A. Dzulfikar Adi Putra > A. Dzulfikar's Quotes

Showing 1-13 of 13
sort by

  • #1
    Ahmad Fuadi
    “Orang boleh menodong senapan, tapi kalian punya pilihan, untuk takut atau tetap tegar.”
    Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara

  • #2
    Ahmad Fuadi
    “Man jadda wajada
    Siapa yang bersungguh - sungguh, akan berhasil”
    Ahmad Fuadi

  • #3
    Ahmad Fuadi
    “Dulu kami tidak takut bermimpi, walau sejujurnya juga tidak tahu bagaimana merealisasikannya. Tapi lihatlah hari ini. Setelah kami mengerahkan segala ikhtiar dan menggenapkan dengan doa, Tuhan mengirim benua impian ke pelukan masing-masing. Kun fayakun, maka semula awan impian, kini hidup yang nyata. Kami berenam telah berada di lima negara yang berbeda. Di lima menara impian kami. Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apapun. Tuhan sungguh Maha Mendengar”
    Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara

  • #4
    Hamka
    “Kata-kata yang lemah dan beradab dapat melembutkan hati dan manusia yang keras.”
    Hamka

  • #5
    Hamka
    “Panggilan 'ayah' dari anak-anak, ketika si buruh pulang dari pekerjaannya, adalah ubat duka dari dampratan majikan di kantor. Suara 'ayah' dari anak-anak yang berdiri di pintu, itulah yang menyebabkan telinga menjadi tebal, walaupun gaji kecil. Suara 'ayah' dari anak-anak, itulah urat tunggang dan pucuk bulat bagi peripenghidupan manusia.”
    Hamka, Cermin Penghidupan

  • #6
    Hamka
    “Kecantikan yang abadi terletak pada keelokan adab dan ketinggian ilmu seseorang. Bukan terletak pada wajah dan pakaiannya.”
    Hamka

  • #7
    Maggie Tiojakin
    “Penulis fiksi tidak bisa menyimpan rahasia. Untuk menyampaikan pesan kepada orang lain, seorang penulis harus bisa membuka dirinya - seluas dan sedalam mungkin - untuk dicela, dicemooh dan dilihat orang. Ini resiko profesi. Fiksi adalah bentuk tulisan paling jujur yang akan pernah kau temui. Imajinasi adalah manifestasi pikiran, iman, serta ketakutan. Tiga hal yang membentuk pribadi manusia. Tanpa imajinasi, kita - penulis - tidak punya apa-apa. ~ Winter Dreams”
    Maggie Tiojakin

  • #8
    Muhammad Anis Matta
    “Pahlawan.. Jangan menanti kedatangannya. Mereka adalah aku, kau, dan kita semua. Mereka bukan orang lain. Mereka hanya belum memulai. Mereka hanya perlu berjanji untuk merebut takdir kepahlawanan mereka, dan dunia akan menyaksikan gugusan pulau-pulau ini menjelma menjadi untaian kalung zamrud kembali yang menghiasi leher sejarah.”
    Anis Matta

  • #9
    Frank Zappa
    “So many books, so little time.”
    Frank Zappa

  • #10
    “Urusan pembaca adalah mengekalkan ingatan pada apa yang mereka sukai. Sebaliknya, urusan penulis adalah menghapus ingatan dari apa-apa yang sudah ia bikin. Ia hanya memusatkan perhatian pada bagaimana melahirkan karya sebaik-baiknya saat ini.”
    Laksana A.S.

  • #11
    Salim Akhukum Fillah
    “Kita kadang merasa lebih benar, lebih baik, lebih tinggi, dan lebih suci dibanding mereka yang kita nasehati.

    Hanya mengingatkan kembali kepada diri ini: jika kau merasa besar, periksa hatimu. Mungkin ia sedang bengkak.

    Jika kau merasa suci, periksa jiwamu. Mungkin itu putihnya nanah dari luka nurani.

    Jika kau merasa tinggi, periksa batinmu. Mungkin ia sedang melayang kehilangan pajakan.

    Jika kau merasa wangi, priksa ikhlasmu, mungkin itu asap dari amal shalihmu YANG HANGUS DIBAKAR RIYA'.”
    Salim Akhukum Fillah, Dalam Dekapan Ukhuwah

  • #12
    Christian Simamora
    “Saat memutuskan buat jatuh cinta, lo juga membuka kemungkinan cinta kelak akan berbalik nyakitin lo. - Good Fight”
    Christian Simamora

  • #13
    Clara Ng
    “Terkadang aku ingin mengintip takdirku agar hidupku lebih terencana. Tapi aku baru sadar, Tuhan menyimpan takdir untuk kejutan.”
    Clara Ng



Rss