36 books
—
24 voters
Melayu Books
Showing 1-50 of 521
Seseorang Untuk Aku (Paperback)
by (shelved 6 times as melayu)
avg rating 4.40 — 2,943 ratings — published 2015
Empayar: Hikayat Putera Tanpa Nama (Paperback)
by (shelved 5 times as melayu)
avg rating 4.62 — 2,874 ratings — published 2018
Bagaikan Puteri (Bagaikan Puteri, #1)
by (shelved 4 times as melayu)
avg rating 4.52 — 3,155 ratings — published 2005
Sejarah Tamadun Alam Melayu - Asal Usul Melayu, Induknya Di Benua Sunda (Hardcover)
by (shelved 3 times as melayu)
avg rating 4.43 — 47 ratings — published 2016
Kapal Terakhir Di Dunia: Episod II (Paperback)
by (shelved 3 times as melayu)
avg rating 4.38 — 1,215 ratings — published 2021
Kapal Terakhir Di Dunia: Episod I (Paperback)
by (shelved 3 times as melayu)
avg rating 4.21 — 1,479 ratings — published 2021
Dr. Alpha Male (Paperback)
by (shelved 3 times as melayu)
avg rating 4.44 — 4,734 ratings — published 2017
Tunjuk Ajar Melayu (hardcover)
by (shelved 3 times as melayu)
avg rating 4.36 — 80 ratings — published 2006
Laskar Pelangi (Paperback)
by (shelved 3 times as melayu)
avg rating 4.26 — 32,834 ratings — published 2005
Cinta Sang Ratu (Bagaikan Puteri, #2)
by (shelved 3 times as melayu)
avg rating 4.56 — 2,176 ratings — published 2007
Hikayat Hang Tuah (Paperback)
by (shelved 3 times as melayu)
avg rating 4.02 — 106 ratings — published 1964
Stesen Hikayat (Paperback)
by (shelved 2 times as melayu)
avg rating 4.55 — 231 ratings — published 2025
Dia Imamku (Paperback)
by (shelved 2 times as melayu)
avg rating 4.52 — 589 ratings — published 2020
Yang Paling Patah Antara Kita (Paperback)
by (shelved 2 times as melayu)
avg rating 4.71 — 1,169 ratings — published
Rahsia Paling Rahsia (Paperback)
by (shelved 2 times as melayu)
avg rating 4.33 — 228 ratings — published 2023
Kita Cuma Kawan, Kan? (Paperback)
by (shelved 2 times as melayu)
avg rating 4.26 — 326 ratings — published 2024
King Haidar (Paperback)
by (shelved 2 times as melayu)
avg rating 4.27 — 1,626 ratings — published 2022
Bayang Sofea (Bayang Sofea, #1)
by (shelved 2 times as melayu)
avg rating 4.44 — 1,726 ratings — published 2024
Sulalatus Salatin (Sejarah Melayu)
by (shelved 2 times as melayu)
avg rating 4.13 — 230 ratings — published 1979
Takdir Untuk Aku (Paperback)
by (shelved 2 times as melayu)
avg rating 4.32 — 984 ratings — published 2017
Empayar 2: Hikayat Mukjizat Daripada Iblis (Paperback)
by (shelved 2 times as melayu)
avg rating 4.65 — 2,002 ratings — published 2019
Selamat Tinggal Purnama: Strain Kedua (Paperback)
by (shelved 2 times as melayu)
avg rating 4.57 — 953 ratings — published 2020
Selamat Tinggal Purnama: Strain Pertama (Paperback)
by (shelved 2 times as melayu)
avg rating 4.40 — 1,068 ratings — published 2020
Giler Kau? (Paperback)
by (shelved 2 times as melayu)
avg rating 4.04 — 156 ratings — published 2013
Titian Cinta (Paperback)
by (shelved 2 times as melayu)
avg rating 3.80 — 1,434 ratings — published 2013
Isteri Tuan Ihsan (Paperback)
by (shelved 2 times as melayu)
avg rating 3.98 — 394 ratings — published 2015
Aku, Dia dan Pinky Promise (Paperback)
by (shelved 2 times as melayu)
avg rating 4.43 — 525 ratings — published 2014
Tombiruo Terakhir (Tombiruo, #3)
by (shelved 2 times as melayu)
avg rating 4.31 — 686 ratings — published 2004
Takdir Itu Milik Aku (Paperback)
by (shelved 2 times as melayu)
avg rating 4.19 — 1,166 ratings — published 2012
13 Jam A380 (Mass Market Paperback)
by (shelved 2 times as melayu)
avg rating 4.28 — 2,500 ratings — published 2013
The Wedding Breaker (Mass Market Paperback)
by (shelved 2 times as melayu)
avg rating 4.20 — 2,147 ratings — published 2012
Awak Suka Saya Tak? (Mass Market Paperback)
by (shelved 2 times as melayu)
avg rating 4.37 — 1,932 ratings — published 2011
