Kala Langit Abu-Abu Quotes

Rate this book
Clear rating
Kala Langit Abu-Abu Kala Langit Abu-Abu by Pradnya Paramitha
267 ratings, 4.09 average rating, 73 reviews
Kala Langit Abu-Abu Quotes Showing 1-10 of 10
“Pada akhirnya, aku mengerti kalau ada alasan lain yang membuat seseorang bisa bersama atau nggak. Cinta bukan apa-apa tanpa logika. Cinta bukan apa-apa tanpa pilihan. Sebab pada akhirnya, bukan cinta, melainkan pilihan yang menciptakan segalanya. Sartre benar. Manusia dikutuk untuk bebas. Setiap detik, kita dihadapkan pada pilihan-pilihan dan kita punya kebebasan mutlak untuk menentukan. Lalu bersama itulah, kita manusia, berpikir, belajar, dan growing up.”
Pradnya Paramitha, Kala Langit Abu-Abu
“Cinta pun harusnya tetap berjarak. Jarak ini adalah penghargaan dan ketulusan sehingga orang yang dicintai tetap dipandang sebagai pribadi yang utuh, dengan segala hak-hak dan kedudukan yang setara. Bukan seperti barang yang kita miliki sehingga apa pun dari dirinya adalah hak kita.

Langit”
Pradnya Paramitha, Kala Langit Abu-Abu
“Itu...nyalahin diri sendiri. Menganggap semua hal di dunia ini tanggung jawabmu. Ayolah, kamu manusia biasa. Kamu udah berusaha semampumu, tapi emang ada hal-hal yang di luar kemampuan kita. Dan, oh ya, satu lagi. Jangan bilang nggak apa-apa waktu kamu lagi kenapa-napa. It's Ok to not be Ok. Kamu nggak harus baik-baik aja terus.

Raira”
Pradnya Paramitha, Kala Langit Abu-Abu
“Karena cinta nggak berarti memiliki hak untuk melakukan segalanya.

Raira”
Pradnya Paramitha, Kala Langit Abu-Abu
“Hidup memang harus dilanjutkan. Salah satu caranya dengan menentukan kapan waktu untuk bertahan atau melepaskan.”
Pradnya Paramitha, Kala Langit Abu-Abu
“Tapi di luar itu, gue berharap kita bisa sama-sama menyembuhkan. Gue tahu kalau gue harus segera melanjutkan hidup dan merelakan Lintang. Jadi, anggap aja lo pelarian gue, dan gue pelarian lo. Kalau lari sama-sama, siapa tahu nanti jadi asyik sendiri.

Yos”
Pradnya Paramitha, Kala Langit Abu-Abu
“Dalam hubungan apa pun termasuk pernikahan, hubungan seks tanpa ada izin dari yang bersangkutan adalah pemerkosaan. Consent adalah yang paling sering diabaikan dalam sebuah hubungan.

Langit”
Pradnya Paramitha, Kala Langit Abu-Abu
“Bukankah hidup ini sangat absurd? Kita bisa menyusun lego menjadi bentuk yang sama dua kali. Tapi kehidupan manusia nggak bisa begitu. Apa yang sudah berubah, terkadang nggak bisa dikembalikan seperti sedia kala.”
Pradnya Paramitha, Kala Langit Abu-Abu
“Pasti berat ya, berusaha menarik diri dari masalah, tapi sumber masalahnya malah terus-terusan mendekat?

Yos”
Pradnya Paramitha, Kala Langit Abu-Abu
“Kesakitan itu hanya bisa dirasakan oleh masing-masing orang. Kita nggak pernah ada di posisi orang lain untuk menentukan dia cukup menderita atau nggak.

Raira”
Pradnya Paramitha, Kala Langit Abu-Abu