Sabtu Bersama Bapak Quotes

Rate this book
Clear rating
Sabtu Bersama Bapak Sabtu Bersama Bapak by Adhitya Mulya
6,117 ratings, 4.30 average rating, 1,138 reviews
Sabtu Bersama Bapak Quotes Showing 1-10 of 10
“Membangun sebuah hubungan itu butuh dua orang yang solid. Yang sama-sama kuat. Bukan yang saling ngisi kelemahan.

Karena untuk menjadi kuat adalah tanggung jawab masing-masing orang. Bukan tanggung jawab orang lain”
Adhitya Mulya, Sabtu Bersama Bapak
“Meminta maaf ketika salah adalah wujud dari banyak hal. Wujud dari sadar bahwa seseorang cukup mawas diri bahwa dia salah. Wujud dari kemenagan dia melawan arogansi. Wujud dari penghargaan dia kepada orang yang dimintakan maaf.”
Adhitya Mulya, Sabtu Bersama Bapak
“I can’t ask for a better you. You, however, deserve a better me.”
Adhitya Mulya, Sabtu Bersama Bapak
“Ketika seorang laki-laki dan perempuan menikah, laki-laki itu meminta banyak dari perempuan.
Saya pilih kamu. Tolong pilih saya, untuk menghabiskan sisa hidup kamu. Dan saya akan menghabiskan sisa hidup saya bersama kamu.
Percayakan hidup kamu sama saya. Dan saya penuhi tugas saya padamu, nafkah lahir dan bathin.
Pindahkan baktimu. Tidak lagi baktimu kepada orangtuamu, baktimu sekarang pada saya.
Banyak laki-laki yang saat menikah tidak tahu bahwa mereka meminta ini, banyak juga laki-laki yang bahkan kemudian hari, mencederai tiga hal ini.”
Adhitya Mulya, Sabtu Bersama Bapak
“Jika ingin menilai seseorang, jangan nilai dia dari bagaimana dia berinteraksi dengan kita, karena itu bisa saja tertutup topeng. Tapi nilai dia dari bagaimana orang itu berinteraksi dengan orang-orang yang dia sayang.”
Adhitya Mulya, Sabtu Bersama Bapak
“Menjadi panutan bukan tugas anak sulung-kepada adaik-adiknya, tapi tugas orang tua kepada semua anak”
Adhitya Mulya, Sabtu Bersama Bapak
“Prestasi akademis yang baik bukan segalanya. Tapi memang membukakan lebih banyak pintu, untuk memperlihatkan kualitas kita yang lain.”
Adhitya Mulya, Sabtu Bersama Bapak
“Membangun sebuah hubungan itu butuh dua orang yang solid. Yang sama-sama kuat. Bukan yang saling ngisi kelemahan, Yu.”
Adhitya Mulya, Sabtu Bersama Bapak
“Anak-anak kita, bukan pengorbanan saya. Mereka, pemberian.”
Adhitya Mulya, Sabtu Bersama Bapak
“Mas pernah bilang, bagi Mas, saya itu perhiasan dunia akhirat. Kenapa bisa bilang begitu?”

“Kamu cantik. Itu jelas. Dan karena pada waktunya, saya selalu lihat sepatu kamu di Mushola Perempuan”
Adhitya Mulya, Sabtu Bersama Bapak