Peradaban Quotes

Quotes tagged as "peradaban" Showing 1-8 of 8
Remy Sylado
“Bicara soal kekuatan Tarjdo, tidak gampang kalau rakyatmu miskin. Rakyatmu harus punya makan yang cukup dulu, punya pakaian, dan yang paling penting bebas buta huruf. Ini yang membedakan manusia dengan binatang. Sebab, kalau cuma makan, binatang juga bisa makan. Lantas, kalau cuma pakaian, binatang juga punya bulu. Buku, bisa membaca, itulah yang membuktikan manusia punya kebanggaan, punya kebudayaan, punya peradaban.”
Remy Sylado, Ca-bau-kan: Hanya sebuah dosa

Andi Fitriyanto
“Kematangan nalar adalah pusara terakhir bagi segala kegaiban dan absurditas. Di sanalah kita membunuh ilusi, dan di sanalah pula kita membangun kemanusiaan. Peradaban yang utuh bukan dibangun atas dasar iman yang absolut, melainkan atas dasar nalar yang terbuka. Ia tidak membutuhkan dominasi, tetapi partisipasi. Ia tidak menindas perbedaan, tetapi merayakannya dalam harmoni.”
Andi Fitriyanto, Enigmakrostik

Andi Fitriyanto
“Perspektif berbeda diperlukan untuk kelangsungan hidup, karena manusia dan peradaban itu dinamis. Pembaruan itu hukum alam, jangan wariskan kebodohan karena kini sudah saatnya kita tuntaskan epilog peradaban usang dan menciptakan pedoman baru bagi peradaban digital.”
Andi Fitriyanto, Antitesis

“(Arnold) Toynbee bertanya-tanya: di mana peran dan kontribusi Inggris dalam sejarah manusia? Peran Inggris tidak lebih dari 250 tahun dan itu pun penuh dengan berbagai kesalahan. Kemudian sejak Perang Dunia II, Inggris mulai meredup dan surut dari percaturan sejarah dunia. Demikian halnya dengan Prancis, Jerman, Rusia, dan Amerika Serikat.”
Yusri Abdul Ghani Abdullah, Historiografi Islam: Dari Klasik Hingga Modern

“Sesungguhnya bangsa Arab ialah para penyebar Islam. Mereka telah keluar dari pedalaman padang pasir dengan persiapan yang kuat dan berterusan, terus melebar hingga meluas ke pelbagai penjuru, kemudian Allah SWT telah menetapkan kemenangan kepada orang-orang berikan, kebebasan kepada orang-orang lemah dan kehinaan kepada orang-orang zalim dan sombong.

Mereka meluncur dari padang pasir bersama Rasulullah SAW selama seperempat abad, di samalah Rasulullah SAW telah mengisi pelajaran langit yang turun bersama wahyu, membekali mereka dengan pelbagai kekuatan pemikiran dan emosional sehingga mengangkat taraf kehidupan mereka secara material dan mental; menjadikan mereka sebagai pembawa misi, dan pencipta peradaban; memiliki kehormatan serta pemikiran yang benar, hati yang bersih dan jiwa yang peka mengatasi masyarakat Parsi dan Rom.”
Rohimuddin Nawawi Al-Bantani, Beragama Itu Akhlak Utama

Syed Hussein Alatas
“Kebudayaan Melayu berdasarkan nilai-nilai yang beradab dan bersifat kemajuan. Keburukan-keburukan yang terjadi adalah penyelewengan semata-mata yang terdapat di seluruh masyarakat dunia. Umpamanya, jika terdapat seorang Melayu malas, ini tidak bererti kebudayaan Melayu mengutamakan unsur malas. Pada hakikatnya ialah kebudayaan Melayu menganjurkan unsur rajin. Demikian juga jika ada ebebrapa orang Melayu yang terganggu fikirannya, mengamuk, membunuh beberapa orang, mata gelap, ini tidak bererti bahawa sifat mengamuk itu merupakan bahagian utama (basic part) daripada watak Melayu.”
Syed Hussein Alatas, Siapa Yang Salah: Sekitar Revolusi Mental dan Peribadi Melayu

Toba Beta
“Perang dunia dimulai saat peradaban tidak lagi menghargai perdamaian.”
Toba Beta

Toba Beta
“AI telah mengalahkan pikiran manusia. Itu fakta. Satu-satunya cara agar peradaban manusia tetap dapat eksis dan berkelanjutan adalah melalui asimiliasi manusia dengan AI, robotik dan nanoteknologi. Tak ada cara lain.”
Toba Beta