Dee > Dee's Quotes

Showing 1-30 of 104
« previous 1 3 4
sort by

  • #1
    Titon Rahmawan
    “Ketika ia pergi, cintaku kepada Shrivasthi tetap abadi. Tak ada hal yang pernah berubah atas apa yang aku rasakan. Bagiku Srivashti akan selamanya abadi. Aku mungkin saja binasa bersama kepedihanku. Tapi sebagaimana cinta Srivashti, demikian pula cintaku kepadanya akan selamanya abadi. Cinta ini melampaui diriku dan juga dunia. Seperti mata air yang akan selalu mengalir melewati aliran sungai menuju laut keabadian. Melampaui waktu, melampaui segala kenangan.

    - Harsimran Tapasvi, Tawanan Kepedihan”
    Titon Rahmawan

  • #2
    Titon Rahmawan
    “Rasa takut ini bukanlah suatu hal yang nyata. Rasa takut ini, hanyalah ilusi dari pikiranku sendiri yang tertindas

    - Harsimran Tapasvi, Tawanan Kepedihan”
    Titon Rahmawan

  • #3
    Titon Rahmawan
    “Kecantikan itu tidak seperti apa yang tampak oleh penglihatanku. Sebaliknya ia terpancar sepenuhnya dari dalam. Menyelimuti dirinya dengan rupa-rupa kualitas; keanggunan, keramahan, kecerdasan, dan terutama sekali perhatian, kasih sayang, kebaikan dan kelembutan hati.

    - Harsimran Tapasvi, Tawanan Kepedihan”
    Titon Rahmawan

  • #4
    Titon Rahmawan
    “Bagaimana aku dapat menemukan sedikit saja benih kebaikan dan kemurahan hati, di tengah begitu banyak kejahatan dan kezaliman?

    - Harsimran Tapasvi, Tawanan Kepedihan”
    Titon Rahmawan

  • #5
    Titon Rahmawan
    “Begitu kelamnya wajah kejahatan ini, hingga ia bahkan tak mampu bercermin di atas permukaan danau tanpa membuat air danau itu berubah menjadi keruh.

    - Harsimran Tapasvi, Tawanan Kepedihan”
    Titon Rahmawan

  • #6
    Titon Rahmawan
    “Dia adalah segalanya bagiku. Apa pun yang datang darinya adalah satu satunya sumber kebahagiaanku. Tak ada yang dapat merenggutnya dariku. Bahkan maut sekalipun tak akan mampu memisahkan jiwa kami.

    - Harsimran Tapasvi, Tawanan Kepedihan”
    Titon Rahmawan

  • #7
    Titon Rahmawan
    “Berbahagialah mereka yang tak pernah merasa takut atau khawatir. Mereka yang tak merasa perlu untuk berpaling dari masa lalu, dan mereka yang tak pernah merasa gentar oleh tantangan masa depan.

    - Harsimran Tapasvi, Tawanan Kepedihan”
    Titon Rahmawan

  • #8
    Titon Rahmawan
    “Apakah arti kematian ini selain pelukan keabadian. Tempat kemana air mataku jatuh bergulir, kemana rohku pergi melangkah, dan sayap-sayapku terbang tinggi membubung.

    - Harsimran Tapasvi, Tawanan Kepedihan”
    Titon Rahmawan

  • #9
    Titon Rahmawan
    “Akan ada masa di mana mereka yang datang akan jadi mereka yang pergi. Dan di antara keduanya, ada begitu banyak kata-kata nir makna dan ucapan yang sia-sia berhamburan. Dunia tenggelam dalam ilusi saat sangkakala kematian dibunyikan. Tidak ada yang tinggal, kecuali sekerlip ingatan pada segala kebajikan dan ucapan orang-orang bijak.”
    Titon Rahmawan

