Semua Ikan di Langit Quotes

Rate this book
Clear rating
Semua Ikan di Langit Semua Ikan di Langit by Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
3,546 ratings, 4.21 average rating, 889 reviews
Semua Ikan di Langit Quotes Showing 1-28 of 28
“Tapi, rindu itu tidak bisa disuruh-suruh. Kalau sudah datang, dia maunya malas-malasan saja, sampai bosan sendiri dan pergi sendiri.”
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Semua Ikan di Langit
tags: rindu
“Yah, begitulah orang zaman sekarang. Kalau tidak percaya pada hal yang sama dengan mereka, kau setan. Tidak boleh berpikir sama sekali, sepertinya. Saya rasa, mereka rasa, berpikir itu kerjaannya setan! Padahal kita kan disuruh sering-sering berpikir, benar tidak?”
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Semua Ikan di Langit
“Ah, manusia memang kebanyakan kaget, itu karena mereka punya terlalu banyak perkiraan. Jadi, kalau perkiraannya salah, kagetlah mereka.”
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Semua Ikan di Langit
“Menyayangi itu adalah kegiatan yang menakutkan.”
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Semua Ikan di Langit
“Tapi menurut saya, kalau Tuhan mau membuat sesuatu dengan tidak sempurna, Dia bisa saja. Dia kan bisa melakukan segala hal; mungkin saja membuat sesuatu dengan begitu sempurna, mungkin saja membuat sesuatu dengan tidak sempurna. Masalahnya kan manusia saja yang melihatnya dengan cara yang berbeda, membangun opini mereka sendiri tentang apa yang sempurna dan tidaksempurna. Mereka anggap sesuatu ini, anggap sesuatu itu;
padahal sebenarnya penilaian mereka itu tidak ada artinya.
Sempurna itu hanya konsep buatan, diciptakan karena mereka—kita—suka menilai dan menghakimi satu sama lain. Yah, begitulah manusia!”
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Semua Ikan di Langit
“Kehilangan seseorang yang kita cintai menimbulkan rasa sakit yang serupa dengan ditusuk seribu jarum di bola mata. Rasa sakitnya begitu hebat, sampai kita tidak bisa bergerak, dan bahkan bernapas pun terasa sulit.”
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Semua Ikan di Langit
tags: hurt
“Itu yang seharusnya dilakukan orang
kalau ia berutang budi: mencari cara untuk membayar
utangnya; bahkan meskipun utang itu tidak pernah, dan
tidak akan pernah, ditagih.”
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Semua Ikan di Langit
tags: wisdom
“Aku menganggap lautan adalah hasil tangisan Tuhan, tahu? Dia menangis lama sekali, sampai seluruh dunia jadi perairan.
Mungkin karena kesepian. Makanya, setelah beres menangis, dia menciptakan banyak hal. Cahaya. Siang.
Malam. Bumi. Langit. Matahari. Tanah. Binatang dan tumbuhan. Manusia. Lalu, dia berhenti di hari keenam, dan di hari ketujuh, dia sadar kalau dia membuat satu makhluk terlalu banyak.”
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Semua Ikan di Langit
“Ketika kita menyukai sesuatu, tentunya kita ingin hal-hal lain yang kita sukai juga menyukai sesuatu itu, supaya semua hal yang kita sukai bisa selalu bersama-sama tanpa rasa keberatan.”
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Semua Ikan di Langit
tags: quote
“Makhluk hidup yang punya cukup rasa cinta, bisa memberikan kehidupan pada makhluk yang tidak hidup ...”
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Semua Ikan di Langit
“... jangan takut hanya karena ada banyak yang tidak Anda ketahui tentang Beliau.
Seseorang tetap bisa mencintai orang lain yang bahkan tidak dia ketahui namanya ...”
