Hidup Ini Brengsek, dan Aku Dipaksa Menikmatinya Quotes
Hidup Ini Brengsek, dan Aku Dipaksa Menikmatinya
by
Puthut EA315 ratings, 3.89 average rating, 65 reviews
Hidup Ini Brengsek, dan Aku Dipaksa Menikmatinya Quotes
Showing 1-8 of 8
“Negara itu mirip kondangan makan. Semua makanan sudah disajikan. Orang-orang yang datang duluan menghabiskan semua makanan di sana. Itu pun rebutan. Orang-orang yang datang belakangan, tak kebagian.”
― Hidup Ini Brengsek, dan Aku Dipaksa Menikmatinya
― Hidup Ini Brengsek, dan Aku Dipaksa Menikmatinya
“Kita semua pengecut. Pengecut dan membungkus kepengecutan dengan segala kata yang memualkan seperti demokrasi, aspirasi, musyawarah, kebijaksanaan, dan lain-lain.”
― Hidup Ini Brengsek, dan Aku Dipaksa Menikmatinya
― Hidup Ini Brengsek, dan Aku Dipaksa Menikmatinya
“Selebihnya, aku berpikir bahwa masyarakat terlalu pengecut. Membiarkan semua kebobrokan ini terjadi dan mereka diam saja. Hanya mencatat di pikiran. Hanya membatin. Marah dalam diam. Akhirnya banyak yang kena penyakit strok, asam lambung, dan sakit gigi.”
― Hidup Ini Brengsek, dan Aku Dipaksa Menikmatinya
― Hidup Ini Brengsek, dan Aku Dipaksa Menikmatinya
“Orang menyebutnya 'budayawan'. Sebagian anak muda bilang 'aktivis tua'. Tapi bagiku, dia adalah orang biasa yang terlalu banyak membaca buku dan berlatih bicara di depan banyak orang.”
― Hidup Ini Brengsek, dan Aku Dipaksa Menikmatinya
― Hidup Ini Brengsek, dan Aku Dipaksa Menikmatinya
“Aku tak membantah omongannya. Karena aku tak perlu tidak setuju dengan pendapatnya. Aku tak tahu apa guna setuju dan tidak setuju dengan pendapat orang. Bagiku, keduanya tak ada gunanya. Atau mungkin tak penting. Atau mungkin tak perlu dipikirkan.”
― Hidup Ini Brengsek, dan Aku Dipaksa Menikmatinya
― Hidup Ini Brengsek, dan Aku Dipaksa Menikmatinya
“Para sastrawan lebih tak masuk akal lagi. Mereka mencari ide, menulis berlembar-lembar, mau bilang sesuatu harus berputar-putar. Mau bilang kalau kamu jelek, harus menggambarkan segala sifat, tingkah laku, dan segala tetek bengek. Mereka memanjangkan apa yang pendek.”
― Hidup Ini Brengsek, dan Aku Dipaksa Menikmatinya
― Hidup Ini Brengsek, dan Aku Dipaksa Menikmatinya
“Pada dasarnya mereka lebih pengecut dari aku. Cuma mereka lebih bisa membungkusnya dengan bahasa yang katanya puitis, dengan lagu-lagu, dengan lukisan-lukisan. Aku tak pernah tertarik mendengarkan lagu. Itu hanya sekadar orang memanjangkan dan memendekkan kata-kata, lalu diiringi dengan tetabuhan, dan kadang diberi kata-kata tak jelas macam: duuu, duuuu, duuuu, duuuuu ...”
― Hidup Ini Brengsek, dan Aku Dipaksa Menikmatinya
― Hidup Ini Brengsek, dan Aku Dipaksa Menikmatinya
“Orang buruk tidak harus lahir dari keluarga buruk. Kamu harus tahu itu.”
― Hidup Ini Brengsek, dan Aku Dipaksa Menikmatinya
― Hidup Ini Brengsek, dan Aku Dipaksa Menikmatinya