  • #23
    Titon Rahmawan
    “Orang mungkin saja belajar dari kata-kata kasar dan ucapan yang menyakitkan hati, tapi itu hanya melahirkan kebencian dan tidak membuat kita dicintai. Cinta hanya mungkin datang dari kata-kata yang lembut dan ucapan yang menyenangkan.”
    Titon Rahmawan

  • #25
    Titon Rahmawan
    “Jadi sebenarnya apalah arti kehormatan, kalau ia tak lain dan tak bukan cuma setipis selaput dara?”
    Titon Rahmawan

  • #26
    Titon Rahmawan
    “Lha ya, mana ada orang yang punya keinginan jadi pelacur Rud? Sekalipun misalnya orang masih bisa memilih, tapi ya tetap saja, mana ada orang yang sengaja mau jadi pelacur?”
    Titon Rahmawan

  • #34
    Titon Rahmawan
    “Ada kalanya kita menemukan buku buku yang ditolak dunia. Bukan karena buku itu buruk, melainkan karena buku buku itu terlalu berterus terang.”
    Titon Rahmawan

  • #40
    Titon Rahmawan
    “Jika hidup ini sungguh-sungguh nyata, benak kita tak akan terganggu oleh begitu banyak keragu-raguan. Akan tetapi, bila ia hanya sekadar ilusi, lalu apa arti hidup yang sesungguhnya?”
    Titon Rahmawan

  • #49
    Titon Rahmawan
    “Ketika pikiran kita mulai diliputi oleh rasa takut dan kekhawatiran. Itu adalah sebuah sinyal yang dikirimkan oleh otak kepada tubuh, agar kita beristirahat dan melepaskan diri sejenak dari segala pengaruh dan permasalahan dunia ini.”
    Titon Rahmawan

  • #50
    Titon Rahmawan
    “Bagaimana seseorang dapat mengharapkan umur panjang sementara ia tak memiliki penghargaan dan penghormatan pada diri sendiri?”
    Titon Rahmawan

  • #56
    Titon Rahmawan
    “The only way is not humans to come to find the truth. Because if so, then they will get lost. How can humans find what they don't know? Therefore, humans are only possible to let the truth come knocking on the door so that they get enlightenment. They become blessed. Not by his own will, but because of the desire of the truth itself.”
    Titon Rahmawan

  • #57
    Titon Rahmawan
    “Aku kira inilah yang disebut ironi kehidupan. Ketika aku merasa pintar, aku tidak dihargai dan aku tidak mendapatkan apa-apa. Namun ketika aku merasa bodoh, aku bisa belajar sesuatu dan kemudian menjadi bijak.”
    Titon Rahmawan

  • #58
    Titon Rahmawan
    “Seorang murid; ia tidak mengetahui apapun. Selembar kertas kosong, halaman buku yang belum tercetak, pena tanpa tinta, biji yang belum bertunas, bayi yang baru lahir, yang belum mengenal dunia, yang tak mengetahui mana yang baik atau mana yang buruk, tak tahu panas atau dingin. Yang tak melihat pesona warna-warna, memisahkan yang terang dari yang gelap, yang halus dari yang kasar. Tak bisa memilih yang mudah dari yang sulit, memilah yang benar dari yang salah. Ini sungguh sesuatu yang ganjil, namun dari situasi yang serupa itu, kita bisa merasakan kehadiran cahaya pengetahuan Ilahi.”
    Titon Rahmawan

  • #60
    Titon Rahmawan
    “Seorang guru; penjelajah kehidupan. Yang menyimpan kata kata bijak dalam mulutnya, seperti minyak yang menghidupkan pelita. Ia lah detak jantung yang menggerakkan kehidupan. Seorang pemikir sejati, yang tak menafikan keringat dan air mata. Sang pengumpul embun di pagi hari, penjala ikan di sungai, dan penakluk samudra raya. Dialah kavi yang menciptakan kata kata penghiburan, pelantun tembang suka cita. Seorang penabur benih kebajikan dan penggarap ladang yang tekun. Tapi ia juga penuai yang rajin dan pengganda talenta yang mahir. Setiap ucapannya adalah obat yang manjur dan penyembuh duka lara. Namun, di luar semua itu, ia lah sang juru kunci pembuka jalan pengetahuan dan penunjuk arah pada kebenaran.”
    Titon Rahmawan

