Februarindu Quotes
Februarindu
by
Alfin Rizal3 ratings, 4.00 average rating, 0 reviews
Februarindu Quotes
Showing 1-8 of 8
“Yang tersisa dari chat kita bukanlah katamu saat kau pamit tidur, tapi rindu yang tak tertulis sehingga tak mampu menahanmu sedikit lebih lama”
― Februarindu
― Februarindu
“Kepada ikan-ikan yang seumur hidupnya digunakan hanya untuk mandi dan membuka mata. Juga kepada ubur-ubur yang diuber-uber spongebob. Ceritakan padaku bagaimana kehidupan di dalam air! Apa yang paling kalian takutkan selain Tuhan dan kekeringan? Takutkah kau terhadap bangsaku, kaumku dan mahluk sejenisku? Kuberitahu kalian satu hal; ada dua keadaan yang membuat manusia tidak perlu kau takuti; pertama saat mereka jatuh cinta, kedua saat mereka patah hati.”
― Februarindu
― Februarindu
“Aku tak risau soal lemahnya daya ingatku akanmu, sebab Tuhan selalu berhasil mengembalikan kenangan kita lewat hujan yang berbau rindu itu.”
― Februarindu
― Februarindu
“MANU-SIA
Belum lelah bersalah
Entah untuk apa,
Belum juga lelah melupa
Entah sebab apa,
“Manusia tempat salah dan lupa.
Jadi tak mengapa.
Dibuat santai saja.
Kita itu manusia.
Jangan menjadi sia-sia.
Mereka bukan manusia.
Jadi tak mengapa,
dibuat sia-sia saja.” Tuturnya.
Manusia,
Banyak yang menua dengan sia-sia
Lebih banyak yang sia-sia namun tak merasa
Sewon, November 2016”
― Lisan Tulisan
Belum lelah bersalah
Entah untuk apa,
Belum juga lelah melupa
Entah sebab apa,
“Manusia tempat salah dan lupa.
Jadi tak mengapa.
Dibuat santai saja.
Kita itu manusia.
Jangan menjadi sia-sia.
Mereka bukan manusia.
Jadi tak mengapa,
dibuat sia-sia saja.” Tuturnya.
Manusia,
Banyak yang menua dengan sia-sia
Lebih banyak yang sia-sia namun tak merasa
Sewon, November 2016”
― Lisan Tulisan
“Buka hatimu, kekasih. Sambut kicauan burung dalam hatiku yang ingin bersarang di dalam hatimu. Burung-burung kita akan bercumbu, dan beranak kupu-kupu.”
― Februarindu
― Februarindu
“Bagian kasihku padamu sesederhana merah kuning biru menjadi warna primer, sisanya adalah hitam putihnya rindu yang bercampur pada ketiga warna itu”
― Februarindu
― Februarindu
“Diamku adalah gegap gempita pasar malam, kala rindu kita sedalam dilema masa silam”
― Februarindu
― Februarindu