Jodoh itu milik kita (Paperback)
by (shelved 2 times as melayu)
avg rating 4.10 — 896 ratings — published 2012
I Love You, Stupid! (Mass Market Paperback)
by (shelved 2 times as melayu)
avg rating 4.56 — 1,747 ratings — published 2012
Manisnya cinta (Paperback)
by (shelved 2 times as melayu)
avg rating 4.18 — 950 ratings — published 2004
Ombak Rindu (Ombak Rindu, #1)
by (shelved 2 times as melayu)
avg rating 4.13 — 2,195 ratings — published 2003
Love You Mr. Arrogant (Love You Mr. Arrogant, #1)
by (shelved 2 times as melayu)
avg rating 4.13 — 1,214 ratings — published 2011
Adam & Hawa (Adam & Hawa, #1)
by (shelved 2 times as melayu)
avg rating 4.26 — 2,166 ratings — published 2006
Hijab Sang Pencinta (Bagaikan Puteri, #3)
by (shelved 2 times as melayu)
avg rating 4.51 — 2,027 ratings — published 2008
“Kalangan bukan Melayu, meskipun ribuan langkah di hadapan dalam bidang ekonomi, umumnya ternyata begitu prihatin terhadap bahasa dan budayanya dan sanggup mati bergalang tanah untuk mempertahankannya. Sebilangan orang Melayu yang baru agak celik dalam bidang ekonomi tiba-tiba menjadi orang yang angkuh dan memandang hina pula akan bahasa dan budayanya.”
― Kemajuan Bahasa dan Persuratan Melayu di Peringkat Kebangsaan dan Antarabangsa: Cabaran dan Pelan Tindakan
― Kemajuan Bahasa dan Persuratan Melayu di Peringkat Kebangsaan dan Antarabangsa: Cabaran dan Pelan Tindakan
“Dr Mahathir mengatakan bahawa peradaban telah menekan segi peribadi Melayu ini, iaitu mengamuk. Walaupun demikian katanya, unsur ini merupakan bahagian daripada peribadi Melayu. (Halaman 118).
Sebetulnya unsur mengamuk yang diakui oleh kebudayaan bukanlah yang dimaksudkan oleh Dr Mahathir. Dalam tulisan sejarah terdapat huraian tentang peristiwa mengamuk yang ertinya lain sama sekali. Yang dimaksudkan dengan mengamuk ialah suatu cara bertempur melawan musuh yang jumlahnya jauh lebih besar. Pahlawan yang mengamuk itu menyerang musuh, dengan cepat, membinasakannya, menimbulkan huru-hara dalam kalangannya, menunjukkan keberanian yang luar biasa. Keadaan jiwanya tidak terganggu. Ingatannya tidak hilang. Ia tidak menyerang anak, isteri, atau sebarang orang di jalan. Amuk pahlawan yang dilukiskan dalam sejarah Melayu adalah perbuatan yang waras, satu peribadi pahlawan Melayu di masa yang lampau, bukan letupan jiwa yang sangat tertindas merupakan perbuatan gila membinasakan manusia lain secara membabi buta. Daripada siasat dan tipu daya pertempuran perbuatan yang gila dan tidak teratur itu merugikan. Tidak pernah tenttera Melayu dahulu menggunakan pahlawan yang mengamuk secara gila.”
― Siapa Yang Salah: Sekitar Revolusi Mental dan Peribadi Melayu
Sebetulnya unsur mengamuk yang diakui oleh kebudayaan bukanlah yang dimaksudkan oleh Dr Mahathir. Dalam tulisan sejarah terdapat huraian tentang peristiwa mengamuk yang ertinya lain sama sekali. Yang dimaksudkan dengan mengamuk ialah suatu cara bertempur melawan musuh yang jumlahnya jauh lebih besar. Pahlawan yang mengamuk itu menyerang musuh, dengan cepat, membinasakannya, menimbulkan huru-hara dalam kalangannya, menunjukkan keberanian yang luar biasa. Keadaan jiwanya tidak terganggu. Ingatannya tidak hilang. Ia tidak menyerang anak, isteri, atau sebarang orang di jalan. Amuk pahlawan yang dilukiskan dalam sejarah Melayu adalah perbuatan yang waras, satu peribadi pahlawan Melayu di masa yang lampau, bukan letupan jiwa yang sangat tertindas merupakan perbuatan gila membinasakan manusia lain secara membabi buta. Daripada siasat dan tipu daya pertempuran perbuatan yang gila dan tidak teratur itu merugikan. Tidak pernah tenttera Melayu dahulu menggunakan pahlawan yang mengamuk secara gila.”
― Siapa Yang Salah: Sekitar Revolusi Mental dan Peribadi Melayu





















