Helvy > Helvy's Quotes

Showing 1-30 of 219
« previous 1 3 4 5 6 7 8
sort by

  • #1
    Helvy Tiana Rosa
    “Buku yang baik adalah buku yang bisa membuatmu bergerak.”
    Helvy Tiana Rosa

  • #2
    Helvy Tiana Rosa
    “Kan sudah pernah kubilang padamu: aku tidak bisa mencintaimu dengan sederhana. Aku mencintaimu dengan semua kerumitan itu, pelik yang berkelip pelangi dari tiap rongga...”
    Helvy Tiana Rosa
    tags: cinta

  • #3
    Helvy Tiana Rosa
    “Ketika sebuah karya selesai ditulis, maka pengarang tak mati. Ia baru saja memperpanjang umurnya lagi”
    Helvy Tiana Rosa

  • #4
    Helvy Tiana Rosa
    “Kadang berbagai peristiwa, juga kenangan terasa kejam, tapi tugas pengarang adalah mengemas kisah-kisah itu dalam keterharuan, kebenaran dan keindahan yang padu...”
    Helvy Tiana Rosa

  • #5
    Helvy Tiana Rosa
    “You are what you write.”
    Helvy Tiana Rosa, Risalah Cinta

  • #6
    Helvy Tiana Rosa
    “Kesuksesan sejati adalah ketika kita membuat orang lain bahagia.”
    Helvy Tiana Rosa

  • #7
    Helvy Tiana Rosa
    “Cinta yang suci menempatkan ukuran fisik hanya di nomor 10 dari 10 kriteria”
    Helvy Tiana Rosa

  • #8
    Helvy Tiana Rosa
    “Setiap hari cinta harus ditumbuhkan dengan berbagai cara. Cinta harus tumbuh menembus semua rintangan. Kuncup-kuncupnya tak boleh merekah semua seketika, untuk kemudian layu. Ranting dan pokoknya harus kuat menjulang. Cinta harus ditumbuhkan sepanjang usia dengan bunga-bunganya yang bertaburan di sepanjang jalan kesetiaan. Jalan yang ditapaki dengan riang di bumi dan semoga kelak mempertemukan kita kembali dengannya di surga”
    Helvy Tiana Rosa

  • #9
    Helvy Tiana Rosa
    “Anak-anak saya kelak akan tumbuh di lingkungan tertentu. Bukankah seharusnya saya juga ambil bagian dalam mempersiapkan lingkungan yang akan tumbuh bersamanya?”
    Helvy Tiana Rosa, Risalah Cinta

  • #10
    Helvy Tiana Rosa
    “Ketika kau masih bertemu pagi
    dan putuskan diri untuk berdiri menghadapi
    berjuang dengan hati di jalan Illahi
    maka saat itu
    kau telah mengakhiri hari
    dengan satu lagi kemenangan sejati

    Helvy Tiana Rosa, Risalah Cinta

  • #11
    Helvy Tiana Rosa
    “Ternyata saya tak pernah benar-benar kalah, meski mungkin belum sampai pada menang”
    Helvy Tiana Rosa, Risalah Cinta

  • #12
    Helvy Tiana Rosa
    “Sebab, apapun itu, bukankah hidup adalah untuk bergandeng tangan di jalan kebaikan dan membuat Allah tersenyum?”
    Helvy Tiana Rosa, Risalah Cinta

  • #13
    Helvy Tiana Rosa

    Puisi bisa menjadi semacam magnet yang melekatkan kita pada seseorang, bahkan bila kita membencinya. Puisi yang kita tak tulis tak akan perah mati, bahkan bila kita mati.”
    Helvy Tiana Rosa, Risalah Cinta

  • #14
    Helvy Tiana Rosa
    “Saya tak tahu, berapa waktu yang tersisa untuk saya. Satu jam, satu hari, satu tahun, sepuluh, lima puluh tahun lagi? Bisakah waktu yang semakin sedikit itu saya manfaatkan untuk memberi arti keberadaan saya sebagai hamba Allah di muka bumi ini? Bisakah cinta, kebajikan, maaf dan syukur selalu tumbuh dari dalam diri, saat saya menghirup udara dari Yang Maha?”
    Helvy Tiana Rosa, Risalah Cinta

