Reruntuhan Quotes
Quotes tagged as "reruntuhan"
Showing 1-1 of 1
“REKONSTRUKSI ATHALIA DARI 6 ABSTRAKSI
3. RU ANG PE CAH A THA LIA
(Abstraksi Reruntuhan)
Lorong itu masih berdebu.
Seperti paru-paru gedung tua
yang tersedak nama kita.
Sebuah pintu terbuka.
Engselnya berdecit,
menyebutmu dalam bahasa besi yang menumpuk dirinya sendiri dalam reruntuhan.
Di lantai:
serpihan gelas,
kilat kecil memantul
lampu neon yang mendengung.
Doa yang dipotong
oleh sengatan listrik.
Athalia,
kau berjalan melewati hidupku
seperti bayangan di CCTV—
tampak,
hilang,
tampak lagi,
gemetar
tanpa suara.
Aku mencoba menyentuhmu
melalui pantulan kaca,
tapi kaca itu pecah
menjadi kota yang lain:
gedung-gedung runtuh,
jam retak,
tangga darurat,
kabel listrik menjuntai
seperti urat-urat hujan
yang kelelahan.
Aku memungut serpihan
dengan tangan telanjang.
Jariku berdarah,
mengalir perlahan
ke arah retakan di lantai,
menyusuri jalur seperti
peta yang dibuat oleh tubuh
yang lupa program aplikasinya.
Di atas meja,
ada catatan tanpa huruf.
Seperti kalimat
yang menolak menjadi suara.
Di udara,
bau logam,
bau kehilangan yang tak punya suhu
tak punya
kenangan.
Kau pernah bening,
tapi aku terlalu percaya
pada transparansi benda-benda.
Kau menjadi pecahan pertama
yang sungguh mengerti
bagaimana luka tinggal
tanpa perlu menetap.
Aku ingin marah,
tapi amarah itu
hanya berdiri sebagai
kursi kosong
menghadap jendela
yang tak bisa dibuka.
Malam menempel di kulit,
seperti plastik hitam
yang membungkus ingatan.
Aku menggeser bayangmu dari cermin ke cermin—
namun cermin itu
malah memantulkan
diriku yang sudah retak
lebih dulu.
Kita berdua,
dua mesin kecil
yang kehilangan suara dinamo.
Tak bisa pergi,
tak bisa tinggal.
Hanya berdengung
di dalam ruangan
yang menua bersama debu.
Athalia,
jika ada yang masih hidup dari kita,
mungkin itu hanya denting terakhir
serpihan gelas
yang tak sempat memilih
ke mana ia ingin jatuh.
4. DARAH YANG TAK MAU JADI KENANGAN
(Abstraksi Eksistensial)
ada getir yang tak mau tua
mengendap di rongga dada
seperti luka yang menolak mati.
kau—
gelas bening yang lama kusembunyikan
di balik kelopak
mata.
ketika pecah,
suara retaknya menyambar malam:
mengiris lebih dulu sebelum sempat kutangisi.
aku tak meminta ampun.
tak juga mencari siapa salah.
yang kutahu:
tanganku sendiri gemetar
menjatuhkan harapan
yang kutimang seperti bayi yang kehausan.
dan darah itu—
ah, darah yang terus memanggil namamu
dari lorong gelap yang tak selesai kubakar.
aku marah.
aku diam.
dua hewan liar
saling menggigit.
jika kau datang lagi,
kupikir aku tetap akan meraihmu
meski tahu kau dapat mematahkanku
sekali lagi.
aku sudah lama belajar:
beberapa luka yang
tak bisa dikubur.
mereka hidup seperti bara— kecil, malu-malu,
tapi cukup untuk menghanguskan
satu kehidupan.
aku berdiri di sini
dengan dada yang robek
tanpa janji, tanpa doa—
hanya sedikit keberanian
untuk menyebut luka ini
dengan namanya sendiri.
dan itu cukup.
untuk malam ini.”
―
3. RU ANG PE CAH A THA LIA
(Abstraksi Reruntuhan)
Lorong itu masih berdebu.
Seperti paru-paru gedung tua
yang tersedak nama kita.
Sebuah pintu terbuka.
Engselnya berdecit,
menyebutmu dalam bahasa besi yang menumpuk dirinya sendiri dalam reruntuhan.
Di lantai:
serpihan gelas,
kilat kecil memantul
lampu neon yang mendengung.
