Dian > Dian's Quotes

Showing 1-16 of 16
sort by

  • #1
    Hamka
    “Kecantikan yang abadi terletak pada keelokan adab dan ketinggian ilmu seseorang. Bukan terletak pada wajah dan pakaiannya.”
    Hamka

  • #2
    Bernard M. Baruch
    “Be who you are and say what you feel, because those who mind don't matter, and those who matter don't mind.”
    Bernard M. Baruch

  • #3
    Mae West
    “You only live once, but if you do it right, once is enough.”
    Mae West

  • #4
    Hamka
    “Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Jika ia jatuh pada tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesucian hati, keikhlasan, setia, budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai terpuji.”
    HAMKA

  • #5
    Hamka
    “Diribut runduklah padi
    Dicupak datuk Temenggung
    Hidup kalau tidak berbudi
    Duduk tegak kemari canggung

    Tegak rumah karena sendi
    Runtuh budi rumah binasa
    Sendi bangsa ialah budi
    Runtuh budi runtuhlah bangsa

    Prof. Dr. Hamka, Lembaga Budi

  • #6
    Hamka
    “Lebih banyak orang menghadapi kematian di atas tempat tidur daripada orang yang mati di atas pesawat.
    Tetapi kenapa lebih banyak orang yang takut mati ketika menaiki pesawat daripada orang yang takut menaiki tempat tidur.

    More people can see the face of death while their sleep in their own bed rather than people who can see the face of death while their flying in the plane.
    But why more people scare to take a plane than people who take a bed.”
    Hamka

  • #7
    Hamka
    “Kata-kata yang lemah dan beradab dapat melembutkan hati dan manusia yang keras.”
    Hamka

  • #8
    Hamka
    “Positif, bukan negatif. Aktif, bukan pasif.”
    Hamka

  • #9
    Hamka
    “Saya akan pikul rahsia itu jika engkau percayakan kepada saya dan saya akan masukkan ke dalam perbendaharaan hati saya dan kemudian saya kunci pintunya erat-erat. Kunci itu akan saya lemparkan jauh-jauh sehingga seorang pun tak dapat mengambilnya kedalam lagi.”
    Hamka, Di Bawah Lindungan Ka'bah

  • #10
    Steve Maraboli
    “Dare to Be

    When a new day begins, dare to smile gratefully.

    When there is darkness, dare to be the first to shine a light.

    When there is injustice, dare to be the first to condemn it.

    When something seems difficult, dare to do it anyway.

    When life seems to beat you down, dare to fight back.

    When there seems to be no hope, dare to find some.

    When you’re feeling tired, dare to keep going.

    When times are tough, dare to be tougher.

    When love hurts you, dare to love again.

    When someone is hurting, dare to help them heal.

    When another is lost, dare to help them find the way.

    When a friend falls, dare to be the first to extend a hand.

    When you cross paths with another, dare to make them smile.

    When you feel great, dare to help someone else feel great too.

    When the day has ended, dare to feel as you’ve done your best.

    Dare to be the best you can –

    At all times, Dare to be!”
    Steve Maraboli, Life, the Truth, and Being Free

  • #11
    Albert Camus
    “Don’t walk in front of me… I may not follow
    Don’t walk behind me… I may not lead
    Walk beside me… just be my friend”
    Albert Camus

  • #12
    Frank Zappa
    “So many books, so little time.”
    Frank Zappa

  • #13
    Albert Einstein
    “There are only two ways to live your life. One is as though nothing is a miracle. The other is as though everything is a miracle.”
    Albert Einstein

  • #14
    Mahatma Gandhi
    “Live as if you were to die tomorrow. Learn as if you were to live forever.”
    Mahatma Gandhi

  • #15
    Dee Lestari
    “Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkan ia dimengerti jika tak ada spasi? Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang?”
    dee, Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade

  • #16
    Tere Liye
    “Ya Rabb, Engkaulah alasan semua kehidupan ini. Engkaulah penjelasan atas semua kehidupan ini. Perasaan itu datang dariMu. Semua perasaan itu juga akan kembali kepadaMu. Kami hanya menerima titipan. Dan semua itu ada sungguh karenaMu...
    Katakanlah wahai semua pencinta di dunia. Katakanlah ikrar cinta itu hanya karenaNya. Katakanlah semua kehidupan itu hanya karena Allah. Katakanlah semua getar-rasa itu hanya karena Allah. Dan semoga Allah yang Maha Mencinta, yang Menciptakan dunia dengan kasih-sayang mengajarkan kita tentang cinta sejati.
    Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk merasakan hakikatNya.
    Semoga Allah sungguh memberikan kesempatan kepada kita untuk memandang wajahNya. Wajah yang akan membuat semua cinta dunia layu bagai kecambah yang tidak pernah tumbuh. Layu bagai api yang tak pernah panas membakar. Layu bagai sebongkah es yang tidak membeku. ”
    Tere Liye, Hafalan Shalat Delisa



Rss