Merebut Tafsir Quotes

Rate this book
Clear rating
Merebut Tafsir Merebut Tafsir by Lies Marcoes
4 ratings, 4.75 average rating, 0 reviews
Merebut Tafsir Quotes Showing 1-6 of 6
“Yatim piatu itu tak hanya mereka yang tak berayah, tak ber-ibu, tetapi juga mereka yang kehilangan sumber-sumber perlindungan, penghidupan, dan dukungan sosial.

Dalam masyarakat yang mengglobal, perubahan dan pergeseran ruang hidup berlangsung dahsyat dan menyebabkan munculnya warga yang secara langsung mengalami yatim piatu; tak mandiri, bergantung pada bantuan orang lain, rentan, dan miskin.”
Lies Marcoes, Merebut Tafsir
“Perkawinan adalah membangun relasi dua pihak. Namun perkawinan yang tidak sehat akan berkembang ke arah relasi kuasa berbasis status gender yang sangat berpotensi menindas. Anggapan dan pembenaran bahwa suami merupakan kepala keluarga sering meleset dimaknai sebagai penguasa keluarga.”
Lies Marcoes, Merebut Tafsir
“Sebagaimana sejarah, tafsir atas teks suci adalah milik kaum pemenang. Karenanya tafsir tak (mungkin) relatif. Tafsir, oleh kepentingan dan legitimasi rezim yang berkuasa, tak kuasa untuk netral. Ia senantiasa berpihak kepada kepentingan penafsir serta rezim yang menguasainya.”
Lies Marcoes, Merebut Tafsir
“Saya tak harus jadi orang Papua, Cina, transpuan, Kristen, Ahmadiyah atau orang dengan disabilitas untuk berempati kepada mereka yang dalam sturuktur masyarakat kita merupakan kelompok yang “diminoritaskan” dalam mengakses keadilan. Tapi pegalaman sebagai perempuan dengan kesadaran kritis atas penindasan yang dialaminya dapat mengantarkan kita kepada lahirnya empati dan pembelaan atas hak-hak mereka sebagai manusia atau minimal warga negara. Tiap diri niscaya memiliki bias, tapi pengetahuan dan kesadaran kritis dapat mengikisnya dan berubah menjadi empati bahkan pembelaan.”
Lies Marcoes, Merebut Tafsir
“Jika secara budaya perempuan senantiasa dijejali narasi bahwa kalau tidak memenuhi kewajibannya (dalam hubungan seks) atau tidak memberikan servis yang terbaik  kepada suaminya maka akan ada perempuan lain yang antri, tentu saja konsep pemaksaan hubungan seks akan dihapus dari laci kesadarannya.”
Lies Marcoes, Merebut Tafsir
“Melalui "Merebut Tafsir" kita belajar memilih dan mengekspresikan kebebasan berpikir melalui tulisan guna memenangkan pertarungan narasi dan makna dalam ruang pikiran dan perasaan, agar lebih adil dan beradab kepada semua manusia.”
Nani Zulminarni, Merebut Tafsir