A Wedding Come True Quotes

Rate this book
Clear rating
A Wedding Come True A Wedding Come True by Ika Vihara
308 ratings, 4.08 average rating, 100 reviews
A Wedding Come True Quotes Showing 1-14 of 14
“Meminta bantuan bukan menunjukkan kamu lemah. Tapi menunjukkan bahwa kamu berani. Berani mengakui bahwa kamu bukan manusia super.

Alesha”
Ika Vihara, A Wedding Come True
“Sayangnya, hidup ini adil. Karena ia tidak adil kepada semua orang.”
Ika Vihara, A Wedding Come True
“Seseorang tidak akan bertemu dengan pendamping hidupnya, hingga Tuhan memutuskan keduanya telah siap. Selama masa penantian, sebaiknya gunakan waktu untuk meningkatkan kualitas diri.”
Ika Vihara, A Wedding Come True
“Pada kedua telapak tangan ibu, yang selalu terangkat setiap kali mengucap doa, nama anak-anaknya akan selalu ada pada urutan pertama. Selalu lebih dulu disebut sebelum mengatakan harap untuk dirinya sendiri. Semua keberhasilan dan kebahagiaan dalam hidup kita tidak akan terjadi tanpa doa ibu.”
Ika Vihara, A Wedding Come True
“Kesaktian seorang ibu tidak hilang seiring bertambahnya usia. Memang tangan ibu semakin lemah dan keriput. Tetapi kehangatan dan kehebatannya sama sekali tidak berkurang.”
Ika Vihara, A Wedding Come True
“Ada sebuah nasihat yang mengatakan bahwa kebahagiaan semakin bertambah besar kalau kita membaginya. Tujuan orang menikah, salah satunya, untuk melipatgandakan kebahagiaan. Dengan membaginya bersama suami dan anak-anak. Kalau hidup sendiri saja tidak bahagia, apa yang hendak digandakan?”
Ika Vihara, A Wedding Come True
“Pernikahan akan mengubah hidup kita. Semua manusia di dunia ini tidak suka, atau takut, menghadapi perubahan. Kita hanya menginginkan perbaikan dan peningkatan.

Alwin”
Ika Vihara, A Wedding Come True
“Pernikahan yang sehat akan memberikan keuntungan padamu. Kamu punya teman hidup. Tidak repot lagi telepon sana sini cari teman kalau mau jalan-jalan. Tidak cari barengan saat kondangan atau acara apa, because you have permanent date for all your social occasions. Teman kencanmu tinggal serumah denganmu, apa ada yang lebih menyenangkan daripada itu?

Alwin”
Ika Vihara, A Wedding Come True
“Cinta tidak berakhir semudah itu. Hanya karena orang yang kamu cintai pernah membuat keputusan yang tidak menguntungkan bagimu. Mungkin kamu semakin waspada, semakin hati-hati ketika memberinya kesempatan kedua. Tetapi cinta sejati selalu menang pada akhirnya.

Alwin”
Ika Vihara, A Wedding Come True
“Kalau kita nggak bisa menghadapi ketidaknyamanan itu, Elmar, kita nggak akan jadi apa-apa. Nggak lulus kuliah, nggak punya karier. Kita harus melakukan apa yang seharusnya kita lakukan, meskipun itu membuat kita nggak nyaman. Karena hanya dengan melewati ketidaknyamanan itu kita berubah, kita berkembang. Nggak akan ada hari kedua, hari ketiga, dan seterusnya kalau kita menyerah pada ketidaknyamanan di hari pertama.

Alesha”
Ika Vihara, A Wedding Come True
“Kamu tidak boleh memandangnya sebagai seorang ibu, ibu yang baik, meski kamu tahu itu adalah kenyataan. Dalam dirimu, pikiranmu dan hatimu, selalu tanamkan pemahaman bahwa dia adalah istrimu. Cintailah dia sebagaimana seorang kekasih harus dicintai. Suatu hari nanti anak-anakmu akan dewasa, keluar dari rumah, dan punya hidup sendiri-sendiri. Sedangkan istrimu akan selalu bersamamu. Melewati sisa hidup bersamamu. Hingga usia kita habis.

Papa”
Ika Vihara, A Wedding Come True
“Memang manusia harus berusaha untuk membelokkan atau mengubah jalan cerita, supaya mendapat hasil berbeda. Tetapi kalau sudah melakukan dan tidak melihat hasil yang diharapkan, manusia harus bisa menerima bahwa itulah yang paling baik untuk dirinya.”
Ika Vihara, A Wedding Come True
“Rumah bukan sekadar tempat hidup, melainkan juga tempat belajar dan saling mencintai. Di sinilah banyak kenangan indah tercipta. Bersama pasangan. Bersama anak. Di tempat ini juga mimpi dan harapan ditanam. Lalu tumbuh semakin tinggi hingga mencapai bintang. Atau mencapai dasar lautan.”
Ika Vihara, A Wedding Come True
“Cintailah dirimu sebagaimana dirimu berhak dicintai. Jangan terlalu keras menghukum diri jika melakukan kesalahan atau menemui kegagalan. Beri selamat atau penghargaan kepada dirimu, sekecil apa pun pencapaian yang kamu raih hari ini. Memang pada akhir hari, ketika kamu kembali ke rumah, kamu akan bertemu kembali dengan orang-orang yang mencintaimu dan membuatmu bahagia. Tetapi, bukankah lebih baik jika salah satu dari orang tersebut adalah dirimu sendiri?”
Ika Vihara, A Wedding Come True