Nik Nur Madihah > Nik's Quotes

Showing 1-30 of 31
« previous 1
sort by

  • #1
    Dee Lestari
    “Kadang-kadang langit bisa kelihatan seperti lembar kosong. Padahal sebenarnya tidak. Bintang kamu tetap di sana. Bumi hanya sedang berputar.”
    Dee, Perahu Kertas

  • #2
    Dee Lestari
    “Akan ada satu saat kamu bertanya: pergi ke mana inspirasiku? Tiba-tiba kamu merasa ditinggal pergi. Hanya bisa diam, tidak lagi berkarya. Kering. Tetapi tidak selalu itu berarti kamu harus mencari objek atau sumber inspirasi baru. Sama seperti jodoh, Nan. Kalau punya masalah,tidak berarti harus cari pacar baru kan? Tapi rasa cinta kamu yang harus diperbarui.Cinta bisa tumbuh sendiri,tetapi bukan jaminan bakal langgeng selamanya,apalagi kalau tidak dipelihara. Mengerti kamu?"

    -Nasihat Poyan pada Keenan suatu hari”
    Dee, Perahu Kertas

  • #3
    Dee Lestari
    “Keheningan seakan memiliki jantung. Denyutnya terasa satu-satu, membawa apa yang tak terucap. Sejenak berayun di udara, lalu bagaikan gelombang air bisikan itu mengalir, sampai akhirnya berlabuh di hati.”
    Dee, Perahu Kertas

  • #4
    Dee Lestari
    “Momentum tidak dapat dikejar. Momentum hadir. Begitu ia lewat ia tidak lagi sebuah momentum. Ia menjadi kenangan. Dan kenangan tidak akan membawa Anda kemana-mana. Kenangan adalah batu-batu di antara aliran sungai. Anda seharusnya menjadi arus bukan batu.”
    Dee

  • #5
    Dee Lestari
    “Menjadi kuat bukan berarti kamu tahu segalanya. Bukan berarti kamu tidak bisa hancur. Kekuatanmu ada pada kemampuanmu bangkit lagi ketika berkali-kali jatuh. Jangan pikirkan kamu akan sampai dimana dan kapan. Tidak ada yang tahu. Your strength is simply your will to go on”
    Dee

  • #6
    Dee Lestari
    “Kau hadir dalam ketiadaan,
    Sederhana dalam ketidakmengertian.
    Gerakmu tiada pasti,
    Namun aku selalu disini,
    Menantimu..
    Entah mengapa..

    [Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh]”
    Dee, Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh

  • #7
    Dee Lestari
    “Akhirnya ku mengerti betapa rumitnya konstruksi batin manusia. Betapa sukarnya manusia menanggalkan bias, menarik batas antara masa lalu dan masa sekarang. Aku kini percaya manusia dirancang untuk terluka.”
    dee, Partikel

  • #8
    Dee Lestari
    “Bagaimana hampa bisa menyakitkan? Hampa harusnya berarti tidak ada apa-apa. Tidak ada apa-apa berarti tidak ada masalah. Termasuk rasa sakit.”
    Dee
    tags: hampa

  • #9
    Dee Lestari
    “Kita tak tahu dan tak pernah pasti tahu hingga semuanya berlalu. Benar atau salah, dituruti atau tidak dituruti, pada akhirnya yang bisa membuktikan cuma waktu.”
    Dee, Rectoverso

  • #10
    Dee Lestari
    “Kendati batas antara kebebasan dan ketidakpedulian terkadang saru”
    Dee, Madre: Kumpulan Cerita

  • #11
    Dee Lestari
    “Hidup akan mengikis apa saja yang memilih diam, memaksa kita untuk mengikuti arus agungnya yang jujur tetapi penuh rahasia. Kamu, tidak terkecuali.”
    Dee, Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade

  • #12
    Dee Lestari
    “Pada akhirnya, tidak ada yang bisa memaksa. Tidak juga janji atau kesetiaan. Tidak ada. Sekalipun akhirnya dia memilih untuk tetap bersamamu, hatinya tidak bisa dipaksa oleh apapun, oleh siapapun.”
    Dee, Perahu Kertas

  • #13
    Dee Lestari
    “Aku sampai di bagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun orang itu hanya mampu kugapai sebatas punggungnya saja. Seseorang yang cuma sanggup kuhayati bayangannya dan tak akan kumiliki keutuhannya. Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar. Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan. Seseorang yang selamanya harus dibiarkan berupa sebentuk punggung karena kalau sampai ia berbalik niscaya hatiku hangus oleh cinta dan siksa. -Hanya Isyarat, Rectoverso - Dee-”
    Dewi Lestari