Doa yang dipotong
oleh sengatan listrik.
Athalia,
kau berjalan melewati hidupku
seperti bayangan di CCTV—
tampak,
hilang,
tampak lagi,
gemetar
tanpa suara.
Aku mencoba menyentuhmu
melalui pantulan kaca,
tapi kaca itu pecah
menjadi kota yang lain:
gedung-gedung runtuh,
jam retak,
tangga darurat,
kabel listrik menjuntai
seperti urat-urat hujan
yang kelelahan.
Aku memungut serpihan
dengan tangan telanjang.
Jariku berdarah,
mengalir perlahan
ke arah retakan di lantai,
menyusuri jalur seperti
peta yang dibuat oleh tubuh
yang lupa program aplikasinya.
Di atas meja,
ada catatan tanpa huruf.
Seperti kalimat
yang menolak menjadi suara.
Di udara,
bau logam,
bau kehilangan yang tak punya suhu
tak punya
kenangan.
Kau pernah bening,
tapi aku terlalu percaya
pada transparansi benda-benda.
Kau menjadi pecahan pertama
yang sungguh mengerti
bagaimana luka tinggal
tanpa perlu menetap.
Aku ingin marah,
tapi amarah itu
hanya berdiri sebagai
kursi kosong
menghadap jendela
yang tak bisa dibuka.
Malam menempel di kulit,
seperti plastik hitam
yang membungkus ingatan.
Aku menggeser bayangmu dari cermin ke cermin—
namun cermin itu
malah memantulkan
diriku yang sudah retak
lebih dulu.
Kita berdua,
dua mesin kecil
yang kehilangan suara dinamo.
Tak bisa pergi,
tak bisa tinggal.
Hanya berdengung
di dalam ruangan
yang menua bersama debu.
Athalia,
jika ada yang masih hidup dari kita,
mungkin itu hanya denting terakhir
serpihan gelas
yang tak sempat memilih
ke mana ia ingin jatuh.
4. DARAH YANG TAK MAU JADI KENANGAN
(Abstraksi Eksistensial)
ada getir yang tak mau tua
mengendap di rongga dada
seperti luka yang menolak mati.
kau—
gelas bening yang lama kusembunyikan
di balik kelopak
mata.
ketika pecah,
suara retaknya menyambar malam:
mengiris lebih dulu sebelum sempat kutangisi.
aku tak meminta ampun.
tak juga mencari siapa salah.
yang kutahu:
tanganku sendiri gemetar
menjatuhkan harapan
yang kutimang seperti bayi yang kehausan.
dan darah itu—
ah, darah yang terus memanggil namamu
dari lorong gelap yang tak selesai kubakar.
aku marah.
aku diam.
dua hewan liar
saling menggigit.
jika kau datang lagi,
kupikir aku tetap akan meraihmu
meski tahu kau dapat mematahkanku
sekali lagi.
aku sudah lama belajar:
beberapa luka yang
tak bisa dikubur.
mereka hidup seperti bara— kecil, malu-malu,
tapi cukup untuk menghanguskan
satu kehidupan.
aku berdiri di sini
dengan dada yang robek
tanpa janji, tanpa doa—
hanya sedikit keberanian
untuk menyebut luka ini
dengan namanya sendiri.
dan itu cukup.
untuk malam ini.”
―
All Quotes
|
My Quotes
|
Add A Quote
Browse By Tag
- Love Quotes 102k
- Life Quotes 80k
- Inspirational Quotes 76.5k
- Humor Quotes 44.5k
- Philosophy Quotes 31k
- Inspirational Quotes Quotes 29k
- God Quotes 27k
- Truth Quotes 25k
- Wisdom Quotes 25k
- Romance Quotes 24.5k
- Poetry Quotes 23.5k
- Life Lessons Quotes 23k
- Quotes Quotes 21k
- Death Quotes 20.5k
- Happiness Quotes 19k
- Hope Quotes 18.5k
- Faith Quotes 18.5k
- Inspiration Quotes 17.5k
- Spirituality Quotes 16k
- Relationships Quotes 16k
- Life Quotes Quotes 15.5k
- Motivational Quotes 15.5k
- Religion Quotes 15.5k
- Love Quotes Quotes 15.5k
- Writing Quotes 15k
- Success Quotes 14k
- Travel Quotes 13.5k
- Motivation Quotes 13.5k
- Time Quotes 13k
- Motivational Quotes Quotes 12.5k
