Dian Nafi > Dian's Quotes

Showing 1-30 of 268
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9
sort by

  • #1
    Dian Nafi
    “Absurditas dunia maya, menyata dalam diri seorang Mayana. Absurditas cinta menjadi maya dalam kehidupan Mayana. Atau cinta menjadi realita dalam dunia maya Mayana? Di manakah realitas cinta Mayana? Dia terus mencari atau justru telah menemukan dan menikmatinya?”
    Dian Nafi - a rt gus faizal

  • #2
    Dian Nafi
    “DIA tidak sedang mempermainkan kami. Kamilah yang harus introspeksi. Barangkali kami selama ini tak banyak bersyukur. ((Mudah-mudahan) Bukan Ramadhan Terakhir, Rima RL)”
    Dian Nafi, Once More Ramadhan

  • #3
    Dian Nafi
    “Sepi dan ceria bukan terpisahkan, tapi menjalin membentuk sebuah sinergi.”
    Dian Nafi - a rt gus faizal, Mayasmara
    tags: sepi

  • #4
    Dian Nafi
    “Berbaktilah pada orang tua selagi mereka ada. Karena saat mereka tiada, sungguh, hanya sesal yang ada. ((Mudah-mudahan) Bukan Ramadhan Terakhir, Rima RL)”
    Dian Nafi, Once More Ramadhan

  • #5
    Dian Nafi
    “menulis memang bukan mengeluarkan, tetapi aktivitas membobol berbagai sekat dalam diri dengan di luar dirinya, dengan apa yang menggelisahkannya sehingga mencapai kemapanan rasa untuk digelisahkan kembali.”
    Dian Nafi - a rt gus faizal, Mayasmara

  • #6
    Dian Nafi
    “Aku selalu menyangka kemuliaan itu kalau seseorang berada di depan. Memimpin. Atau berkhotbah, mengajari, bertaushiyah di depan, di panggung. Tapi Allah menunjukkan sesuatu yang lain.”
    Dian Nafi, Once More Ramadhan

  • #7
    Dian Nafi
    “Sakit hingga sakit hati merupakan karunia terindah dalam hidup. Karenanya menjadi signal yang mengantar hingga di batas-batas kesadaran akan keberadaan hidup. Asal jangan menyakiti, maka dikasihi walau harus sakit.”
    Dian Nafi, Mayasmara
    tags: sakit

  • #8
    Dian Nafi
    “Aku takut ah. Takut salah melangkah. Takut salah bicara. Apa baiknya aku diam saja ya? Atau menjauh?
    Jangan, dong, jangan malah diam apalagi menjauh!nBahkan harus terus bergerak. Mendekat. Meraih ridloNya”
    Dian Nafi, Gue Takut Allah

  • #9
    Dian Nafi
    “Seberkas cahaya menjadi begitu luar biasa bukan karena cahayanya, tetapi karena keadaan sekelilingnya. Semakin pekat, semakin bernilailah cahaya itu. Maka nilai itu bukan oleh apa yang di keluarkan, tetapi apa yang telah memberikannya. Karena hanya dengan memberikan dia akan menerima.”
    Dian Nafi - a rt gus faizal, Mayasmara
    tags: cahaya

  • #10
    Dian Nafi
    “Ada penawarnya kok. Kalau sentuhan, ntar wudlu juga gugur dosanya.

    Yaelaaaah…mau bikin alibi ya?

    Mau bolak-balikin hukum sesuai dengan kepentingan sendiri?

    Kan di hari akhir, semua anggota badan bicara dan ngaku sendiri, lho”
    Dian Nafi, Gue Takut Allah

  • #11
    Dian Nafi
    “Dunia kehidupan telah dikotak-petakan oleh kesimpulan yang telah dibeku-bakukan. Padahal tiada yang abadi, termasuk kepada setiap keputusan masa lalu. Selalu ada kemungkinan baru.”
    Dian Nafi - a rt gus faizal, Mayasmara

  • #12
    Dian Nafi
    “kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang paling menyakiti hatimu dan kadang kala, teman yang membawamu ke dalam pelukannya dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari.”
    Dian Nafi - a rt gus faizal, Mayasmara

  • #13
    Dian Nafi
    “Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai, Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan. Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan. Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adalah kesempatan.”
    Dian Nafi - a rt gus faizal, Mayasmara

  • #14
    Dian Nafi
    “kalau dosa, ada penawarnya kok. Ntar bisa kita tutup dengan amal baik lainnya.

    Yakin masih punya kesempatan? Masih nafas ntar?”
    Dian Nafi, Gue Takut Allah

  • #15
    Dian Nafi
    “Warna menjadi rasa, rasa menjadi bentuk, bentuk menjadi arah, arah menjadi nisbi, nisbi menjadi ganjil, ganjil menjadi genap, genap masih harus digenapkan dalam kesederhanaan keteraturan pola dan struktur. Itulah keindahan.”
    Dian Nafi - a rt gus faizal, Mayasmara

  • #16
    Dian Nafi
    “kenapa kebanyakan pria, mungkin juga wanita, terpaku dengan cinta pertama yang nyangkut dalam kehidupan mereka. Kehadirannya bagai hantu yang terus menguntit dan tidak membiarkan tuannya memelihara hantu yang baru pada saatnya tiba.”
    Dian Nafi - a rt gus faizal, Mayasmara

