K(a)redo(k) Puisi Jaman Now Quotes
K(a)redo(k) Puisi Jaman Now
by
Sam Haidy4 ratings, 2.50 average rating, 0 reviews
K(a)redo(k) Puisi Jaman Now Quotes
Showing 1-4 of 4
“Aku adalah dongeng sebelum tidur
yang setia mendaur diri
meski selalu terpenggal
oleh gilotin matamu
Aku adalah kisah tak tuntas
yang berulang kali kau tebas
hanya untuk kembali
bertunas dan bertunas lagi”
― K(a)redo(k) Puisi Jaman Now
yang setia mendaur diri
meski selalu terpenggal
oleh gilotin matamu
Aku adalah kisah tak tuntas
yang berulang kali kau tebas
hanya untuk kembali
bertunas dan bertunas lagi”
― K(a)redo(k) Puisi Jaman Now
“Aku (peny)air, kau (peny)air
Tak perlu saling kejar
Ikuti saja (keh)arus(an) masing-masing.
Perlahan menuju la(r)ut”
― K(a)redo(k) Puisi Jaman Now
Tak perlu saling kejar
Ikuti saja (keh)arus(an) masing-masing.
Perlahan menuju la(r)ut”
― K(a)redo(k) Puisi Jaman Now
“Kebahagiaan adalah semerbak tanah basah
Campuran sisa hujan dan keringat petani
Di ujung siklus musim yang resah”
― K(a)redo(k) Puisi Jaman Now
Campuran sisa hujan dan keringat petani
Di ujung siklus musim yang resah”
― K(a)redo(k) Puisi Jaman Now
“Aku ingin mencintaimu dengan maha dahsyat,
dengan rumus yang tak sempat dijabarkan bom atom
kepada kota yang dibaringkannya rata....
Aku ingin mencintaimu dengan maha dahsyat,
dengan teori yang tak sempat diuraikan asteroid
kepada dinosaurus yang dilesapkannya fana....”
― K(a)redo(k) Puisi Jaman Now
dengan rumus yang tak sempat dijabarkan bom atom
kepada kota yang dibaringkannya rata....
Aku ingin mencintaimu dengan maha dahsyat,
dengan teori yang tak sempat diuraikan asteroid
kepada dinosaurus yang dilesapkannya fana....”
― K(a)redo(k) Puisi Jaman Now
