Daeng > Daeng's Quotes

Showing 1-13 of 13
sort by

  • #1
    Tan Malaka
    “Ingatlah! Bahwa dari dalam kubur, suara saya akan lebih keras daripada dari atas bumi”
    Tan Malaka

  • #2
    Tan Malaka
    “Kalau suatu negara seperti Amerika mau menguasai samudra dan dunia, dia mesti rebut Indonesia lebih dahulu buat sendi kekuasaan. (Pendahuluan - Melihat ke muka page 35-36)”
    Tan Malaka, Madilog

  • #3
    Tan Malaka
    “Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda.”
    Tan Malaka

  • #4
    Tan Malaka
    “Bila seseorang ingin menaiki tangga sosial dan kebudayaan mestilah merdeka lebih dulu dan pengetahuan tentang kemerdekaan, di Baratlah dilahirkan dan dipergunakan.”
    tan malaka

  • #5
    Tan Malaka
    “Ia, Tan Malaka, orang pertama yang menulis konsep Republik Indonesia... Tapi hidupnya berakhir tragis di ujung senapan tentara republik yang didirikannya.”
    Tan Malaka

  • #6
    Tan Malaka
    “Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta memperhalus perasaan”
    Tan Malaka

  • #7
    Tan Malaka
    “Jeruk sebagai benda, lembu sebagai benda, bumi dan bintang sebagai benda, ya, "engkau" sebagai benda, tak ada buat saya. Yang ada cuma ide, pikiran, pengertian, gambaran dari jeruk, lembu, bumi, bintang dan engkau. "Engkau",kata hume, cuma "ide" buat saya.
    Dengan begitu Hume yang membatalkan benda dan mengaku ide saja, membatalkan adanya diri sendiri, mengakui, bahwa sebetulnya dia sendiri tak ada.

    (bab 2 filsafat - page 35)”
    Tan Malaka, Madilog

  • #8
    Tan Malaka
    “Sedangkan sebetulnya cara mendapatkan hasil itulah yang lebih penting daripada hasil sendiri.
    (bab 3, ilmu alam -science page 99)”
    Tan Malaka, Madilog

  • #9
    Soe Hok Gie
    “Tapi sekarang aku berpikir sampai di mana seseorang masih tetap wajar, walau ia sendiri tidak mendapatkan apa-apa. seseorang mau berkorban buat sesuatu, katakanlah, ide-ide, agama, politik atau pacarnya. Tapi dapatkah ia berkorban buat tidak apa-apa.”
    Soe Hok Gie, Catatan Seorang Demonstran

  • #10
    Soe Hok Gie
    “Saya mimpi tentang sebuah dunia dimana ulama, buruh, dan pemuda bangkit dan berkata, “stop semua kemunafikan ! Stop semua pembunuhan atas nama apapun.. dan para politisi di PBB, sibuk mengatur pengangkatan gandum, susu, dan beras buat anak-anak yang lapar di 3 benua, dan lupa akan diplomasi.

    Tak ada lagi rasa benci pada siapapun, agama apapun, ras apapun, dan bangsa apapun..dan melupakan perang dan kebencian, dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik.”
    Soe Hok Gie

  • #11
    Danarto
    “Jika agama kalian merupakan rahmat bagi alam semesta, kalian bisa menggunakannya sebagai senjata untuk menyejahterakan orang lain. Jika orang lain selamat, selamatlah alam semesta.”
    Danarto, Asmaraloka

  • #12
    Sapardi Djoko Damono
    “Kita berdua saja duduk,
    Aku memesan ilalang panjang dan bunga rumput,
    Kau entah memesan apa,
    Aku memesan batu ditengah sungai terjal yang deras,
    Kau entah memesan apa,
    Tapi kita berdua saja duduk,”
    Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni

  • #13
    Andrea Hirata
    “Orang yang cemburu sepertiku, jika bercermin membelah cermin. Jika Pemilu-menjual suara. Jika tak punya uang-jadi penipu. Jika punya uang-jadi rentenir. Jika menjadi supporter-menyalah-nyalahkan wasit. Jika mencintai-menyakiti. Jika menjadi politisi-korupsi.”
    Andrea Hirata, Padang Bulan



Rss