  • #15
    Helvy Tiana Rosa
    “Penderitaan yang sesungguhnya adalah ketika kamu kehilangan kepercayaan diri dan harapan. Ketika Allah tak ada dalam tujuan hidupmu ”
    Helvy Tiana Rosa, Tanah Perempuan

  • #16
    Helvy Tiana Rosa
    “Para ibu selalu mempunyai tempat untuk menampung duka, lalu mengecupnya dan bangkit.”
    Helvy Tiana Rosa, Tanah Perempuan

  • #17
    Helvy Tiana Rosa
    “Kamilah ibu para yatim. Kamilah ibu para piatu. Kamilah ibu mereka yang menderita. Kami ibu dari semua jejak yang membekas di tanah ini!”
    Helvy Tiana Rosa, Tanah Perempuan
    tags: ibu

  • #18
    Helvy Tiana Rosa
    “Hidup adalah mempersembahkan yang terbaik bagi Allah dan tanah tumpah darah.”
    Helvy Tiana Rosa, Tanah Perempuan
    tags: hidup

  • #19
    Helvy Tiana Rosa
    “Sebab musuh utama kita bukan penjajah atau bencana, tetapi ketakberdayaan yang beranak pinak dalam diri.”
    Helvy Tiana Rosa, Tanah Perempuan

  • #20
    Helvy Tiana Rosa
    “Aku ingin menjadi istrimu. Aku percaya pada apa yang kulakukan dan tak peduli bila terkesan aku yang melamarmu. Lagi pula apa salahnya meminta pria berbudi menjadi suami?”
    Helvy Tiana Rosa

  • #21
    Helvy Tiana Rosa
    “Kau hanyalah bayangan yang menarikan tari kebajikan untukku. Memahatkan senyap yang menggigil dalam kalbu.”
    Helvy Tiana Rosa, Lelaki Kabut dan Boneka
    tags: cinta

  • #22
    Helvy Tiana Rosa

    Ia akan pergi ke jalan yang paling cinta. Jalan yang tak pernah membedakan bau darah seseorang.”
    Helvy Tiana Rosa, Lelaki Kabut dan Boneka

  • #23
    Asma Nadia
    “Jika cinta bisa membuat seorang perempuan setia pada satu lelaki, kenapa cinta tidak bisa membuat lelaki bertahan dengan satu perempuan?”
    Asma Nadia

  • #24
    Abdurahman Faiz
    “Sebab setelah hujan selalu ada seseorang yang datang sebagai pelangi, dan memelukmu.

    : Aku ingin orang itu selamanya aku. ”
    Abdurahman Faiz, Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil

  • #25
    Abdurahman Faiz
    “Pada setiap napasnya
    bunda membuat matahari baru
    dalam jiwamu”
    Abdurahman Faiz, Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil
    tags: ibu

  • #26
    Abdurahman Faiz
    “Pada setiap napasnya
    ayah memancangkan tiang-tiang asa
    agar langkahmu sampai pada bianglala”
    Abdurahman Faiz, Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil
    tags: ayah

  • #27
    Abdurahman Faiz

    Tapi kitalah masa depan
    kanak kanak yang harus menjalin airmata negeri
    menjadi cahaya”
    Abdurahman Faiz, Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil

  • #28
    Abdurahman Faiz
    “Penyair tak mempunyai tugas lain
    kecuali membaca kalbu semesta
    dan menangkapnya
    dengan hati, getar pena,
    bahkan topimu.”
    Abdurahman Faiz, Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil

  • #29
    Abdurahman Faiz
    “Merah putih masih merayap gelisah
    mencari Hatta dalam jiwa dua ratus juta kita.”
    Abdurahman Faiz, Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil

  • #30
    Abdurahman Faiz
    “Apakah cinta
    selalu menyediakan airmata?”
    Abdurahman Faiz, Nadya: Kisah dari Negeri yang Menggigil
    tags: cinta



Rss
« previous 1 3 4 5 6 7 8