Garis Batas Quotes

Rate this book
Clear rating
Garis Batas: Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah Garis Batas: Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah by Agustinus Wibowo
1,760 ratings, 4.29 average rating, 220 reviews
Garis Batas Quotes Showing 1-10 of 10
“Garis batas menentukan dengan siapa kita membuka hati, dengan siapa menutup diri.”
Agustinus Wibowo, Garis Batas: Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah
“Jarak adalah sebuah garis batas, tetapi jalinan perasaan adalah penembusnya.”
Agustinus Wibowo, Garis Batas: Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah
“Mimpi orang Afghanistan adalah Tajikistan, karena Tajikistan berlimpah listrik dan perempuan. Mimpi orang Tajikistan adalah Rusia, karena di sana banyak lapangan kerja dan uang. Mimpi orang Rusia adalah Amerika Serikat, karena di sana penuh gemerlap modernitas dan kebebasan. Lalu, apa mimpi orang Amerika? Mereka yang berada di puncak dari segala mimpi, ternyata masih punya mimpi yang lebih tinggi lagi--pergi ke luar angkasa....”
Agustinus Wibowo, Garis Batas: Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah
“Ketika masa depan tidak lagi menjanjikan gairah, hanya masa lalu yang membuat orang bahagia.”
Agustinus Wibowo, Garis Batas: Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah
“Tulisan tertinggal, diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, menginspirasi anak, cucu, buyut.... Lalu, lahirlah petualang-petualang muda, yang menggenggam tulisan warisan kuno laksana nubuat, melakukan napak tilas dan melihat kembali bagaimana zaman berlayar.”
Agustinus Wibowo, Garis Batas: Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah
“Melalui garis batas, kita meraba dunia luar. Melalui garis batas, kita berlindung dari dunia luar.”
Agustinus Wibowo, Garis Batas: Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah
“Bangsa yang kehilangan bahasa adalah bangsa yang kehilangan identitas.”
Agustinus Wibowo, Garis Batas: Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah
“Penulis perjalanan berkelana ke tempat-tempat yang jarang terjamah, melukis nuansa lewat tulisan.”
Agustinus Wibowo, Garis Batas: Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah
“Filsuf Tiongkok menggambarkan kehidupan laksana sungai panjang yang mengalir tanpa henti. Kita, manusia adalah sosok-sosok penumpang yang naik kapal di satu titik, turut berlayar, lalu turun di tempat lain. Beberapa penumpang turun, beberapa penumpang naik. Sungai terus mengalir, kapal terus berlayar, penumpang datang dan pergi. Demikianlah manusia-manusia di tepian sungai abadi Amu Darya ini, datang dan pergi, dalam berbagai wujud rupa, bangsa, agama, dan kebanggaan, dan semuanya, tanpa kecuali, adalah makhluk fana”
Agustinus Wibowo, Garis Batas: Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah
“Nasionalisme tak lebih dari kebodohan manusia yang tercuci otak.”
Agustinus Wibowo, Garis Batas: Perjalanan di Negeri-Negeri Asia Tengah