  • #17
    Dian Nafi
    “ketertarikan gila saat pertama cinta ditemukan, memang mudah menyatukan dua pribadi yang sangat berbeda untuk berjanji setia sepanjang hidup. Hanya saja, panjangnya hidup yang dilihat oleh mata yang mabuk cinta, bisa jadi sangat pendek.Itu sebabnya cinta saja tidak cukup. Persahabatan dan logika yang jernih antara dua jiwa itulah yang memanjangkan cinta mereka menjadi kebersamaan yang membahagiakan.”
    Dian Nafi - a rt gus faizal, Mayasmara

  • #18
    Dian Nafi
    “Cinta semestinya membawa kebahagiaan dan melengkapi ruang-ruang jiwa yang kosong, atau mengisinya dengan membiarkan penghuni lamanya pergi, dan bukannya berdesak-desakan dan berebut tempat di dalamnya.”
    Dian Nafi - a rt gus faizal, Mayasmara
    tags: cinta, jiwa

  • #19
    Dian Nafi
    “Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang yang diciptakan hanya untukmu. Tetapi tetap berpulang padamu untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak.”
    Dian Nafi - a rt gus faizal, Mayasmara

  • #20
    Dian Nafi
    “Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Itu adalah pilihan. Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu Dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan.”
    Dian Nafi - a rt gus faizal, Mayasmara

  • #21
    Dian Nafi
    “Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna.”
    Dian Nafi - a rt gus faizal, Mayasmara

  • #22
    Dian Nafi
    “Seorang perempuan bertanya, apa itu cinta?

    Sinergi hati dan akal dalam momentum reaksi metapora yang menghasilkan ruang kosong yang terlalu sulit dan terlalu berani untuk disebut sebagai suci atau bersih. Dia hidup dan menjadi wadah yang hadir hanya dengan dirasa, tapi bisa dilihat tak bisa diraba. Karena hidup dia akan mempunyai masa dan menempati ruang untuk bertumbuh, berkembang, dan menunaikan fungsi hidup beserta peserta hidup lainnya, dalam segala dimensi dan formatnya. Deteksi hati dan akali hanya mampu sampai menghampirinya saja. Selebihnya kata tak cukup punya fasilitas untuk menyelesaikan pendeteksian itu. Segala yang memasukinya akan bereaksi menjadi energi, bila berkontraksi akan menjadi vektor yang bergerak sentrifugal ataupun dalam jumlah komposisi yang tak terbatas mapun dalam berbagai formasi lainnya.”
    Dian Nafi - a rt gus faizal, Mayasmara
    tags: cinta

  • #23
    Dian Nafi
    “Ketika cinta membutakan mata hati, bagai gerhana menutupi matahari. Menutupi bulan. Ketika mungkin Nero tak mungkin dimiliki sebagai kekasih, Mayana mungkin rela menjadi apa saja untuknya. Sebagai teman, sahabat, saudara, apapun.”
    Dian Nafi - a rt gus faizal, Mayasmara

  • #24
    Dian Nafi
    “Farewell. Pada akhirnya yang bertemu akan berpisah. Yang ada akan tiada. Yang datang akan pergi. Yang lewat akan berlalu. Entah bergegas entah mengulur waktu perginya. Tapi pasti …. Pasti!”
    dian nafi, Mayasmara

  • #25
    Dian Nafi
    “Mencintai itu perkara hati, maka dilapangkannya seluas langit dan bumi.”
    Dian Nafi A rt gus Faizal, Mayasmara
    tags: cinta

  • #26
    Dian Nafi
    “Cinta membuatnya tak perlu menggunakan akal dan pikiran, tapi ia mendapat petunjuk dengan hati, dan karena cintalah yang membuat hatinya tak bisa padam, seperti obor abadi dari api abadi.”
    Dian Nafi A rt gus Faizal, Mayasmara
    tags: akal, cinta

  • #27
    “Ternyata orang kasmaran itu sampai lupa hari dan tanggal. Kesadaran menjadi barang langka. Komposisi diri menjadi jumpalitan. Namun setelah keruhnya mengendap, ikan pun akan tampak begitu jelas. Waktu melarutkan segalanya.(mayasmara)”
    Dian Nafi A rt gus Faizal

  • #28
    “Cinta manusia dalam tahap ekstrem seringkali bercampur dengan beberapa derajat kematian—kematian terhadap ego sendiri, terhadap hasrat sendiri, terhadap kesenangan-kesenangan sendiri demi kepentingan yang lain. Dan ini disebabkan cinta manusia itu sendiri merupakan pantulan dari Cinta Tuhan, yang bisa dialami hanya setelah kematian ego, dan dapat mengantarkan kepada Tuhan jiwa-jiwa mereka yang cukup beruntung untuk mengalami cinta ini.
    Cinta ilahiyah kadang menggunakan cinta insaniyah sebagai jembatannya. (Mayasmara)”
    Dian Nafi A rt gus Faizal

  • #29
    “Bila manusia memiliki cinta dengan segala kesejatian, bersiap-siaplah menjadi pribadi yang sarat dengan keajaiban. Bergetar dalam silaturhami. Cinta. Energi. Kehidupan.(Mayasmara)”
    Dian Nafi A rt gus Faizal

  • #30
    Dian Nafi
    “Cinta selalu menjadi sajian sarat makna dalam setiap pertemuan dan perpisahan. Cinta membuat jiwa memahami nilai-nilai kehidupan yang terpapar demikian nyata maupun yang tersirat. (Lelaki)”
    Dian Nafi - Endang S, Lelaki: Kutunggu Lelakumu
    tags: cinta, jiwa



Rss
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9