The Strawberry Surprise Quotes
The Strawberry Surprise
by
Desi Puspitasari148 ratings, 3.51 average rating, 49 reviews
The Strawberry Surprise Quotes
Showing 1-17 of 17
“Tidak ada yang tahu bagaimana kenangan bekerja. Keluar masuk ingatan seenaknya sendiri.”
― The Strawberry Surprise
― The Strawberry Surprise
“Melakukan kebodohan seperti ini hingga tidak bertemu. Ini cara baru memelihara rindu.”
― The Strawberry Surprise
― The Strawberry Surprise
“Aggi berjalan pulang sendiri menuju tempat parkir. Saat melaju, kendaraannya
terasa lebih ringan. Satu helmnya menggantung kesepian di setang motor.”
― The Strawberry Surprise
terasa lebih ringan. Satu helmnya menggantung kesepian di setang motor.”
― The Strawberry Surprise
“Waktu itu Minggu malam. Aku tersentak bangun pada pukul satu dini hari. Sayup-sayup terdengar dari jauh peluit kereta. Nguuuoooong. Dalam kondisi kesepian dan merasa seperti ada yang hilang, aku yang tetap tidur telentang tanpa bergerak-gerak mengeja puisi ‘Saddest Poem’ milik Pablo Neruda dalam patahan-patahan bait yang tidak berlompatan.”
― The Strawberry Surprise
― The Strawberry Surprise
“Kamu galak sekali waktu itu.”
“Kamu gombal sekali waktu itu.”
“Biasanya perempuan suka.”
“Aku bukan jenis perempuan biasanya.”
― The Strawberry Surprise
“Kamu gombal sekali waktu itu.”
“Biasanya perempuan suka.”
“Aku bukan jenis perempuan biasanya.”
― The Strawberry Surprise
“Aku belum selesai bicara. Paris itu, baiklah, Paris sering dijuluki Kota Cinta. Sedangkan, Yogyakarta adalah kota tempat jatuh cinta dan patah hati. Lalu, jatuh cinta kembali.”
― The Strawberry Surprise
― The Strawberry Surprise
“Foto pelarian ini akan tampak bagus dalam hitam-putih.” Timur menurunkan kamera yang menutupi sebagian wajah.”
― The Strawberry Surprise
― The Strawberry Surprise
“Laki-laki selai kacang, laki-laki permen karet stroberi, laki-laki stroberi varian flamboyan. Lalu, apa jenis stroberi untukku, Aggi?”
― The Strawberry Surprise
― The Strawberry Surprise
“Stroberi itu asam. Seperti perempuan Prancis yang suka menggerutu. Muka mereka masam sekali. Jadi, stroberi itu.” Thomas membuat ekspresi seperti orang tercekik karena racun. Mata setengah terpejam, kepala terteleng ke samping, dan melet. “Blaaah ....”
― The Strawberry Surprise
― The Strawberry Surprise
“Aku menyebut Thomas laki-laki selai kacang.”
“Bagaimana bisa?”
“Dia tidak suka stroberi. Dia suka selai kacang. Kamu tahu bagaimana pendapatku mengenai selai kacang?”
Timur menggeleng.
“Huwek!” Aggi mengernyitkan kening dan mengerutkan ujung hidung. Lalu, dia merendahkan nada suara. “Et alors, les fraises est trop infantile! Je ne l’aime pas! [Jadi, stroberi itu terlalu kekanak-kanakan! Aku tidak suka!]”
― The Strawberry Surprise
“Bagaimana bisa?”
“Dia tidak suka stroberi. Dia suka selai kacang. Kamu tahu bagaimana pendapatku mengenai selai kacang?”
Timur menggeleng.
“Huwek!” Aggi mengernyitkan kening dan mengerutkan ujung hidung. Lalu, dia merendahkan nada suara. “Et alors, les fraises est trop infantile! Je ne l’aime pas! [Jadi, stroberi itu terlalu kekanak-kanakan! Aku tidak suka!]”
― The Strawberry Surprise
“Belajarlah untuk sedikit relaks. Apa yang kamu sebut perasaan picisan itu bisa jadi hanya rasa takutmu saja. Yang lahir dari kekecewaan atau ketidaknyamanan pengalaman pada masa lalu. Cobalah untuk tidak terlalu tegang dan serius. Bisa jadi sesuatu yang bernama perasaan suka atau jatuh cinta kembali itu akan menarik bila kamu sedikit relaks.”
― The Strawberry Surprise
― The Strawberry Surprise
“Dengan gerakan pelan telapak tangan Timur merangkul telapak tangan Aggi. Berdiri begitu rapat. Tanpa kentara, Aggi balas menggenggam telapak tangan kokoh laki-laki itu.”
― The Strawberry Surprise
― The Strawberry Surprise
“Aggi mengambil gambar dari hidangan di atas meja; makaroni stroberi, segelas es teh, dan semangkuk buah stroberi segar. Kini dia mendongak. Beralih mencari subjek gambar yang lain. Saat cincin fokus diputar dan patahan gambar menjadi satu, Timur menoleh. Aggi tidak menurunkan kamera. Terus mengintip dari jendela bidik. Timur menggerakkan bibir. Berkata tanpa suara. “Je ... tu ... aime.”
― The Strawberry Surprise
― The Strawberry Surprise
“He, Aggi,” panggil Timur. Aggi berhenti dan menoleh. “Apa kamu akan merindukan aku?”
“Tidak tahu. Akan kuberi tahu kamu nanti.”
― The Strawberry Surprise
“Tidak tahu. Akan kuberi tahu kamu nanti.”
― The Strawberry Surprise
“Kamu bertanya apa aku merasa sedih waktu itu? Kamu tahu ‘Saddest Poem’ milik Neruda, Timur? Sampai sekarang aku bahkan masih bisa mengingat bagian-bagiannya yang waktu itu berulang-ulang selalu kueja menemani ... kesedihan.”
― The Strawberry Surprise
― The Strawberry Surprise
“He, Stroberi Masam! Berhenti merengut!”
― The Strawberry Surprise
― The Strawberry Surprise
