Blekenping > Blekenping's Quotes

Showing 1-30 of 67
« previous 1 3
sort by

  • #1
    Tere Liye
    “Orang-orang yang jatuh cinta terkadang terbelenggu oleh ilusi yang diciptakan oleh hatinya sendiri. (28)”
    Tere Liye, Berjuta Rasanya

  • #2
    Tere Liye
    “Meski zooplankton itu tergolong hewan, mereka tidak pernah memangsa makhluk hidup lainnya. Merekalah satu-satunya hewan di dunia yang tidak membunuh makhluk lain untuk urusan isi perut, bahkan rumput laut pun tidak. Zooplankton sempurna makan dari hasil fotosintesis matahari. Kemudian memasrahkan diri dimakan oleh ikan-ikan kecil. Zooplankton selalu setia sampai kapan pun menjadi rantai terbawah dalam piramida makanan.”52”
    Tere Liye, Berjuta Rasanya

  • #3
    Tere Liye
    “Kehidupan ini tak selalu memberikan kita pilihan terbaik. Terkadang yang tersisa hanya pilihan-pilihan berikutnya. Orang yang bahagia selalu berpegangan pada pilihan kedua yang terbaik. (87)”
    Tere Liye, Berjuta Rasanya

  • #4
    Tere Liye
    “Nak, apakah ada yang pernah berpikir hidup ini bukan soal pilihan? Karena jika hidup hanya sebatas soal pilihan, bagaimana caranya kau akan melanjutkan hidupmu, jika ternyata kau adalah pilihan kedua atau berikutnya bagi orang pilihan pertamamu. (92)”
    Tere Liye, Berjuta Rasanya

  • #5
    Tere Liye
    “Aduh, pacaran itu hanya membuang waktu. Tidak ada gunanya. Nonvalue added activity. (119)”
    Tere Liye, Berjuta Rasanya

  • #6
    Tere Liye
    “Rasa sakit hati itu indah. Setidaknya patah-hati memberikan sensasi bahwa kita memang masih hidup. Lagipula siapa bilang ditolak cinta itu tidak indah? Itu indah, Bung! Pikirkanlah dari sudut yang berbeda! (132)”
    Tere Liye, Berjuta Rasanya

  • #7
    Tere Liye
    “Percayalah, hal yang paling menyakitkan di dunia bukan saat kita lagi sedih banget tapi nggak ada satu pun teman untuk berbagi. Hal yang paling menyakitkan adalah saat kita lagi happy banget tapi justru nggak ada satu pun teman untuk membagi kebahagiaan tersebut. Tapi, ada yang lebih celaka lagi, yaitu ketika kita justru seneng banget pas lihat teman susah, dan sebaliknya terasa susah banget di hati pas lihat teman lagi senang. Hiks! (156)”
    Tere Liye, Berjuta Rasanya

  • #8
    Tere Liye
    “Cinta sejati akan membuatmu selalu tetap menari meskipun musiknya telah lama berhenti. (182)”
    Tere Liye, Berjuta Rasanya

  • #9
    Tere Liye
    “Ya, cinta seperti hantu. Semua orang membicarakannya, tetapi sedikir sekali yang benar - benar pernah melihatnya.”
    Tere Liye, Berjuta Rasanya

  • #10
    Tere Liye
    “Kau selalu bisa memberi tanpa sedikit pun memiliki perasaan cinta, tetapi kau takkan pernah bisa mencintai tanpa selalu memberi. (183)”
    Tere Liye, Berjuta Rasanya

  • #11
    Tere Liye
    “Suatu saat jika kau beruntung menemukan cinta sejatimu. Ketika kalian saling bertatap untuk pertama kalinya, waktu akan berhenti. Seluruh semesta alam takzim menyampaikan salam. Ada cahaya keindahan yang menyemburat, meggetarkan jantung. Hanya orang - orang yang beruntung yang bisa melihat cahaya itu, apalagi berkesempatan bisa merasakannya.”
    Tere Liye, Berjuta Rasanya

  • #12
    Tere Liye
    “Kalian sama sekali tidak memerlukan kelopak mata untuk memandang cinta sejatimu. Tidak memerlukan kelopak mata untuk mengenalinya. Ia selalu datang, tak pernah tersesat. (190)”
    Tere Liye, Berjuta Rasanya

  • #13
    Sapardi Djoko Damono
    “Nasib memang diserahkan kepada manusia untuk digarap, tetapi takdir harus ditandatangani di atas materai dan tidak boleh digugat kalau nanti terjadi apa-apa, baik atau buruk. Kata yang ada di Langit sana, kalau baik ya alhamdulillah, kalau buruk ya disyukuri saja. (20)”
    Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni

