Putri > Putri's Quotes

Showing 1-17 of 17
sort by

  • #1
    Yoana Dianika
    “Ada yang percaya bahwa di dalam hujan terdapat lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu sesuatu. Senandung rindu yang bisa meresonansi ingatan masa lalu.”
    Yoana Dianika, Hujan Punya Cerita tentang Kita
    tags: hujan

  • #2
    Yoana Dianika
    “...Aku ingin kau tahu, diam-diam, aku selalu menitipkan harapan yang sama ke dalam beribu-ribu rintik hujan: aku ingin hari depanku selalu bersamamu...”
    Yoana Dianika, Hujan Punya Cerita tentang Kita

  • #3
    Yoana Dianika
    “Bagiku, hujan menyimpan senandung liar yang membisikan 1001 kisah.
    Tiap tetesnya yang merdu berbisik lembut, menyuarakan nyanyian alam yang membuatku rindu mengendus bau tanah basah.
    Bulir-bulir yang jatuh menapak diatas daun, mengalir lurus menyisakan sebaris air di dedaunan.
    Sejuk, mirip embun.

    Hidup seperti ini.
    Aku bisa merasakan senja yang bercampur bau tanah basah sepeninggal hujan.
    Seperti kanvas putih yang tersapu warna-warna homogen indah.
    Dentingan sisa-sisa titik hujan di atas atap terasa seperti seruling alam yang bisa membuatku memejamkan mata.
    Melodi hidup, aku menyebutnya seperti itu.
    Saat semua ketenangan bisa kudapatkan tanpa harus memikirkan apa pun.”
    Yoana Dianika, Hujan Punya Cerita tentang Kita
    tags: hujan

  • #4
    Andrea Hirata
    “Aku benci pada diriku karena tidak bisa melupakan A Ling. Tapi aku juga benci pada diriku sendiri karena membenci diriku sendiri yang tak bisa melupakan A Ling.”
    Andrea Hirata, Padang Bulan
    tags: aling

  • #5
    Andrea Hirata
    “Namun, bukankah adakalanya, menyerahkan diri pada godaan dan memelihara rahasia, menjadi bagian dari indahnya menjalani hidup ini?”
    Andrea Hirata, Padang Bulan

  • #6
    Andrea Hirata
    “Orang yang cemburu sepertiku, jika bercermin membelah cermin. Jika Pemilu-menjual suara. Jika tak punya uang-jadi penipu. Jika punya uang-jadi rentenir. Jika menjadi supporter-menyalah-nyalahkan wasit. Jika mencintai-menyakiti. Jika menjadi politisi-korupsi.”
    Andrea Hirata, Padang Bulan

  • #7
    Andrea Hirata
    “Allah Suka Angka Ganjil”
    Andrea Hirata, Padang Bulan

  • #8
    Andrea Hirata
    “Sering aku disiksa oleh pertanyaan: mengapa A Ling bisa begitu? Apa salahku sehingga ia begitu? Apa yang ada di kepala seorang perempuan? Apakah pertimbangan yang bijak? Kecemasan? Atau sekadar dengungan? Sungguh aku tak mengerti. NAmun, perlukah aku mengerti? Kurasa tidak. Yang kuperlukan hanyalah menghormati keputusannya, dan karena Tuhan telah menciptakan manusia dengan hati dan pikiran yang boleh punya jalan masing-masing, penghormatan seharusnya tidak memerlukan pengertian. (hlm. 237)”
    Andrea Hirata, Padang Bulan

  • #9
    Andrea Hirata
    “hal paling sinting yang mungkin dilakukan umat manusia d muka bumi ini sebagian besar berasal muasal dari cinta”
    Andrea Hirata, Padang Bulan

  • #10
    Andrea Hirata
    “Semua taktik yang merugikan diri sendiri itu, jika boleh disebut dengan satu kata, itulah cinta.”
    Andrea Hirata, Padang Bulan

  • #11
    Andrea Hirata
    “Ini aku! Putra ayahku! Berikan padaku sesuatu yang besar untuk kutalukkan! Beri aku mimpi-mimpi yang tak mungkin karena aku belum menyerah! Takkan pernah menyerah. Takkan pernah!”
    Andrea Hirata, Padang Bulan

  • #12
    Andrea Hirata
    “Namun, ternyata, jika seseorang hanya memikirkan seseorang, bertahun-tahun, dan dari waktu ke waktu mengenai isi hatinya sendiri dengan cinta hanya untuk orang itu saja, maka saat orang itu pergi, kehilangan menjelma menjadi sakit yang tak tertangguhkan, menggeletar sepanjang waktu. (hlm. 238)”
    Andrea Hirata, Padang Bulan

  • #13
    Andrea Hirata
    “Sungguh ganjil rasa cemburu, sungguh berbeda rasa sakitnya. Di kepala, rasanya seperti disiram seember air es. Di mulut, rasanya seperti digigit semut rambutan. Di dada, rasanya menggeletar.

    Cemburu adalah perahu Nabi Nuh yang tergenang di dalam hati yang karam. Lalu, naiklah ke geladak perahu itu, binatang yang berpasang-pasangan yakni perasaan tak berdaya-ingin mengalahkan, rencana-rencana jahat-penyesalan, kesedihan-gengsi, kemarahan-keputusasaan, dan ketidakadilah-mengasihani diri.”
    Andrea Hirata, Padang Bulan

  • #14
    Andrea Hirata
    “Begitu banyak hidup orang berubah lantaran sebuah pertemuan. Disebabkan hal itu, umat Islam disarankan melihat banyak tempat dan bertemu dengan banyak orang supaya nasibnya berubah”
    Andrea Hirata, Padang Bulan

  • #15
    Andrea Hirata
    “Orang-orang itu telah melupakan bahwa belajar tidaklah melulu untuk mengejar dan membuktikan sesuatu, namun belajar itu sendiri, adalah perayaan dan penghargaan pada diri sendiri. (hlm. 197)”
    Andrea Hirata, Padang Bulan

  • #16
    Seno Gumira Ajidarma
    “Kita semua memang telah menjadi bodoh, dengan menjadi terlalu cinta kepada cerita-cerita yang bagus, sehingga memaksakannya untuk menjadi kenyataan itu sendiri.”
    Seno Gumira Ajidarma, Kitab Omong Kosong

  • #17
    Seno Gumira Ajidarma
    “Seberapa indah mimpi, jika tetap mimpi?”
    Seno Gumira Ajidarma, Kitab Omong Kosong



Rss