Sayang Quotes

Quotes tagged as "sayang" Showing 1-11 of 11
Pramoedya Ananta Toer
“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun ?
Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin,
akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.”
Pramoedya Ananta Toer

Dian Nafi
“Sangat disayangkan sekali jika keterjerumusan tidak membuat kita kembali. Bukannya taubat malah semakin jauh tersesat.”
Dian Nafi, Muslimah Kudu Happy

Alfin Rizal
“Tidak salah mengenang kesalahan masa lalu, yang salah itu kalau kamu mengulangi kesalahan itu, sayang.”
Alfin Rizal

Devania Annesya
“Sayang, hari ini enaknya pakai baju apa? Kalau tidak dipilihkan baju, aku akan ke kantor tanpa pakaian. Percayalah, kau pasti akan sangat sangat sangat menyukainya!”
Devania Annesya, X: Kenangan yang Berpulang

Dian Nafi
“Ada yang terjerumus dalam lembah kehinaan. Sayang jika keterjerumusan tidak membuatnya kembali. Tidak taubat, malah makin jauh tersesat”
Dian Nafi, Muslimah Kudu Happy

Kusumastuti
“Makanya jangan menilai buku hanya dari sampulnya.“
“Eh, aku tidak menilai, hanya menyayangkan. Wajahnya cantik, polos.“
“Berarti yang boleh merokok atau memakai snus, hanya yang wajahnya jelek?”
Kusumastuti, Berlabuh di Lindoeya

Eiji Yoshikawa
“Apakah permata itu? Yaitu cinta yang kuat d antara saudara. Rasa kasih sayang di antara kaum sedarah,”
Eiji Yoshikawa, Minamoto no Yoritomo 2: Akhir Kekuasaan Klan Taira

Alfin Rizal
“Hari kasih sayangku bukan hanya Februari, kekasih. Namun sejak sepanjang Februari hingga bertemu Februari berikutnya. Itu mengapa namamu selalu menjadi bahan rayuanku saat bersujud pada Tuhan.”
Alfin Rizal

Alfin Rizal
“Aku pengen bisa ngomong”
Kupeluk tubuhmu dengan tangisku yang tertahan. Kebisuanmu tak mengurangi sejentikpun rasa cintaku padamu, Anandi.”
Alfin Rizal, Lelaku

Lee Risar
“Mengapa kamu menutup mata saat kita berpelukan?”
”Karena aku ingin membawa pelukan itu ke dalam hati dan membiarkan ia tinggal di sana dalam waktu yang lama bahkan setelah kita tak saling memeluk.”
Lee Risar

Sapta Arif N.W.
“Aku mencintaimu tanpa tendensi apapun. Aku ingin mencintaimu tanpa alasan yang memperkuat cintaku padamu. Karena jika alasan itu telah memudar, aku takut cintaku hilang bersama alasanku.”
Sapta Arif N.W., Di Hari Kelahiran Puisi