Cuaca Buruk Sebuah Buku Puisi Quotes
Cuaca Buruk Sebuah Buku Puisi
by
Ibe S. Palogai71 ratings, 3.79 average rating, 11 reviews
Cuaca Buruk Sebuah Buku Puisi Quotes
Showing 1-4 of 4
“apakah dedaunan yang turut itu kau sebut gugur atau hanya penderitaan yang terus kita beri nama?”
― Cuaca Buruk Sebuah Buku Puisi
― Cuaca Buruk Sebuah Buku Puisi
“apa yang kau amati di tubuh dinding itu?
rencana tiba lebih awal di pasak taksiran
yang kerap diganggu
peristiwa-peristiwa menjelang kantuk
tiang rumah menawarkan bentuk baku pelarian
kau menghaluskan diri di ambang tidur
mengundang aku merantau ke masa dahulu
menebingkan lekuk waktu bagi curam peristiwa
di dalamnya kita jatuh terkutuk atau hilang
sebagai cerita
tetapi ini memang tak pernah ada dalam tanggal
desah dahan kamboja tua dan anyaman ganjil
pada daun kelapa
ada amarah bersembunyi dari upaya angin
turut merapalkan gigil pada embus sesal
sementara di luar tubuh dan di dalam angan
reputasi malam memelihara kekacauan.”
― Cuaca Buruk Sebuah Buku Puisi
rencana tiba lebih awal di pasak taksiran
yang kerap diganggu
peristiwa-peristiwa menjelang kantuk
tiang rumah menawarkan bentuk baku pelarian
kau menghaluskan diri di ambang tidur
mengundang aku merantau ke masa dahulu
menebingkan lekuk waktu bagi curam peristiwa
di dalamnya kita jatuh terkutuk atau hilang
sebagai cerita
tetapi ini memang tak pernah ada dalam tanggal
desah dahan kamboja tua dan anyaman ganjil
pada daun kelapa
ada amarah bersembunyi dari upaya angin
turut merapalkan gigil pada embus sesal
sementara di luar tubuh dan di dalam angan
reputasi malam memelihara kekacauan.”
― Cuaca Buruk Sebuah Buku Puisi
“tetapi ia luput mangamati risau gelagat
tanda yang tercemar itu pernah lebih berarti
sebelum menjadi mesti
kekosongan terekam di luar jendela
tak ada yang mengingat mengapa tabir
membiarkan kau melihat
apa yang gelap rahasiakan atau dirinya sendiri
dalam gapai jahitan dan subuh yang tercekal
pasal-pasal perantauan dipatuhi tanpa ada hari pasti
mendengar pulang bunyi sauh.”
― Cuaca Buruk Sebuah Buku Puisi
tanda yang tercemar itu pernah lebih berarti
sebelum menjadi mesti
kekosongan terekam di luar jendela
tak ada yang mengingat mengapa tabir
membiarkan kau melihat
apa yang gelap rahasiakan atau dirinya sendiri
dalam gapai jahitan dan subuh yang tercekal
pasal-pasal perantauan dipatuhi tanpa ada hari pasti
mendengar pulang bunyi sauh.”
― Cuaca Buruk Sebuah Buku Puisi
“ia saksikan angin retak di luar jendela
sebelum menyatakan ke mana rembuk dingin
memintal igau malam
lalu hening terkelupas dari jaring-jaring udara
sebab suara yang hinggap di ranting hanya pialang
menyusup dari tawaran silang dedaunan
dan serumpun nasib
yang turut gugur”
― Cuaca Buruk Sebuah Buku Puisi
sebelum menyatakan ke mana rembuk dingin
memintal igau malam
lalu hening terkelupas dari jaring-jaring udara
sebab suara yang hinggap di ranting hanya pialang
menyusup dari tawaran silang dedaunan
dan serumpun nasib
yang turut gugur”
― Cuaca Buruk Sebuah Buku Puisi