  • #14
    Sapardi Djoko Damono
    “Bagaimana mungkin seseorang memiliki keinginan untuk mengurai kembali benang yang tak terkirakan jumlahnya dalam selembar saputangan yang telah ditenunnya sendiri. Bagaimana mungkin seseorang bisa mendadak terbebaskan dari jaringan benang yang susun-bersusun, silang-menyilang, timpa-menimpa dengan rapi di selembar saputangan yang sudah bertahun-tahun lamanya ditenun dengan sabar oleh jari-jarinya sendiri oleh kesunyiannya sendiri oleh ketabahannya sendiri oleh tarikan dan hembusan napasnya sendiri oleh rintik waktu dalam benaknya sendiri oleh kerinduannya sendiri oleh penghayatannya sendiri tentang hubungan-hubungan pelik antara perempuan dan laki-laki yang tinggal di sebuah ruangan kedap suara yang bernama kasih sayang. Bagaimana mungkin. (66)”
    Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni

  • #15
    Sapardi Djoko Damono
    “Kesepian adalah benang-benang halus ulat sutera yang perlahan-lahan, lembar demi lembar, mengurung orang sehingga ulat yang ada di dalamnya ingin segera melepaskan diri menjadi wujud yang sama sekali berbeda, yang bisa saja tidak diingat lagi asal-usulnya. Hanya ulat busuk yang tidak ingin menjadi kupu-kupu. (81)”
    Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni

  • #16
    Hanum Salsabiela Rais
    “Semua manusia terlahir karena masing-masing membawa misi. Jika Tuhan merasa misi makhluk-Nya sudah cukup, berencanalah kita dengan segala cara, namun takkan membawa pada penyelesaian. Tapi seburuk-buruknya keadaan, manusia tetap harus berencana dan berusaha yang terbaik, meski entah kapan detik terakhir itu tiba. (13)”
    Hanum Salsabiela Rais, Bulan Terbelah di Langit Amerika

  • #17
    Hanum Salsabiela Rais
    “...Setiap hari dia harus tidur lebih awal. Lalu saat sepertiga malam, dia harus bangun. Minta dirinya mencuci muka. Lalu membuka tirai jendela kamarnya dan pandanglah malam yang penuh bintang dengan sorot bulan. Tundukkan kepalanya, resapi apa kesalahan yang selama ini telah dia lakukan dalam hidupnya, dan katakan, ‘Ampunilah aku, Tuhan, atas segala perjalanan hidup yang tak menyusuri perintah-Mu. Masukkan aku ke dalam surga-Mu jika Engkau menghendakiku kelak’. (42)”
    Hanum Salsabiela Rais, Bulan Terbelah di Langit Amerika

  • #18
    Hanum Salsabiela Rais
    “Media kekinian. Merekah tanpa batas, bahkan tak ada yang berani memprotes jika media memutarbalikkan fakta. Media membuat muslihat paling menipu daya, yang buruk menjadi begitu mulia, dan yang begitu mulia menjadi buruk rupa. Luar biasa kuatnya opini yang dibentuk media sehingga dapat memengaruhi perekonomian, perpolitikan, sosial, dan budaya sebuah bangsa. (44)”
    Hanum Salsabiela Rais, Bulan Terbelah di Langit Amerika

  • #19
    Hanum Salsabiela Rais
    “Orang Eropa mungkin tidak akan pernah tahu seberapa dalam aku menyesali bagaimana norma dan susila telah diberantas dan dikubur hidup-hidup di sini. Tapi di sisi lain, aku berdecak kagum pada mereka yang justru memegang nilai-nilai kehidupan yang islami terkait pentingnya waktu, kejujuran, integritas, kerja keras, kebersihan, dan tak cepat puas berprestasi.” (48)”
    Hanum Salsabiela Rais, Bulan Terbelah di Langit Amerika

  • #20
    Hanum Salsabiela Rais
    “Emosi negatif itu hanya bertahan pada satu menit pertama. Jika kita menarik napas dan melepaskannya perlahan, mencoba mengalihkannya dengan hal lain, reseptor negatif yang diterima hipotalamus di otak tidak akan dilanjutkan ke saraf simpatik; sebaliknya, akan bergerak menjauh, meluruh, dan akhirnya menghilang. (50)”
    Hanum Salsabiela Rais, Bulan Terbelah di Langit Amerika
    tags: emosi

  • #21
    Hanum Salsabiela Rais
    “...selalu mencari jalan keluar yang susah, namun menuntut hasil sempurna. Sesuatu yang tidak masuk akal. Bagaimana mungkin dalam waktu mepet dapat mencapai kesempurnaan? (62)”
    Hanum Salsabiela Rais, Bulan Terbelah di Langit Amerika

  • #22
    Hanum Salsabiela Rais
    “Ya, pada akhirnya kecintaan terhadap tanah tumpah darah hanya menjadi seonggok kenangan masa lalu semata, taktala tanah tumpah darah tak memberi marwah pada masyarakatnya. (101)”
    Hanum Salsabiela Rais, Bulan Terbelah di Langit Amerika

