Eza > Eza's Quotes

Showing 1-21 of 21
sort by

  • #1
    Hamka
    “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Buya Prof. Dr. Hamka...ilmu mengarang itu diperdapat lantaran dipelajari; diketahui nahu dan saraf bahasa dan dibaca karangan punjangga-pujangga lain dan menirunya, bisa orang menjadi pengarang." halaman 195.”
    Hamka

  • #2
    Hamka
    “Kata-kata yang lemah dan beradab dapat melembutkan hati dan manusia yang keras.”
    Hamka

  • #3
    Hamka
    “Positif, bukan negatif. Aktif, bukan pasif.”
    Hamka

  • #4
    Hamka
    “Saya akan pikul rahsia itu jika engkau percayakan kepada saya dan saya akan masukkan ke dalam perbendaharaan hati saya dan kemudian saya kunci pintunya erat-erat. Kunci itu akan saya lemparkan jauh-jauh sehingga seorang pun tak dapat mengambilnya kedalam lagi.”
    Hamka, Di Bawah Lindungan Ka'bah

  • #5
    Hamka
    “Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Jika ia jatuh pada tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesucian hati, keikhlasan, setia, budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai terpuji.”
    HAMKA

  • #6
    Hamka
    “Kecantikan yang abadi terletak pada keelokan adab dan ketinggian ilmu seseorang. Bukan terletak pada wajah dan pakaiannya.”
    Hamka

  • #7
    Tan Malaka
    “Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda.”
    Tan Malaka

  • #8
    Tan Malaka
    “Sedangkan sebetulnya cara mendapatkan hasil itulah yang lebih penting daripada hasil sendiri.
    (bab 3, ilmu alam -science page 99)”
    Tan Malaka, Madilog

  • #9
    Tan Malaka
    “Ingatlah! Bahwa dari dalam kubur, suara saya akan lebih keras daripada dari atas bumi”
    Tan Malaka

  • #10
    Tan Malaka
    “Kalau suatu negara seperti Amerika mau menguasai samudra dan dunia, dia mesti rebut Indonesia lebih dahulu buat sendi kekuasaan. (Pendahuluan - Melihat ke muka page 35-36)”
    Tan Malaka, Madilog

  • #11
    Tan Malaka
    “BERGELAP-GELAPLAH DALAM TERANG, BERTERANG-TERANGLAH DALAM GELAP ! ”
    Tan Malaka

  • #12
    Tan Malaka
    “Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta memperhalus perasaan”
    Tan Malaka

  • #13
    Tan Malaka
    “Jeruk sebagai benda, lembu sebagai benda, bumi dan bintang sebagai benda, ya, "engkau" sebagai benda, tak ada buat saya. Yang ada cuma ide, pikiran, pengertian, gambaran dari jeruk, lembu, bumi, bintang dan engkau. "Engkau",kata hume, cuma "ide" buat saya.
    Dengan begitu Hume yang membatalkan benda dan mengaku ide saja, membatalkan adanya diri sendiri, mengakui, bahwa sebetulnya dia sendiri tak ada.

    (bab 2 filsafat - page 35)”
    Tan Malaka, Madilog

  • #14
    Tan Malaka
    “Ia, Tan Malaka, orang pertama yang menulis konsep Republik Indonesia... Tapi hidupnya berakhir tragis di ujung senapan tentara republik yang didirikannya.”
    Tan Malaka

  • #15
    Tan Malaka
    “Bahwa kebiasaan menghafal itu tidak menambah kecerdasan, malah menjadikan saya bodoh, mekanis, seperti mesin.(Pendahuluan - Perpustakaan page 24)”
    Tan Malaka, Madilog

  • #16
    Tan Malaka
    “Bila seseorang ingin menaiki tangga sosial dan kebudayaan mestilah merdeka lebih dulu dan pengetahuan tentang kemerdekaan, di Baratlah dilahirkan dan dipergunakan.”
    tan malaka

  • #17
    Tan Malaka
    “Modal bisa memenjarakan manusia, membuat manusia bekerja tanpa henti dari jam 5 subuh sampai jam 8 malam untuk kekayaan oranglain.”
    Tan Malaka

  • #18
    Ahmad Fuadi
    “Merantaulah, kau akan mendapat pengganti kerabat dan teman. Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang. (Imam Syafii)”
    Ahmad Fuadi, Rantau 1 Muara

  • #19
    Ahmad Fuadi
    “Lawan yang pandai lebih baik daripada teman yang bodoh.”
    Ahmad Fuadi, Rantau 1 Muara

  • #20
    Ahmad Fuadi
    “Itulah salah kaprahnya beberapa kalangan. Mereka siap untuk menikah, siap punya anak, tapi tidak disiapkan untuk membesarkan anak. Apa gunanya punya banyak anak, tapi tidak dibesarkan untuk menjadi manusia-manusia yang terbaik dan bermanfaat. (Ustad Fariz)”
    Ahmad Fuadi, Rantau 1 Muara

  • #21
    Ahmad Fuadi
    “Jangan gampang terbuai keamanan dan kemapanan. Hidup itu kadang perlu beradu, bergejolak, bergesekan. Dari gesekan dan kesulitanlah, sebuah pribadi akan terbentuk matang. Banyak profesi di luar sana, usahakanlah untuk memilih yang paling mendewasakan dan yang paling bermanfaat buat sesama. (Kiai Rais)”
    Ahmad Fuadi, Rantau 1 Muara



Rss