  • #63
    Titon Rahmawan
    “Tidak terlalu susah sebenarnya menilai kapasitas dan kualitas diri seseorang. Cukup ajak ia ngobrol dan cari tahu, tema bahasan apa yang ia sukai, hal apa yang ia minati dan buku apa yang ia baca.”
    Titon Rahmawan

  • #64
    Titon Rahmawan
    “Bila engkau ingin lebih memahami dirimu sendiri, bacalah buku. Bila engkau ingin memahami hidup, bacalah buku. Bila engkau ingin memahami dunia, bacalah buku. Yang perlu engkau lakukan adalah, menemukan buku bacaan yang tepat yang sesuai dengan kebutuhanmu.”
    Titon Rahmawan

  • #65
    Titon Rahmawan
    “Orang yang tidak pernah membaca dan tidak menghargai buku, tidak akan pernah mengetahui nilai dari dirinya sendiri. Mungkin mereka tidak menyadari, bahwa seseorang dihargai dari pengetahuan dan kebijaksanaan yang mereka miliki. Dari pemahaman mereka akan makna hidup. Dan itu sedikit banyak hanya mungkin mereka peroleh, dari buku buku apa saja yang mereka baca.”
    Titon Rahmawan

  • #66
    Titon Rahmawan
    “Buku yang baik tidak pernah selesai dibaca. Buku yang serupa itu sama sekali tidak menjemukan, meskipun kita membacanya berulang ulang kali.”
    Titon Rahmawan
    tags: buku, jemu

  • #67
    Titon Rahmawan
    “Nilai terbesar dari sebuah pencapaian tidak terletak dalam keberhasilan, kesuksesan ataupun sebuah kemenangan melainkan dalam setiap tetesan keringat dan darah yang mengiringi segenap perjuangan untuk mencapai semua itu.”
    Titon Rahmawan

  • #68
    Titon Rahmawan
    “Buku yang baik, seperti sebuah rumah dengan banyak pintu dan banyak ruangan untuk kita masuki. Ia selalu memberi kita kesempatan untuk melakukan penafsiran yang berbeda dan menghadirkan kesan yang beragam setiap kali kita membacanya. Buku yang baik selalu meninggalkan kesan yang mendalam.”
    Titon Rahmawan

  • #69
    Titon Rahmawan
    “Kemenangan sejati tidak akan pernah lahir dari tindakan kekerasan, unjuk kekuatan, ataupun penindasan. Pemenang sejati adalah mereka yang memperoleh kejayaan tanpa harus melakukan penghancuran, pertumpahan darah dan air mata.”
    Titon Rahmawan

  • #70
    Titon Rahmawan
    “Mereka yang tidak pernah belajar untuk memperkatakan hal-hal yang baik dan berharga tentang kehidupan, sesungguhnya telah membuat hidupnya menjadi sia-sia.”
    Titon Rahmawan

  • #71
    Titon Rahmawan
    “Baru aku sadari, betapa dalam seluruh perjalanan pencarianku atas makna hidup belumlah banyak yang aku peroleh. Dan dari yang sedikit itu, hal yang terpenting ternyata bukanlah jawaban atau hasil akhir dari semua pertanyaanku, melainkan justru pertanyaan apa yang semestinya aku gulirkan.”
    Titon Rahmawan

  • #72
    Titon Rahmawan
    “Tidak seorang pun yang mewajibkan dan mengharuskan kita untuk berbuat baik. Kita sendirilah yang memilih untuk melakukannya.”
    Titon Rahmawan



Rss
« previous 1 3 4