  • #23
    Hanum Salsabiela Rais
    “Kata orang, keterbatasan membuat orang kreatif. Keterbatasan membuat orang terpecut melakukan apa pun yang dijalani dengan maksimal. Keterbatasan tak ubahnya situasi yang dibuat Tuhan untuk membuat kita lebih berjuang. Jika berhasil melewati keterbatasan itu, buah perjuangan yang kita dapatkan akan lebih berkesan. (110)”
    Hanum Salsabiela Rais, Bulan Terbelah di Langit Amerika

  • #24
    Hanum Salsabiela Rais
    “Selama kita masih mendekap iman rapat-rapat dalam sukma, harus kukatakan pada masalah sebesar dan seberat apa pun ini: ‘Wahai masalah berat dan besar, aku punya Tuhan yang Mahaberat dan Mahabesar untuk memukulmu mundur!’. (114)”
    Hanum Salsabiela Rais, Bulan Terbelah di Langit Amerika

  • #25
    Hanum Salsabiela Rais
    “Berjalanlah dan terus berjalanlah dengan niat kebaikan untuk mengejar restu dari Allah, bersama orang-orang yang kaucintai, lalu sematkan dalam hati dan pikiranmu akan perjalanan hidupmu tentang surga yang akan kaugapai. Maka seberat, sepanjang, dan sebesar apa pun halangan yang melintangi langkahmu, akan terbuka dengan sendirinya atas Izin-Nya. Ingatlah, Tuhan akan mengirim malaikat-malaikat-Nya yang mempunyai keringanan tangan tak bertepi untuk menyelamatkanmu manakala kau hendak terpeleset di ujung jurang yang curam. (123)”
    Hanum Salsabiela Rais

  • #26
    Hanum Salsabiela Rais
    “Terkadang kita memang tak adil pada hidup kita sendiri. Taktala tiada pilihan, kita menggerutu. Padahal Tuhan tak memberi pilihan lain karena telah menunjukkan itulah satu-satunya pilihan terbaik bagi hidup kita. (184)”
    Hanum Salsabiela Rais, Bulan Terbelah di Langit Amerika

  • #27
    Hanum Salsabiela Rais
    “Semakin banyak anda memberikan dolar Anda kepada mereka yang membutuhkan, Tuhan Yang Maha Pemurah akan menambah jumlah dolar Anda, dengan berkah. Sebaliknya, semakin anda kikir, Tuhan mungkin akan tetap menambah dolar yang Anda kumpulkan, namun ada kepedihan di dalamnya. (214)”
    Hanum Salsabiela Rais, Bulan Terbelah di Langit Amerika

  • #28
    Hanum Salsabiela Rais
    “...semua orang adalah teroris di muka bumi ini jika tangan mereka menggenggam kekayaan tanpa menyedekahkannya untuk umat yang terseok-seok kehidupannya. Semua adalah teroris ketika ketamakan terhadap kekuasaan, kekayaan, harta, dan rupa-rupa mengungguli empati dan simpati terhadap mereka yang kekurangan. Karena pada dasarnya, seseorang yang semakin kaya tanpa disadari dia akan semakin kikir. Semakin kikir dan semena-mena. (234)”
    Hanum Salsabiela Rais, Bulan Terbelah di Langit Amerika

  • #29
    Hanum Salsabiela Rais
    “Business is love made visible, membangun bisnis adalah perwujudan cinta yang sebenarnya; cinta kepada sesama manusia; cinta terhadap alam semesta dan penciptanya. Business profit doesn’t result from what we get, but from what we give. Keuntungan bisnis bukan berasal dari apa yang kita peroleh, tapi dari apa yang telah kita berikan. Ini tak hanya berlaku dalam dunia bisnis, tapi juga merefleksikan sisi terbaik manusia. Ya, seni terindah dari sisi kemanusiaan adalah kedermawaan hati, yang tak menuntut ditilik manusia lain. (244)”
    Hanum Salsabiela Rais

  • #30
    Hanum Salsabiela Rais
    “Usaha dan berupaya sekuat raya, dalam keadaan apapun, hingga Tuhan melihat kesungguhan itu dan mengulurkan tangan-Nya ... Ikhlas terhadap takdir yang telah digariskan Tuhan, setelah usaha yang maksimal. Harapan besar yang kandas, belum tentu sungguh-sungguh kandas. Tuhan tak akan mengandaskan impian hambanya begitu saja. Dia tak akan menaruh kita dalam kesulitan yang tak terperi tanpa menukarnya dengan kemuliaan pada masa mendatang. (307)”
    Hanum Salsabiela Rais, Bulan Terbelah di Langit Amerika



Rss
« previous 1 3