004
Fractured (Will Trent, #2)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 4.16 — 103,853 ratings — published 2008
A Faint Cold Fear (Grant County, #3)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 4.03 — 66,351 ratings — published 2003
Beyond Reach (Grant County, #6)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 4.20 — 48,838 ratings — published 2007
Kisscut (Grant County, #2)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 4.07 — 72,695 ratings — published 2002
トレース 科捜研法医研究員の追想 8 [Torēsu: Kasōken Hōi Kenkyūin no Tsuisō 8] (トレース 科捜研法医研究員の追想, #8)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 4.39 — 82 ratings — published 2019
Trace: Recollections of a Forensic Researcher 7 (Paperback)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 4.30 — 90 ratings — published 2019
Trace: Recollections of a Forensic Researcher 6 (Paperback)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 4.18 — 99 ratings — published 2019
Trace: Recollections of a Forensic Researcher 5 (Paperback)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 4.18 — 111 ratings — published 2018
Die ewigen Toten (David Hunter #6)
by (shelved 1 time as forensik)
avg rating 4.20 — 9,613 ratings — published 2019
“ANATOMI CINTA
(dingin, klinis, nihilistik)
Aku masuk ruang autopsi itu dibayangi pretensi dan halusinasi.
Aku nyalakan lampu neon dingin yang mengiris mata.
Aku kenakan sarung tangan lateks dan pisau bedah #11.
Ini tubuh yang harus dibedah dengan presisi dan tanpa empati.
Aku mulai dari permukaan:
kulit tipis yang dulu kau sebut rasa.
Warnanya pucat, tak lebih dari jaringan mati
yang dibentuk oleh harapan yang tak pernah terwujud.
Dengan pisau mikro,
aku membuka lapisan idealisasi—
ia terkelupas dengan mudah,
seperti cat murahan yang dikerat dari dinding lembap.
Di bawahnya tidak ada otot kerelaan atau pengabdian,
tidak ada tendon komitmen,
tidak ada saraf yang merespon sentuhan.
Hanya kepingan-kepingan fantasi
yang mencair ketika terkena cahaya.
Aku memeriksa tulang-tulangnya:
rapuh, menyerupai serpihan,
retak bahkan sebelum disentuh.
Ini bukan kerangka cinta,
ini bangkai ilusi yang dipoles dengan ingatan palsu.
Aku membelah rongga dada:
kosong.
Tak ada jantung.
Tak ada paru-paru.
Tak ada vena yang menyalurkan kehangatan.
Hanya gema langkahku sendiri,
memantul seperti seseorang yang terjebak
di lorong rumah sakit tua.
Aku mengangkat kepalanya,
mengupas kulit batok pikirannya:
di sana kutemukan diriku—
berkali-kali memahat wajahmu
dengan imajinasi yang kupaksakan
agar tampak suci dan tak tersentuh.
Apa yang aku temukan:
ternyata aku mencintai
pantulanku sendiri
lebih dari dirimu.
Aku mengambil sampel terakhir:
sisa-sisa asa yang tak pernah
kau beri.
Kumasukkan ke dalam tabung formalin—
diam, mengambang, tanpa makna.
Kesimpulan autopsi:
Cinta ini mati bukan karena kehilanganmu.
Cinta ini mati karena aku
mengira ilusi bisa berubah
menjadi manusia.
Dan kini, dengan tangan yang masih berlumur darah dari nyala yang telah mendingin,
aku menutup kembali tubuh yang tak pernah hidup itu.
Pada labelnya kutuliskan:
“Penyebab kematian:
Idealisasi yang berlebihan.
Subjek: Tidak pernah ada.”
Desember 2025”
―
(dingin, klinis, nihilistik)
Aku masuk ruang autopsi itu dibayangi pretensi dan halusinasi.
Aku nyalakan lampu neon dingin yang mengiris mata.
Aku kenakan sarung tangan lateks dan pisau bedah #11.
Ini tubuh yang harus dibedah dengan presisi dan tanpa empati.
Aku mulai dari permukaan:
kulit tipis yang dulu kau sebut rasa.
Warnanya pucat, tak lebih dari jaringan mati
yang dibentuk oleh harapan yang tak pernah terwujud.
Dengan pisau mikro,
aku membuka lapisan idealisasi—
ia terkelupas dengan mudah,
seperti cat murahan yang dikerat dari dinding lembap.
Di bawahnya tidak ada otot kerelaan atau pengabdian,
tidak ada tendon komitmen,
tidak ada saraf yang merespon sentuhan.
Hanya kepingan-kepingan fantasi
yang mencair ketika terkena cahaya.
Aku memeriksa tulang-tulangnya:
rapuh, menyerupai serpihan,
retak bahkan sebelum disentuh.
Ini bukan kerangka cinta,
ini bangkai ilusi yang dipoles dengan ingatan palsu.
Aku membelah rongga dada:
kosong.
Tak ada jantung.
Tak ada paru-paru.
Tak ada vena yang menyalurkan kehangatan.
Hanya gema langkahku sendiri,
memantul seperti seseorang yang terjebak
di lorong rumah sakit tua.
Aku mengangkat kepalanya,
mengupas kulit batok pikirannya:
di sana kutemukan diriku—
berkali-kali memahat wajahmu
dengan imajinasi yang kupaksakan
agar tampak suci dan tak tersentuh.
Apa yang aku temukan:
ternyata aku mencintai
pantulanku sendiri
lebih dari dirimu.
Aku mengambil sampel terakhir:
sisa-sisa asa yang tak pernah
kau beri.
Kumasukkan ke dalam tabung formalin—
diam, mengambang, tanpa makna.
Kesimpulan autopsi:
Cinta ini mati bukan karena kehilanganmu.
Cinta ini mati karena aku
mengira ilusi bisa berubah
menjadi manusia.
Dan kini, dengan tangan yang masih berlumur darah dari nyala yang telah mendingin,
aku menutup kembali tubuh yang tak pernah hidup itu.
Pada labelnya kutuliskan:
“Penyebab kematian:
Idealisasi yang berlebihan.
Subjek: Tidak pernah ada.”
Desember 2025”
―




