The Eod > The's Quotes

Showing 1-24 of 24
sort by

  • #1
    Dee Lestari
    “Cinta kan tidak butuh tali. Ia membebaskan. Jadi buat apa kita melawan arusnya dan malah saling menjajah?”
    Dee

  • #2
    Dee Lestari
    “aku gak mau sepuluh, dua puluh tahun dari hari ini, aku masih terus-terusan memikirkan orang yg sama. bingung di antara penyesalan dan penerimaan.”
    Dee, Perahu Kertas

  • #3
    Dee Lestari
    “Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkan ia dimengerti jika tak ada spasi? Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang?”
    dee, Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade

  • #4
    Dee Lestari
    “Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring.(Spasi)”
    Dee, Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade

  • #5
    Dee Lestari
    “Semua perjalanan hidup adalah sinema. Bahkan lebih mengerikan. Darah adalah darah, dan tangis adalah tangis. Tak ada pemeran pengganti yang akan menanggung sakitmu.”
    Dee, Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh
    tags: life

  • #6
    Dee Lestari
    “Karena hati tak perlu memilih, ia selalu tahu kemana harus berlabuh”
    Dee, Perahu Kertas

  • #7
    Dee Lestari
    “Kita memang tak pernah tahu apa yang dirindukan sampai sesuatu itu tiba di depan mata.”
    Dee, Supernova: Akar

  • #8
    Dee Lestari
    “Carilah orang yang nggak perlu meminta apa-apa, tapi kamu mau memberikan segala-segalanya.”
    Dee, Perahu Kertas

  • #9
    Dee Lestari
    “Hati tidak memilih. Hati dipilih. Karena hati tidak perlu memilih, ia selalu tahu kemana harus berlabuh”
    Dee

  • #10
    Dee Lestari
    “hati kamu mungkin memilihku, seperti juga hatiku selalu memilihmu. Tapi hati bisa bertumbuh dan bertahan dengan pilihan lain. Kadang, begitu saja sudah cukup. Sekarang aku pun merasa cukup.”
    Dee, Perahu Kertas

  • #11
    Pramoedya Ananta Toer
    “Perang, kekuasaan, kekayaan, seperti unggun api dalam kegelapan dan orang berterbangan untuk mati tumpas di dalamnya.”
    Pramoedya Ananta Toer, Arus Balik

  • #12
    Pramoedya Ananta Toer
    “Biarlah hati ini patah karena sarat dengan beban, dan biarlah dia meledak karena ketegangan. Pada akhirnya perbuatan manusia menentukan, yang mengawali dan mengakhiri. Bagiku, kata-kata hiburan hanya sekedar membasuh kaki. Memang menyegarkan. Tapi tiada arti. Barangkali pada titik inilah kita berpisah...”
    Pramoedya Ananta Toer, Arus Balik

  • #13
    Pramoedya Ananta Toer
    “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
    Pramoedya Ananta Toer

  • #14
    Pramoedya Ananta Toer
    “Berterimakasihlah pada segala yang memberi kehidupan.”
    Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia

  • #15
    Pramoedya Ananta Toer
    “Dalam hidup kita, cuma satu yang kita punya, yaitu keberanian. Kalau tidak punya itu, lantas apa harga hidup kita ini?”
    pramoedya ananta toer

  • #16
    Pramoedya Ananta Toer
    “Kalian boleh maju dalam pelajaran, mungkin mencapai deretan gelar kesarjanaan apa saja, tapi tanpa mencintai sastra, kalian tinggal hanya hewan yang pandai.”
    Pramoedya Ananta Toer

  • #17
    Pramoedya Ananta Toer
    “Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang-orang lain pandai”
    Pramoedya Ananta Toer

  • #18
    Pramoedya Ananta Toer
    “seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan”
    Pramoedya Ananta Toer, This Earth of Mankind

  • #19
    Pramoedya Ananta Toer
    “Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari. (Mama, 84)”
    Pramoedya Ananta Toer, Child of All Nations

  • #20
    Pramoedya Ananta Toer
    “Kau akan berhasil dalam setiap pelajaran, dan kau harus percaya akan berhasil, dan berhasillah kau; anggap semua pelajaran mudah, dan semua akan jadi mudah; jangan takut pada pelajaran apa pun, karena ketakutan itu sendiri kebodohan awal yang akan membodohkan semua”
    Pramoedya Ananta Toer

  • #21
    Pramoedya Ananta Toer
    “Kau terpelajar, cobalah bersetia pada kata hati.”
    Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia

  • #22
    Pramoedya Ananta Toer
    “Jangan sebut aku perempuan sejati jika hidup hanya berkalang lelaki. Tapi bukan berarti aku tidak butuh lelaki untuk aku cintai. (Nyai Ontosoroh)”
    Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia

  • #23
    Pramoedya Ananta Toer
    “Semakin tinggi sekolah bukan berarti semakin menghabiskan makanan orang lain. Harus semakin mengenal batas

    (Bumi Manusia, h. 138)”
    Pramoedya Ananta Toer

  • #24
    Pramoedya Ananta Toer
    “Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun ?
    Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin,
    akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.”
    Pramoedya Ananta Toer



Rss