Devi Fabiola > Devi's Quotes

Showing 1-30 of 78
« previous 1 3
sort by

  • #1
    Ika Natassa
    “Karena kecanggungan tidak pernah ada di antara dua orang yang tidak ada apa-apanya. So maybe there is something between us.”
    Ika Natassa, Antologi Rasa

  • #2
    Dee Lestari
    “Cinta tidak hanya pikiran dan kenangan. Lebih besar, cinta adalah dia dan kamu. Interaksi.”
    Dee
    tags: cinta

  • #3
    Helvy Tiana Rosa
    “You are what you write.”
    Helvy Tiana Rosa, Risalah Cinta

  • #4
    W.S. Rendra
    “mencintaimu adalah bahagia & sedih;
    bahagia karna memilikimu dalam kalbu;
    sedih karena kita sering berpisah”
    W.S. Rendra

  • #5
    Gosho Aoyama
    “time is a terrible thing because it erases joys and pains at the same time.”
    Gosho Aoyama

  • #6
    Asma Nadia
    “Di setiap udara yang kau temukan, Di sana akan kau jumpai Allah yang senantiasa mendengar doamu”
    Asma Nadia
    tags: doa

  • #7
    Asma Nadia
    “Maafkan
    Jika senyumku
    Tersembunyi dibalik air mata
    Dan kata-kata mesra
    Menjadi tanpa daya
    Karena terperangkap
    Dalam Prasangka

    Tapi Tuhan Tahu..
    Cinta yang kupunya
    Lebih berwarna
    Dari yang kau kira”
    Asma Nadia

  • #8
    Andrea Hirata
    “Tuhan tahu tapi menunggu”
    Andrea Hirata, Edensor

  • #9
    Iwan Setyawan
    “Menulis kembali kenangan masa lalu butuh sebuah keberanian.”
    Iwan Setyawan, 9 Summers 10 Autumns

  • #10
    Fahd Pahdepie
    “seperti udara, aku mencintaimu, selalu terikat ruang. seperti cuaca, aku menyayangimu selalu terikat waktu. seperti hujan, aku membencimu, sewaktu-waktu.”
    Fahd Djibran

  • #11
    Dee Lestari
    “Kadang - kadang pilihan yang terbaik adalah menerima...”
    Dee, Rectoverso

  • #12
    Dee Lestari
    “Cinta kan tidak butuh tali. Ia membebaskan. Jadi buat apa kita melawan arusnya dan malah saling menjajah?”
    Dee

  • #13
    Tere Liye
    “Daun yang jatuh take pernah membenci angin”
    tere-liye

  • #14
    Tere Liye
    “Cinta itu macam musik yang indah. Bedanya, cinta sejati akan membuatmu tetap menari meskipun musiknya telah lama berhenti.”
    Tere Liye, Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah

  • #15
    Donny Dhirgantoro
    “Kemudian yang kamu perlukan hanyalah kaki yang akan melangkah lebih jauh, tangan yang akan berbuat lebih banyak, mata yang akan melihat lebih lama, leher yang akan lebih sering mendongak, tekad yang setebal baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras serta mulut yang selalu berdoa.”
    Donny Dhirgantoro, 5 cm

  • #16
    Dee Lestari
    “Semua pertanyaan selalu berpasangan dengan jawaban.
    Untuk keduanya bertemu, yang dibutuhkan cuma waktu”
    Dee, Partikel

  • #17
    Dee Lestari
    “Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkan ia dimengerti jika tak ada spasi? Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang?”
    dee, Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade

  • #18
    Andrea Hirata
    “Pekerjaan itu tidak memberiku kelimpahan tapi memberiku keamanan finansial sekaligus kehidupan yang itu-itu saja ”
    Andrea Hirata, Edensor

  • #19
    Sefryana Khairil
    “Karena kita nggak pernah tahu siapa yang kita tunggu dan membuat kita bahagia.”
    Sefryana Khairil, Beautiful Mistake

  • #20
    Tere Liye
    “Andaikata semua kehidupan ini menyakitkan, maka di luar sana pasti masih ada sepotong bagian yang menyenangkan. Kemudian kau akan membenak pasti ada sesuatu yang jauh lebih indah dari menatap rembulan di langit. Kau tidak tahu apa itu, karna ilmumu terbatas. Kau hanya yakin , bila tidak di kehidupan ini suatu saat nanti pasti akan ada yang lebih mempesona dibanding menatap sepotong rembulan yang sedang bersinar indah.”
    Tere Liye, Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

  • #21
    Tere Liye
    “Jika dia memutuskan untuk pergi menjauh, itu berarti sudah saatnya kau memulai kesempatan baru. Percayalah, jika dia memang cinta sejati kau, mau semenyakitkan apa pun, mau seberapa sulit liku yang harus dilalui, dia tetap akan bersama kau kelak, suatu saat nanti. Langit selalu punya skenario terbaik. Saat itu belum terjadi, bersabarlah. Isi hari-hari dengan kesempatan baru. Lanjutkan hidup dengan segenap perasaan riang.”
    Tere Liye, Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah

  • #22
    Sefryana Khairil
    “Menjadi bahagia bukan bagaimana bisa tersenyum, tapi bagaimana menerima dengan hati lapang.”
    Sefryana Khairil, Rindu

  • #23
    Ahmad Fuadi
    “Orang boleh menodong senapan, tapi kalian punya pilihan, untuk takut atau tetap tegar.”
    Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara

  • #24
    Dee Lestari
    “Karena hati tak perlu memilih, ia selalu tahu kemana harus berlabuh”
    Dee, Perahu Kertas

  • #25
    Bernard Batubara
    “Dan, hati ini membawaku kembali kepadamu. Tapi, kau tak lagi berada di tempat kita dahulu. Apakah kau telah menemukan separuh hati lain—selain hatiku?”
    Bernard Batubara, Kata Hati

  • #26
    Bernard Batubara
    “Sesuatu yang membuatmu pergi, pada saatnya akan menjadi sesuatu yang membawamu pulang kembali. Sesuatu itu berwujud satu, tetapi memiliki dua nama; “Luka” dan “Kenangan”. Yang satu membuatmu ingin melangkah jauh, yang satunya lagi memaksamu untuk mendekat lagi. Tarik menarik antara mereka, biasa kau sebut: Cinta”
    Bernard Batubara, Kata Hati

  • #27
    Sefryana Khairil
    “Aku percaya, tak pernah ada kata salah untuk cinta.”
    Sefryana Khairil, Coming Home

  • #28
    Helvy Tiana Rosa
    “Kita perlu jatuh cinta atau patah hati untuk dapat membuat puisi yang bagus.”
    Helvy Tiana Rosa

  • #29
    Ayu Utami
    “sebab, hanya jika kita menemukan maka kita tahu sesuatu itu ada. Tapi jika kita tidak menemukan, kita tak bisa mengatakan bahwa sesuatu adalah tidak ada.
    .118.”
    Ayu Utami, Manjali dan Cakrabirawa

  • #30
    Ayu Utami
    “Jika kebetulan terjadi terlalu banyak, apakah kamu percaya bahwa itu tidak bermakna?”
    Ayu Utami, Manjali dan Cakrabirawa



Rss
« previous 1 3