Jarak Quotes

Quotes tagged as "jarak" Showing 1-15 of 15
Joko Pinurbo
“Jarak itu sebenarnya tak pernah ada. Pertemuan dan perpisahan dilahirkan oleh perasaan”
Joko Pinurbo, Celana Pacarkecilku di Bawah Kibaran Sarung

Laksmi Pamuntjak
“Perjalanan: melatih diri untuk tetap menjaga jarak seraya berbagi begitu banyak.”
Laksmi Pamuntjak, Amba

Helvy Tiana Rosa
“Pada jarak ribuan kilometer darimu kukenali aroma pagi yang senantiasa menumbuhkan niscaya. Lalu apakah arti jarak bila kau tak pernah pergi dari hati dan benak?”
Helvy Tiana Rosa

Ariel Seraphino
“Saya pikir rindu hanya bisa diaplikasikan ketika jauh dan berjarak. Karena ketika kemudian bertemu itu sudah tidak relevan lagi.”
Ariel Seraphino

“Jaraklah yang mempertemukan kita. Bukan memisahkan. Bila tak ada jarak, tiada kita. Hanya aku. Kamu.”
Dian Nafi - Nessa K
tags: jarak

“jarak berbanding lurus dengan rindu.”
Dini Meditria

“Mengapa Tuhan menciptakan waktu? Waktu hanya akan merintangi banyak hal, seperti
batasan usia dan lain sebagainya. Waktu juga mampu menciptakan jarak tak kasat mata.”
Devania Annesya, Elipsis

Rohmatikal Maskur
“Kadang tanpa sadar kita memperpanjang jarak antara jiwa jiwa, kemudian lupa cara kembali untuk duduk bersama.”
Rohmatikal Maskur

“kita hanya punya kisah yang begitu pendek untuk kita tuliskan pada jarak yang teramat panjang.
rindu seperti apakah yang mampu menutupi halaman-halaman kosongnya perempuanku?”
firman nofeki

Musa Rustam
“Bagaimana kamu disana?
Mengingat senyum itu adalah tanda jurang pemisah
antara ketidakmampuan dan keinginan mendekapmu
seperti senja yang tidak hadir ketika hujan”
Musa Rustam, Melukis Asa

“Selalu ada jarak di setiap kedekatan”
Saiful Assa

“Dalam keterbatasan kita hanya bisa bersabar, lalu kemudian apakah jarak disebut sebagai keterbatasan?”
Siska Astriana

“Dampak negatif berupa jarak psikologis antar anggota keluarga terkadang tak terlihat sebab bergulir dari hari ke hari tanpa disadari.”
nom de plume
tags: jarak

Nailal Fahmi
“Mari kita mengambil langkah untuk sedikit berjeda. Karena kamu tahu, kerinduan adalah konspirasi antara waktu dan jarak.”
Nailal Fahmi, Pada Suatu Hari yang Biasa

Titon Rahmawan
“ANATOMI CINTA
(dingin, klinis, nihilistik)

Aku masuk ruang autopsi itu dibayangi pretensi dan halusinasi.
Aku nyalakan lampu neon dingin yang mengiris mata.
Aku kenakan sarung tangan lateks dan pisau bedah #11.
Ini tubuh yang harus dibedah dengan presisi dan tanpa empati.

Aku mulai dari permukaan:
kulit tipis yang dulu kau sebut rasa.
Warnanya pucat, tak lebih dari jaringan mati
yang dibentuk oleh harapan yang tak pernah terwujud.

Dengan pisau mikro,
aku membuka lapisan idealisasi—
ia terkelupas dengan mudah,
seperti cat murahan yang dikerat dari dinding lembap.

Di bawahnya tidak ada otot kerelaan atau pengabdian,
tidak ada tendon komitmen,
tidak ada saraf yang merespon sentuhan.
Hanya kepingan-kepingan fantasi
yang mencair ketika terkena cahaya.

Aku memeriksa tulang-tulangnya:
rapuh, menyerupai serpihan,
retak bahkan sebelum disentuh.
Ini bukan kerangka cinta,
ini bangkai ilusi yang dipoles dengan ingatan palsu.

Aku membelah rongga dada:
kosong.
Tak ada jantung.
Tak ada paru-paru.
Tak ada vena yang menyalurkan kehangatan.
Hanya gema langkahku sendiri,
memantul seperti seseorang yang terjebak
di lorong rumah sakit tua.

Aku mengangkat kepalanya,
mengupas kulit batok pikirannya:
di sana kutemukan diriku—
berkali-kali memahat wajahmu
dengan imajinasi yang kupaksakan
agar tampak suci dan tak tersentuh.

Apa yang aku temukan:
ternyata aku mencintai
pantulanku sendiri
lebih dari dirimu.

Aku mengambil sampel terakhir:
sisa-sisa asa yang tak pernah
kau beri.
Kumasukkan ke dalam tabung formalin—
diam, mengambang, tanpa makna.

Kesimpulan autopsi:
Cinta ini mati bukan karena kehilanganmu.
Cinta ini mati karena aku
mengira ilusi bisa berubah
menjadi manusia.

Dan kini, dengan tangan yang masih berlumur darah dari nyala yang telah mendingin,
aku menutup kembali tubuh yang tak pernah hidup itu.
Pada labelnya kutuliskan:

“Penyebab kematian:
Idealisasi yang berlebihan.
Subjek: Tidak pernah ada.”

Desember 2025”
Titon Rahmawan