  • #14
    Dee Lestari
    “Kamu benar, Puteri. Perasan itu sudah mengkristal.
    Dan akan kusimpan. Selamanya.”
    Dee, Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh

  • #15
    Dee Lestari
    “Saat pasir tempatmu berpijak pergi ditelan ombak, akulah lautan yang memeluk pantaimu erat.”
    Dee, Rectoverso

  • #16
    Dee Lestari
    “Banyak hal yang tak bisa dipaksakan, tapi layak diberi kesempatan.”
    Dee

  • #17
    Dee Lestari
    “Kita memang tak pernah tahu apa yang dirindukan sampai sesuatu itu tiba di depan mata.”
    Dee, Supernova: Akar

  • #18
    Dee Lestari
    “Kadang - kadang pilihan yang terbaik adalah menerima...”
    Dee, Rectoverso

  • #19
    Dee Lestari
    “Semua pertanyaan selalu berpasangan dengan jawaban.
    Untuk keduanya bertemu, yang dibutuhkan cuma waktu”
    Dee, Partikel

  • #20
    Dee Lestari
    “Cinta kan tidak butuh tali. Ia membebaskan. Jadi buat apa kita melawan arusnya dan malah saling menjajah?”
    Dee

  • #21
    Nik Nur Madihah
    “Sesementara lukisan yang diukir di atas tanah kemudian dibasuh oleh air laut yang bergelombang, sekejap itulah realiti kehidupan dunia.”
    Nik Nur Madihah, Noktah Terjahit
    tags: hidup, life

  • #22
    Nik Nur Madihah
    “Mungkin pada awalnya kau akan merasa hidup di dalam kepura-puraan; menipu diri sendiri dengan kegagahan, tetapi percayalah, suatu hari nanti kau bakal temui, hadiah dari kecekalan ini. Sehingga waktu itu tiba, teruslah berusaha tanpa berputus asa.”
    Nik Nur Madihah, Noktah Terjahit

  • #23
    Nik Nur Madihah
    “Setiap episod hidup yang terasing ibarat noktah yang sendirian. Tidak ada makna, dan akan sentiasa kekal misteri selagi ia tidak dihubungkan. Maka apabila episod-episod hidup dijalinkan; umpama noktah yang terjahit, mampu menghasilkan sebuah karya nan indah dan penuh makna.”
    Nik Nur Madihah, Noktah Terjahit

  • #24
    Nik Nur Madihah
    “Kehidupan adalah proses mencari jawapan yang sepatutnya akan membawa insan kembali kepada Pencipta.”
    Nik Nur Madihah, Noktah Terjahit

  • #25
    Nik Nur Madihah
    “Biar samudera kata beralun dilukis takdir dan aku akan belajar memaknakan ketaatan. Aku telah kepenatan memperjuangkan keinginan - padahal tidak ada yang lebih tahu akan kebaikan atau keburukannya melebihi pengetahuan Tuhan.”
    Nik Nur Madihah, Noktah Terjahit

  • #26
    Nik Nur Madihah
    “Ketika kaki harus melangkah, yakinlah jika Tuhan berkehendak, Dia akan mempertemukan kita semula, pada waktu yang tak pernah kita duga.”
    Nik Nur Madihah, Noktah Terjahit

  • #27
    Nik Nur Madihah
    “Bertahanlah, kerana usia hanyalah angka. Soal yang
    lebih bermakna ialah bagaimana kita mengemudi waktu
    untuk menyelongkar kelemahan diri yang tidak mudah
    untuk diterima.”
    Nik Nur Madihah, Perempuan Luka Kalis Kecewa

  • #28
    Nik Nur Madihah
    “Sepasang mata seorang perempuan akan terus
    menyaksikan, merakam dan melayarkan kenangan demi
    kenangan. Biarlah sebahagian besar daripadanya tetap
    menjadi misteri yang tidak mungkin dirungkaikan.”
    Nik Nur Madihah, Perempuan Luka Kalis Kecewa

  • #29
    Nik Nur Madihah
    “There is more to life than just lifestyle, and that is, living.”
    Nik Nur Madihah, Noktah Terjahit

  • #30
    Nik Nur Madihah
    “Cinta itu terbitnya dari jiwa, yang tidak dapat disuburkan dengan harta. Juga tidak mekar dengan tayangan kemesraan di media sosia.”
    Nik Nur Madihah, Noktah Terjahit



Rss
« previous 1