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Semua Ikan di Langit
tags: quote
“Dan kalau inilah alasannya saya tercipta menjadi kendaraan gendut, saya bahagia sudah tercipta seperti ini”
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Semua Ikan di Langit
“Ah, seharusnya manusia tidak diciptakan saja,” desah Membingungkan. “Seharusnya. Tidak perlu. Tidak ada gunanya. Manusialah yang membuat setan bertengkar dengan Tuhan. Manusia yang membuat binatang mati, tumbuhan mati, manusia lain mati. Orang pikir itu adalah ulah setan, tapi tidak juga. Setan boleh saja membujuk, tapi akhirnya, yang melakukan tetaplah manusia. Manusia adalah awal dari segala keruntuhan.”
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Semua Ikan di Langit
“Dari yang telah Anda dengar dan lihat sebelum ini, tentu Anda tahu hal yang paling tidak disukai Beliau.
Heheheh .... Bukan orang-orang yang tidak mensyukuri keajaiban yang Beliau hadirkan, atau orang-orang yang tidak mencintai kehadirannya. Heheheh .... Tapi, orang-orang yang menyakiti hati orang-orang yang Beliau cintai.
Heheheh .... Untuk orang-orang seperti itu, tidak ada kesempatan untuk bisa hidup terus bersamanya sebagai ikan di langit.”
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Semua Ikan di Langit
“Beliau mengajaknya bicara tentang rencananya terhadap dunia tersebut, dan cahaya itu mendengarkan dan menanggapi dengan rasa syukur karena telah tercipta untuk mendampingi Beliau. Heheheh .... Tidak ada yang lebih dicintai cahaya itu daripada Beliau, tidak ada. Heheheh ....
Lalu, Beliau menciptakan manusia. Heheheh .... Di sinilah semuanya jadi kacau. Heheheh ....
Mereka bilang, manusia adalah rangkuman dari jagad raya dalam bentuk makhluk hidup. Heheheh .... Dua mata manusia adalah matahari dan bulan. Heheheh .... Tulang-belulang mereka sekeras batu, daging mereka adalah tanah, urat nadi mereka bagai sungai dengan denyutnya yang mirip debur gelombang air .... Heheheh .... Beliau menuangkan semua hal yang pernah dia buat dan dia cintai dalam satu tubuh—menjadikannya satu bentuk, dan memberikannya jiwa sendiri .... Heheheh ....”
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Semua Ikan di Langit
“Akan tetapi, apa tidak masalah jika Beliau membalas cinta dari makhluk seperti saya? Saya sudah tua dan karatan, dan saya mahagendut. Kecerdasan saya tidak bisa dibandingkan dengan Nad, pemahaman saya akan Beliau sangat jauh dari yang dimiliki Para Chinar. Apalagi, saya bukan makhluk hidup.
Ketakutan terbesar dan terburuk yang bisa muncul dari perasaan seperti ini adalah: kecemasan bahwa kita tidak pantas menerima balasannya.
“Ah, kadang-kadang justru makhluk yang tidak hidup, memiliki kemampuan lebih baik untuk mencintai ...”
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Semua Ikan di Langit
“R menimpali dengan banyak dengusan: “Para Chinar tidak terpengaruh dengan perubahan-perubahan yang dilakukan Beliau, huh! Usia kami dapat saja berubah, tapi jiwa kami terus maju, huh! Itulah yang terjadi kalau Anda hidup dengan menilai kebijaksanaan, bukan usia, huh!
Kami terus maju, meskipun waktu makhluk lain diubah-ubah, huh!”
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Semua Ikan di Langit
“Ah, masalah manusia banyak amat. Tetangganya banyak oceh, yang diocehi terlalu memikirkan ocehan orang. Untung saya cuma bus dalam kota. Yang kami ocehkan cuma penurunan kualitas bensin; dan tidak ada yang mendengarkan ocehan kami juga!”
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Semua Ikan di Langit
“Sebagian besar bus mengalami hal yang sama dengan saya: dibesarkan orang yang bukan merupakan pencipta mereka. Dan mungkin, memang lebih baik begitu; dibesarkan orang-orang yang akan menyayangi kami lebih baik daripada hidup bersama orang yang memang membuat kami, tapi tidak peduli pada kami. Yah, mungkin ada yang berpendapat lain. Tapi, menurut saya, lebih baik begitu.”
