Devia > Devia's Quotes

Showing 1-8 of 8
sort by

  • #1
    Hanum Salsabiela Rais
    “Ilmu pengetahuan itu pahit pada awalnya, tetapi manis melebihi madu pada akhirnya”
    Hanum Salsabiela Rais, 99 Cahaya di Langit Eropa: Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa

  • #2
    Hanum Salsabiela Rais
    “Esensi sejarah bukanlah hanya siapa yang menang dan siapa yang kalah. Lebih dari itu: siapa yang lebih cepat belajar dari kemenangan dan kekalahan”
    Hanum Salsabiela Rais, 99 Cahaya di Langit Eropa: Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa

  • #3
    Hanum Salsabiela Rais
    “Wahai anakku! dunia ini bagaikan samudera tempat banyak ciptaan-ciptaaNya yg tenggelam. Maka jelajahilah dunia ini dg menyebut nama Allah. Jadikan ketakutanmu pada Allah sebagai kapal-kapal yang menyelamatkanmu. kembangkanlah keimanan sebagai layarmu, logika sebagai pendayung kapalmu, ilmu pengetahuan sebagai nakhoda perjalannanmu dan sabar sebagai jangkar dlm setiap badai dan cobaan (Ali bin Abi thalib ra)”
    Hanum Salsabiela Rais, 99 Cahaya di Langit Eropa: Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa

  • #4
    Asma Nadia
    “Maafkan
    Jika senyumku
    Tersembunyi dibalik air mata
    Dan kata-kata mesra
    Menjadi tanpa daya
    Karena terperangkap
    Dalam Prasangka

    Tapi Tuhan Tahu..
    Cinta yang kupunya
    Lebih berwarna
    Dari yang kau kira”
    Asma Nadia

  • #5
    Asma Nadia
    “Di setiap udara yang kau temukan, Di sana akan kau jumpai Allah yang senantiasa mendengar doamu”
    Asma Nadia
    tags: doa

  • #6
    Asma Nadia
    “Jika cinta bisa membuat seorang perempuan setia pada satu lelaki, kenapa cinta tidak bisa membuat lelaki bertahan dengan satu perempuan?”
    Asma Nadia

  • #7
    Helvy Tiana Rosa
    “Ketika seseorang berkata bahwa aku hanya seorang gadis kecil yang tinggal di tepi rel kereta api, aku putuskan untuk tak akan pernah berhenti. Aku perbesar tekadku untuk membaca segala dan menulis cahaya!”
    Helvy Tiana Rosa

  • #8
    Helvy Tiana Rosa
    “Beberapakali aku menemukan mimpiku sendiri terjerembab di depan pintu. Kuyup oleh hujan. Seperti pakaian kotor berulangkali kucuci dan kujemur di halaman luas. Pada saat saat seperti itu aku selalu ingat wajah dan matamu saat menatapku; selalu teduh dan meneguhkan. Maka aku yakin pada akhirnya jarak hanya memisahkan raga. Tapi ia tak pernah sanggup menjauhkan mimpi, imaji dan kenangan yang kita semat bersama dalam rindu yang paling diam.”
    Helvy Tiana Rosa



Rss