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Semua Ikan di Langit
“Mungkin bagi seseorang seperti Beliau, ini cuma perkara semantik. Terlalu sepele. Orang aneh sering mendapat julukan dan label; orang yang sangat hebat sering menerima gelar; dan Beliau adalah gabungan keduanya.
Selain Gusti, mungkin sudah ada banyak orang yang memberikannya sebutan lain.
Saya juga sudah. Saya memanggilnya Beliau.”
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Semua Ikan di Langit
“saya takut sekali, membayangkan Beliau berpikir bahwa saya tidak senang berjalan-jalan dengannya, dan akhirnya meninggalkan saya untuk selamanya. Tapi, rindu itu tidak bisa disuruh-suruh. Kalau sudah datang, dia maunya malas-malasan saja, sampai bosan sendiri dan pergi sendiri.”
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Semua Ikan di Langit
tags: quote
“Mungkin Beliau ingin membuat gambar-gambar lagi?
Tempat ini kelihatan seperti ruang lukis yang bagus. Hitam semua, tentu saja, tidak seperti orang-orang yang biasanya menggambar di atas bahan berwarna putih. Tidak, tidak seperti manusia biasa. Beliau melukis dengan kegelapan sebagai kanvas.
Akan tetapi, Beliau tidak membawa permen yang bisa dipakai untuk menggambar. Ah, mungkin Beliau lupa; karena itu Beliau termenung, terkejut, dan bingung memikirkan apa yang harus dilakukan sekarang.
Saya menggerungkan gas; cara saya untuk mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Tidak apa-apa;
semua orang, bahkan yang paling pintar dan paling hebat sekalipun, bisa melupakan sesuatu. Dan, kalau ini adalah kali pertamanya melupakan sesuatu: selalu ada kali pertama untuk segala hal.”
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Semua Ikan di Langit
“Ikan yang bersedih memuntahkan kegelapan.
Saya melihat Beliau mendekati gadis itu dan pelan-pelan membawanya ke dalam saya. Anak itu menapakkan kakinya, tapi hanya sedikit sekali yang ia ceritakan pada saya. Hanya ingatan terakhirnya: ditampar oleh ibunya, melarikan diri ke taman, bermainan ayunan berhari-hari sampai akhirnya dia berayun terlalu jauh dan terlempar ke luar angkasa.
Saya tidak pernah tahu kalau luar angkasa dipenuhi anak-anak kecil yang terlempar dari ayunan. Tapi, kesedihan gadis ini begitu dalam. Begitu dalam, hingga matanya tak bisa melihat apa pun selain kegelapan. Dan, begitu gelap, hingga cahaya apa pun tidak bisa menembus selubung hitam yang melingkupi dirinya. Dan semua perasaan sedih itu tidak bisa keluar lagi; hanya semakin banyak luka yang masuk, tapi tidak bisa pergi, terjebak selamanya di dalam.
Dan mereka terlempar pergi ke rongga angkasa, sebelum akhirnya, jika Beliau tidak datang menjemput, mereka sendiri akan menjadi rongga angkasa; menelan tanpa pernah memuntahkan, menolak semua jenis cahaya karena tak bisa lagi memercayai kebahagiaan.”
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Semua Ikan di Langit
“Ketika Beliau pergi menjauh, menghampiri pintu saya, dapat terlihat sejumlah besar ikan yang berserdawa lebih banyak lagi. Begitu banyak, hingga mereka tidak bisa menahan diri dan meledak menjadi jutaan bintik bercahaya.
Buliran kecil cahaya yang keluar dari seluruh tubuh mereka menerpa saya sebelum hilang ke ujung lain luar angkasa untuk menjadi matahari bagi galaksi yang lain. Dan, ketika saya disentuhnya, saya bisa mendengar suara bintang-bintang itu:
Suara tawa.
Ah, ternyata inilah maksudnya.
Beliau senang saya puji.
Ikan-ikan berserdawa (sampai meledak, kadang-kadang) ketika Beliau merasa senang. Cahaya-cahaya bintang itu adalah pancaran kebahagiaan Beliau. Saya tidak tahu kalau sesuatu yang begitu ajaib seperti Beliau tetap menginginkan rasa diterima. Mungkin saya dibawa oleh Beliau untuk meyakinkan dirinya bahwa, bahkan benda gembrot tanpa nyawa pun dapat menyukai Beliau dan hasil karyanya.”
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Semua Ikan di Langit
“Nad ikut bersama kami, setelah itu. Untuk mengawasi anak-anaknya yang kini hidup sebagai ikan julung-julung, katanya. Dan Nad cukup senang dengan pengaturan itu.
Katanya, meskipun mereka sekarang menjadi sesuatu yang berbeda dari yang dia mulanya harapkan, mereka tetaplah anak-anaknya. Dan selama mereka masih hidup dan tenang, dia sudah cukup puas. Menurut Nad, itulah yang dilakukan semua ibu di dunia.
“Apa kita akan kembali ke Bumi?” tanya Nad. Saya bilang, saya tidak tahu. Tapi, kami mengunjungi Bumi sewaktu-waktu, kalau tidak sedang bepergian keliling langit.
Saya tanya, apakah Nad akan pergi meninggalkan saya dan Beliau dan anak-anaknya di sini, kalau kami kembali ke Bumi. Dia kan, bagaimanapun, adalah kecoa biasa. Kalau dia mau, dia masih bisa hidup seperti kecoa biasa.
Akan tetapi, Nad bilang, tidak, dia berniat untuk mengikuti Beliau seterusnya. Karena Beliau menyelamatkannya dan anak-anaknya, dia akan selalu menemani Beliau. Itu yang seharusnya dilakukan orang kalau ia berutang budi: mencari cara untuk membayar utangnya; bahkan meskipun utang itu tidak pernah, dan tidak akan pernah, ditagih.”
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Semua Ikan di Langit
“Lelaki muda itu tersenyum-senyum, masih berdiri saja di ambang pintu, sesekali matanya kembali meliriki pajangan di balik jendela. “Ah, ada surga, kan? Kalau tidak ada surga, rasanya mengecewakan sekali, sudah hidup lama-lama dan melelahkan seperti ini dan tidak dapat pembalasan apa-apa.”
“Siapa yang tahu? Rasanya capek sekali juga, kan, kalau habis mati, kau masih harus hidup lagi? Mau di mana juga;
surga kek, neraka kek; hidup ya hidup saja. Terus kalau kau sudah bosan hidup di sana, kau bisa apa? Tidak bisa mati, kau kan sudah mati. Nah, terus, orang-orang yang di neraka itu; bagaimana mereka? Di neraka terus saja, selamanya?
Mampuslah sudah. Hmmm, sepertinya lebih asyik kalau bisa mati dan sudah, mati saja. Tapi, jangan bilang-bilang orang lain. Kalau kedengaran aku bilang begini, aku akan digantung di menara jam dan dituduh tidak bertuhan.
Yah, begitulah orang zaman sekarang. Kalau tidak percaya pada hal yang sama dengan mereka, kau setan. Tidak boleh berpikir sama sekali, sepertinya. Saya rasa, mereka rasa, berpikir itu kerjaannya setan! Padahal kita kan disuruh sering-sering berpikir, benar tidak?”
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Semua Ikan di Langit
“Ah, manusia memang kebanyakan kaget. Itu karena mereka punya terlalu banyak perkiraan. Jadi, kalau perkiraannya salah, kagetlah mereka.”
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Semua Ikan di Langit
“Tidak apa-apa; semua orang, bahkan yang paling pintar dan paling hebat sekalipun, bisa melupakan sesuatu. Dan, kalau ini adalah kali pertamanya melupakan sesuatu; selalu ada kali pertama untuk segala hal.”
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, Semua Ikan di Langit